Budayakan vote dan coment setelah baca
Part ini kusus Caca Pov ya
Versi baru
***
Keesokan harinya
Caca Pov
Sinar matahari mulai masuk ke dalam kamar gue, gue yang merasa terganggu akhirnya bangun, saat gue bangun kepala gue rasanya pusing dan mata gue perih. Gue berdiri di depan kaca dan betapa kagetnya gue saat lihat mata gue yang sembab.
"Lah, mata gue kenapa coba?" gumam gue.
"Oh iya-iya kemarin kayaknya gue nangis,tapi setahu gue nangisnya gak separah itu dan buat mata gue sembab," monolog gue.
Tapi Guys jangan salah paham dulu ya, mata gue sembab karena kemarin malam gue nangis karena adegan di drama korea yang buat gue baper dan ambyar.
"Tau ah, bodo amat," teriak gue sama jalan ke kamar mandi buat mandi.
Gue mandi nggak lama, kok. Paling setengah jam, eh nggak deng, becanda guys. Gue mandi kira-kira lima belas menit kalau niat. Gue selesai mandi dan siap-siap buat pergi ke sekolah, hari ini adalah hari selasa dan hari ini gue ada jadwal olahraga.
"Nanti olahraga ya, gue ikut nggak ya, kok gue malas ya?" tanya gue kediri gue sendiri.
Setelah gue rasa rapi gue langsung ke bawah dan sarapan.
Gue sarapan Cuma sama bunda gue karena pagi ini Ayah berangkat kerja menyusul Kak Andra.
"Yaudah Bun, Caca berangkat dulu,Assalamuallaikum," pamit gue sambil mencium punggung tangan bunda
.
"Wa'alaikumussalam," balas bunda
Ngomong-ngomong gue ke sekolah jalan kaki ya, walaupun jaraknya lumayan jauh, tapi nggak papalah sekalian olahraga pagi, mumpung masih jam enam, hehehe.
Akhirnya sampai juga di sekolah, gue langsung menuju kelas kebanggaan gue kelas 12 MIPA 2, sampai di kelas gue langsung duduk di kursi gue. Orang-orang udah banyak yang datang dan udah banyak juga yang masuk ke kelas.
"Retha mana ya?," tanya gue Kediri gue sendiri karena tumben banget Retha datangnya siang.
Tidak lama gue dengar suara toanya Retha.
"SELAMAT PAGI CACAKU SAYANG.....," teriaknya.
"Ya ampun Retha, suara Lo toa banget sih," balas gue.
"Maap kan Retha yang cantik ini ya, Ca," katanya dengan nada dramatis.
"Lo kemarin mimpi apa, Tha?, kenapa otak lo jadi geser gini," tanya gue sambil ketawa.
"Jahat Lo, Ca," Balasnya sambil memanyunkan bibir.
Tidak lama gue lihat Talia masuk kelas dan langsung menghampiri bangku gue.
"Ca, Lo pindah di bangku bagian gue sama Dea ya," kata Talia dengan nada sok lembutnya.
"-_-"
"Heh Lo gue ngomong sama Lo punya telinga nggak!?" bentaknya.
"-_-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alca || Selesai
Teen Fiction•Versi baru• Berawal dari ketidak sengajaan untuk saling mengenal satu sama lain. Kemudian terjadi suatu kesalah pahaman yang diciptakan oleh seseorang yang sangat membencinya, sampai dimana kenyataan menamparnya dan terbit suatu rasa asing yang men...
