Selamat membaca
Versi baru
***
Caca masih duduk di bangku taman sampai bel jam selanjutnya berbunyi, kenapa tidak ada yang menegurnya? Karena Caca duduk di salah satu bangku yang tertutupi tembok.
Kring...kring...kring
Caca beranjak dari duduknya, dia berjalan kembali ke kelas, kali in adalah jam pelajaran Vanesa dan tidak salah lagi mata pelajaran Bahasa Inggris.
"Selamat siang anak-anak," sapa Vanesa.
"Siang, Bu," balas sekelas.
"Ok, kali ini saya akan mengadakan ulangan dadakan,jadi kalian saya kasih waktu 10 menit untuk belajar, paham," kata Vanesa.
"Kok mendadak sih, Bu," gerutu Vita sahabatnya Talia yang sifatnya gak beda sama Talia.
"Iya Bu, saya belum siap," sambung Talia.
"Udah kalian gak usah banyak bicara, sudah saya kasih waktu untuk belajar," tegas Vanesa.
Mereka berdua akhirnya diam.
10 menit kemudian
"Ok anak-anak, silakan siapkan selembar kertas dan masukkan semua buku yang ada diatas meja dan loker ke dalam tas!" perintah Vanesa.
Semua menurut dan setelah itu Vanesa memberikan soal ulangan kepada semua.
"Lumayan"-batin Caca
"Kenapa susah banget sih"-batin Talia
Begitulah perbedaan dua orang yang berbeda niat dalam sekolah.
Kurang lebih 20 menit ulangan berjalan dan ada salah satu siswi yang sudah selesai
“Ada yang sudah selesai?, waktu kalian tinggal tiga menit lagi,” kata Vanesa.
“Belum, Bu, dikit lagi,” balas beberapa siswa.
“Selesai tidak selesai nanti di kumpulkan,” kata Vanesa.
“Siap Bu,” balas semua.
Waktu ulangan pun selesai, satu persatu mulai mengumpulkan tugas dan terakhir adalah Caca. Caca jalan ke depan dan memberikan hasil ulangannya, setelah itu Caca mau kembali ke kursinya tapi ditahan oleh Vanessa.
"Ca,nanti ke kantor ya," kata Vanesa.
"Oke, Bu," balas Caca dengan senyum.
Setelah itu Caca kembali ke kursinya
“Baik semua sudah mengumpulkan, terima kasih untuk kerja keras kalian siang ini, saya pamit dulu. Assalamu’alaikum,” kata Vanesa.
“Waalaikumussalam,” balas semua.
Vanesa keluar dari kelas, Caca memebereskan mejanya dan berjalan menyusul Vanesa. Sebelum keluar, Caca sudah di cegat Retha.
"Ca, ke kantin nggak?" tanya Retha.
“Nggak, Reth. Gue mau ke kantor dulu,” jawab Caca.
"Ya udah gue sama Brian ke kantin dulu," pamit Retha.
"Duluan ya, Ca," pamit Brian juga.
"Iya,jangan pacaran mulu Lo berdua," kata Caca dengan ledekannya.
"Hmm," balas Retha dan Brian.
Caca berjalan menuju ruang guru, sampai di sana dia langsung menuju mejanya Vanesa.
“Bu,” sapa Caca.
“Eh, Caca,” balas Vanesa.
"Ada apa, Bu?" tanya Caca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alca || Selesai
Teen Fiction•Versi baru• Berawal dari ketidak sengajaan untuk saling mengenal satu sama lain. Kemudian terjadi suatu kesalah pahaman yang diciptakan oleh seseorang yang sangat membencinya, sampai dimana kenyataan menamparnya dan terbit suatu rasa asing yang men...
