Selamat membaca 🤗
•Versi Baru•
******
"Andra lanjutin perkataan Andra tadi ya," kata Andra.
“Iya,” balas Caca.
“InsyaAllah, Andra akan bilang sama Vanesa besok terkait perasaan dan rasa penasaran Andra,” kata Andra.
“Bagus, Kak. Lebih cepat lebih bagus, sebelum didahului orang,” balas Putra.
“Ayah setuju?” tanya Andra.
“Nggak papa, tapi ingat jangan pacaran, jika kamu serius langsung minta ayah lamarkan, biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jawab Putra.
“Terima kasih, Yah,” kata Andra.
“Sama-sama,” balas Putra.
“Bun, Ca, Yah. Doakan Andra ya semoga nggak gugup besok,” kata Andra.
“Iya sayangku,” balas Putri, Putra hanya megangguk dan tersenyum.
“Iya, kakaku sayang… tapi boong,” kata Caca.
“Iya adikku terngeselin,” balas Andra.
"Udah-udah,bunda mau ke dapur masak dulu,buat makan malam," pamit putri berdiri dan melangkah menuju dapur.
"Bun, Caca ikut bantuin ya," kata Caca.
"Ya udah ayo," balas Putri.
Putri dan Caca ada di dapur sedangkan putra dan Andra tetap di ruang keluarga. Mereka memilih untuk boytime.
--di dapur--
"Ca, kamu udah kenal sama Vanesa?" tanya Putri sambil memotong bahan makanan.
"Udah, Bun. Kak Vanesa itu wali kelas Caca di SMA dan sahabat Caca," jawab Caca.
"Orangnya gimana,Ca?, kok sampai kakakmu kesemsem, sama cocok nggak dengan kakakmu?" tanya Putri penasaran.
"Menurut Caca, Kak Vanesa itu baik, cantik, sopan, pengertian, sabar dia itu ya,Bun. Perhatian banget sama Caca, kalau soal cocok nggaknya sama kak Andra itu jawaban Caca cocok seratus persen, Kak Vanesa juga wanita yang taat agama, Bun," jawab Caca.
Memang dari awal bertemu dengan Vanesa, Caca merasa senang dengan Vanesa. Dia merasa memiliki kakak, guru, sahabat dalam satu orang. Dari dulu dia belum pernah bertemu dengan seorang seperti Vanesa.
"Syukurlah," balas Putri.
"Oh iya, Bun. Menurut Caca ya, Kak Vanesa itu juga suka deh sama Kak Andra," kata Caca.
"Apa iya, kamu tahu dari mana?" tanya Putri.
"Caca tahu dari tatapan mata kak Vanesa ke kak Andra yang berbeda," jawab Caca.
"Ya kalau begitu bagus dong," kata Putri dengan terkekeh.
Caca itu bisa dibilang orang yang peka dalam urusan orang lain, tapi lemot untuk urusannya sendiri. Dia selalu tanggap dengan mood seseorang, tapi dia bingung dengan moodnya sendiri. Caca juga sedikit bisa membaca perasaan orang dari tatapannya. Jadi jangan sampai membohongi Caca.
*****
Sementara di ruang keluarga Putra dan Andra membicarakan tentang.
"Andra,kamu yakin mau serius sama Vanesa?" tanya Putra.
"Andra yakin, Yah," jawab Andra.
"Ya kalau gitu jangan kecewain ayah, bunda sama Caca," kata Putra.
"Siap,Yah," balas Andra.
"Andra kenapa kamu bisa sampai suka sama Vanesa, padahal setahu Ayah kamu itu anaknya susah jatuh cinta?" tanya Putra.
"Karena Kak Vanesa itu beda dari ya lain," celutuk Caca yang mendengar pertanyaan ayahnya itu karena Caca sedang melangkah menuju ruang keluarga.
"Apaan dah, Ca. jangan sok tahu," ketus Andra.
