File Rahasia ー Aldebaran Alechzander

16.1K 1K 27
                                        

[UNLOCK]

File 1
Awal Mula

Gue udah suka Stella sejak lama. Saat gue sama dia masih sama-sama jadi bocah berseragam putih biru. Awal pertemuan gue sama dia itu disebabkan oleh mami gue yang ternyata temenan sama bundanya Stella. Mami beberapa kali ajak gue ke rumah Stella, dan beberapa kali juga gue ketemu Stella. Jiwa ABG gue bahkan udah bikin gue langsung suka dia dari sejak pertemuan pertama, bahkan gue juga pernah nembak dia enggak berselang lama. Sayangnya, gue ditolak mentah-mentah, Bung.

Gue pernah enggak sengaja lakuin hal yang bikin gue dicap bangsat sama Stella sejak pertemuan pertama kali itu, dan hal itu juga yang bikin dia marah dan nolak gue mentah-mentah. Untungnya, sekarang itu cewek udah lupa, bahkan dia enggak inget pernah kenal gue dulu. Entah itu anak lupa ingatan atau emang dia sengaja melupakan.

Sejak gue ditolak mentah-mentah sama Stella, gue jadi enggak pernah ketemu cewek itu lagi, gue yang sengaja menghindar dan enggak pernah mau diajak mami gue untuk pergi ke rumah Stella. Pelan-pelan gue udah mulai lupa juga kalau gue pernah suka, pernah nembak, dan pernah ditolak Stella.

Sampai gue SMA, gue dipertemukan lagi dengan cewek itu. Gue kira gue udah enggak suka, tapi ternyata perasaan itu masih aja ada. Bangkenya, itu anak pas SMA jadi cantik banget, dan bangkenya lagi, itu anak katanya otw jadian sama si Altair—anak basket Global yang selalu tanding sama Pranata.

Tiap anak basket Pranata tanding di Global, gue sering banget merhatiin Stella. Gue pernah sih dengan gaya sok cool nabrak dia, tapi itu cewek ngeleor gitu aja dan cuman bilang maaf. Pada akhirnya, gue tetap di posisi gue, enggak maju, dan memilih cuma liatin itu cewek dari jauh. Sampai sodara jauh gue si Verona itu tahu gelagat gue yang sering merhatiin temenya, dia interogasi gue, ngancem gue macem-macem pada awalnya, tapi akhirnya dia luluh juga dan berniat bantuin gue deket sama Stella.

Sayangnya, beberapa hari sebelum Verona melancarkan rencana buat bantu gue deketin Stella, gue dapat kabar kalau cewek itu kecelakaan.


File 2
Mendadak Benci

Hubungan gue sama Rigel emang enggak pernah baik-baik aja. Gue sama dia sering banget ribut dari kecil, karena masalah sepele. Rigel enggak kayak sekarang, sebelum Luna pergi, itu anak lebih liar dan lebih berengsek dari gue. Rigel yang dulu itu keras, emosian, bahkan dia agak gila menurut gue. Dan gue sering banget ribut sama itu anak karena hal-hal enggak jelas, dasarnya sih emang karena gue sama Rigel sama-sama keras kepala dan kukuh sama pendapat masing-masing.

Gue enggak pernah benci Rigel pada awalnya, meskipun dia yang begajulan itu lebih disayang kakek gue sementara gue dinomor duakan. Gue enggak pernah benci Rigel karena selama ini hidupnya begitu beruntung.

Hanya malam itu, malam saat gue tahu Stella dinyatakan buta karena ulah Rigel, saat itu gue baru merasa rasa benci itu ada. Malam itu gue beranggapan Rigel selalu menjadi perusak segalanya, memang banyak orang yang sudah ia sakiti, termasuk Luna. Gue mendadak semakin benci Rigel karena dia yang sudah membuat Stella buta dan enggak bisa berjalan, malah cewek itu izinkan untuk ada di sisinya.


File 3
Pencuri Parfum

Penyesalan gue adalah gue yang dengan begonya malah jadi sosok yang sama persis dengan Rigel demi diterima di sisi Stella, gue malah enggak mikirin kalau apa yang gue lakukan itu malah membuat Stella jatuh cinta sama Rigel.

Gue pernah coba deketin Stella, gue ajak dia bicara dan sentuh dia, tapi itu cewek malah histeris dan nyuruh gue pergi sambil ngomong enggak jelas. Gue enggak ngerti kenapa dia begitu enggak mau didekati orang lain selain Rigel. Gue juga beberapa kali liat temen-temennya diusir, Altair juga sempat kena amuk beberapa kali karena jengukin dia.

Dari sana, gue mulai berpikir untuk menjadi Rigel. Gampang aja, karena cowok muka tembok itu enggak pernah ngomong dan selalu sentuh Stella dengan gerakan hati-hati. Awalnya gue kira gue nyaris ketahuan bukan Rigel saat gue peluk Stella, dia hapal wangi parfum Rigel, tapi entah kenapa saat itu dia hanya menganggap gue sedang ganti parfum lalu dengan entengnya nyuruh gue pake parfum yang biasa. Gue langsung lakuin perintah Stella itu, gue nyolong parfum si Rigel biar Stella tetep yakin gue itu orang yang sama. 😈


File 4
Verona

Yang suka smsan sama gue kasih info tentang Stella itu Verona. Ah, gue enggak mau ngetik panjang-panjang tentang ini, capek, dan lagi ... Verona enggak penting.

StarlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang