Vote sebelum membaca 😄😄
Bonus GIF jdoh gueee 👆👆👆🔥🔥🔥🔥
Abigail's POV
Ketika kau terlalu lelah untuk mengejar sesuatu hal. Hal itu akan terus kau kejar atau kau lepaskan?
Jika aku, aku bisa saja terus mengejarnya. Tapi, sudah kubilang aku memiliki batas. Aku tak bisa terus-terusan mengejar. Aku juga bisa lelah.
Disaat-saat aku seperti ini, kuharap kalian bisa memaklumiku. Aku sedang hamil, aku lelah. Jadi, tak apa kan aku berhenti mengejar ia?
Kembali ke-kehidupan ku yang sekarang. Aku baru saja bangun tidur, ini sudah jam setengah enam, tapi serasa seperti jam lima pagi.
Aku tau Bocah itu belum bangun, dasar pemalas. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan keluar dari kamar.
Biasanya, ketika aku keluat kamar, aku melihat Merlin sedang menyapu atau Anne yang sedang meminum teh.
Atau, aku melihat Harry yang sedang mendengkur disampingku.
Tapi, ini tidak.
Aku memasuki Ruang makan dan mengambil segelas air hangat, setelah itu aku mencuci wajahku dan mengosok gigiku di Kamar mandi.
Aku segera memasuki kamar Alleshia yang berkelap-kelip. Anak ini takut gelap, tak heran banyak lampu yang hidup dikamarnya walaupun remang-remang.
"Alleshia." Aku menghidupkan semua lampunya sehingga ia menenggelamkan wajahnya dibantal. Lalu, aku menggoncang-goncangkan lengannya.
Aku kembali teringat pada kisah ku dulu. Disaat aku masih tinggal dengan keluarga anak ini. Aku selalu membanguninya. Jujur, aku sangat kesulitan membanguninya. Tapi, mungkin aku sudah terbiasa.
"Bangun, bocah." Alleshia segera bangun dari tidurnya.
"Hai." Hai-hai, makan itu hai. Anak ini sempat-sempatnya saja ia mengucapkan itu.
"Mandi cepat. Aku akan menyiapkan sarapan." Alleshia mengangguk dan segera keluar dari kamarnya.
Aku pun segera menyiapkan sarapan. Kupikir sandwich tidak buruk untuk pagi ini mengingat di Kulkas hanya ada Roti tawar, sayur, keju dan daging ayam.
Aku segera membuat sandwich dari bahan-bahan itu. Sesungguhnya, ini adalah masakan pertamaku setelah empat bulan belakangan aku berada di Rumah Harry.
Ia selalu mengekangku, tapi aku tidak.
Ia melarangku dekat dengan lelaki walaupun itu Thomas, tapi aku tidak pernah melarangnya dekat dengan wanita lain.
Apa-apaan itu?
Aku menyiapkan semua makanan ia di Meja makan. Jus jeruk yang tersedia dilemari pendingin sudah kutuangkan di dua gelas yang sama.
Biasanya, aku akan meminum susu hamil setiap paginya. Tapi, susu hamilku tidak kubawa. Aku akan membelinya nanti.
"Pagi." Aku menoleh dan menemukan Alleshia menggulungkan handuk dikepalanya.
"Pagi, ayo makan ini." Alleshia duduk didepanku dan mulai memakan Sandwich nya.
"Terima kasih, Gail. Biasanya aku setiap pagi akan membeli Makanan dikedai-kedai." Ujarnya sambil terkikik.
"Belajarlah memasak. Kau tak bisa seperti ini terus." Alleshia memutarkan bola matanya dan mengangguk.
"Omong-omong, kenapa kau kabur? Bukannya si brengsek itu akan selalu melarangmu." Ujar Alleshia setelah ia menelam makanan yang ia kunyah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hard [H.S]
FanfictionRahim adalah salah satu organ spesial dan salah satu organ penting bagi wanita, Wanita diberikan kelebihan itu dan patut nya di jaga dengan sangat baik. Tuhan sangat memberkati makhluk yang bernama Wanita, makhluk kuat dengan kelebihan-kelebihan nya...
![Hard [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/132333779-64-k99837.jpg)