"Ye jujur aja kalik, Caca aja yang cewek bisa ngerasain ," balas Caca yang sudah duduk di sofa ruang keluarga.
Andra hanya memasang muka kesal, sedangkan Putra hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anak kesayangnya itu.
"Caca, kamu kok udah ke sini, nggak bantuin bunda?" tanya Putra.
"Udah mau selesai, Yah. Cuma tinggal nata sama naruh di wadah aja, terus Bunda nyuruh Caca ke sini," jawab Caca dengan sok polos.
"Nggak usah sok polos,Dek," cibir Andra.
"Biarin wle..," balas Caca dengan menjulurkan lidahnya.
Setelah itu mereka bertiga ngobrol dari satu topik ke topik yang lain sampai teriakan Putri dari ruang makan terdengar.
"Ayah, Andra, Caca ayo makan malam dulu," teriak Putri dari arah ruang makan.
"Siap bunda," teriak Caca dan Andra bersamaan sambil lari menuju meja makan, sedangkan Putra hanya tersenyum dan melangkah menuju meja makan.
Setelah makan malam, Putri menyuci semua peralatan yang dipakai untuk makan malam, Putra masuk keruang kerjanya, Andra masuk ke dalam kamarnya begitu pula Caca, dia juga masuk ke dalam kamarnya, sebenarnya Caca mau membantu Bundanya tetapi dilarang sama bundanya, katanya suruh belajar ya udah deh akhirnya Caca masuk ke dalam kamar dan belajar setelah belajar dia melihat-lihat Instagramnya dan membuat instastory.
“Dunia ini memang lucu, kita bisa dengan mudahnya dipermainkan dengan kata-kata walau itu semua tanpa bukti dan tidak tahu itu berita benar atau hanya sekadar sekandal,"
Lalu Caca memutuskan untuk melihat drama korea yang sudah dia download di laptopnya.
Emang ya orang pintar, udah tahu lusa USBN eh sekarang malah nonton drakor - autor
***
Sedangkan di tempat lain, sendari tadi setelah makan malam bersama keluarga Alvin melamun memikirkan kejadian tadi siang.
"Apa benar Caca melakukan semua itu?" tanya Alvin kepada dirinya.
"Tapi menurutku itu nggak mungkin, tapi di foto itu Caca kelihatan banget nampar Talia, sama instagram gue dan instastorynya," sambungnya.
"Bodolah, biarkan waktu yang menjawab," lanjutnya lagi dan membuka akun instagramnya yang sudah bisa dia gunakan kembali, dia melihat Caca membuat story, dia membukanya:
“Dunia ini memang lucu, kita bisa dengan mudahnya dipermainkan dengan kata-kata walau itu semua tanpa bukti dan tidak tahu itu berita benar atau hanya sekadar sekandal,”
Apa itu buat gue ya?-tanya Alvin dalam hati setelah melihat instastorynya Caca.
Setelah itu Alvin terlelap karena kelelahan memikirkan kejadian tadi siang.
***
Dan di tempat lain lagi Retha dan Brian sedang berchat ria.
Brian
Tha?
Retha?
Gimana sama rencana kita tadi?
Retha
Apa?
Besok aja kita ketemu,kita bicarain sama sekalian belajar bareng.
Brian
Ok,ke cafe biasa ya
Retha
Ok,jemput ya😂
Brian
Siap
Setelah itu Brian melanjutkan bermain game, sedangkan Retha mengstalking idolanya.
****
Segini dulu ya :)
Jangan lupa vote dan coment guys
Terima kasih
Sukoharjo
Revisi : 20/07/2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Alca || Selesai
Ficção Adolescente•Versi baru• Berawal dari ketidak sengajaan untuk saling mengenal satu sama lain. Kemudian terjadi suatu kesalah pahaman yang diciptakan oleh seseorang yang sangat membencinya, sampai dimana kenyataan menamparnya dan terbit suatu rasa asing yang men...
