BAB 1 ー Cewek Pincang

24.1K 1.7K 125
                                        

[SELAMAT MEMBACA STARLIGHT, SEMOGA SUKA. SILAKAN AMBIL SISI BAIKNYA & TINGGALKAN SEGALA YANG BURUK DARI CERITA INI.]

***

[STELLA SHERENITA]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[STELLA SHERENITA]

***

"Pagi adik manis, kenalan boleh kali."

***

From: 081XXXXXXXXX
JUST INFO : Hari ini dia udah masuk sekolah.

Bara mengernyit membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. Dengan cepat ia langsung mengetikan balasan pada pengirim pesan itu.

To: 081XXXXXXXXX
Telat bego. Gue udah tau!

From: 081XXXXXXXXXX
SIAL! TAU GJTU GUE GUSAH REPOT ISI PULSA GOVENG SEGALA BUAT KASIH INDO! MANA KUOYA GUE ABIS PUKA!

To: 081XXXXXXXX
Gembel, ngetik yang bener.

From: 081XXXXXXXXX
Cape akutuh Mas, sama kamu :)

To: 081XXXXXXXXX
Njs :)

From: 081XXXXXXXXX
:)

Balasan terakhir dari pengirim pesan itu tidak lagi dihiraukan Bara. Laki-laki berambut kecoklatan itu memasukkan lagi ponselnya ke saku celana. Sambil bersandar pada tiang basket, tatapan tajam Bara menyapu ke setiap sudut yang bisa ia jangkau. Sedari tadi ada yang sedang ia cari, tapi belum juga ditemukan.

"Pagi adik manis, kenalan boleh kali."

"Itu, yang pake jam tangan ungu, ada salam dari Andre Rendragraha kelas 12 IPA 7."

"Bukan yang itu Di, gue maunya sama yang sipit sebelahnya."

"Hey yang sipit sebelahnya yang pake jam tangan ungu, ada salam dari cogan 12 IPA 7, Andre Rendragraha namanya. Kalau gue, salamnya buat yang itu aja deh, yang dikucir jalan paling belakang."

Bara memberi kekehan kecil pada kelakuan kedua temannya yang sedari tadi sibuk menggoda setiap siswi kelas 10 yang lewat di hadapan mereka. Dua manusia purba yang menjadi temannya ini memang tukang tebar pesona dan playboy kelas teri.

"Wew, angkatan sekarang ceweknya pada cakep-cakep ye. Banyak degem imut-imut, hidup gue di Pranata jadi terasa indah."

"Najis!" Bara menoyor kepala Aldi. "Kambing dibedakin juga pasti imut-imut di mata lo."

Aldi meringis. Toyoran Bara tidak pernah dilakukan dengan penuh kelembutan. Bara tidak pernah tanggung-tanggung mengeluarkan tenaga untuk menganiaya siapa pun termasuk temannya sendiri.

"Nah itu tuh, kambing imut-imutnya Aldi." Andre menunjuk dengan dagunya seorang siswi bertubuh mungil yang berjalan terburu-buru sambil mendekap banyak buku.

StarlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang