BAB 27 ー Bara Marah

12.1K 1.1K 45
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Stella!"

Stella yang baru saja hendak masuk ke dalam kelasnya menoleh saat mendengar panggilan yang sangat jauh dari kata ramah itu. Ia melihat Bara berjalan mendekat ke arahnya dengan wajah marah, Stella bingung mengapa pagi-pagi sekali Bara sudah terlihat seperti itu. Pasalnya kemarin-kemarin Bara sudah berubah menjadi tukang menggoda yang menyebalkan dan tidak menyentak atau marah-marah lagi padanya. Lalu, sekarang ia sudah jadi tukang marah-marah lagi dengan tatapan tajam tidak suka menatapnya, Stella tidak mengerti apa yang membuat emosi Bara begitu cepat berganti jika sudah berhadapan dengannya.

"Apa lagi salah gue?" tanya Stella dengan wajah lelah.

"Ikut gue!" ucapnya sambil menarik lengan Stella.

"Eh? Mau ke mana, sih? Gue baru dateng udah diseret-seret. Bara, gue mau taro tas du-"

"Diem!" sentak Bara sambil menarik Stella yang berjalan dengan kesusahan dengan satu kruknya.

Stella yang disentak seperti itu kaget dan langsung diam menuruti titahan Bara. Aura Bara benar-benar jadi menyeramkan dan Stella mulai ketakutan karena hal itu. Stella memikirkan apa lagi hal yang sudah ia lakukan sehingga Bara terlihat begitu marah padanya. Rasanya tidak ada yang terjadi antara dirinya dan Bara setelah ciuman di UKS waktu itu. Stella merasa tidak membuat masalah atau melakukan hal aneh yang berpotensi membuat Bara mengamuk seperti sekarang. Lagi pula, yang seharusnya marah itu Stella karena Bara berani-beraninya menciumn dan mempermainkannya dengan terus menggoda hal itu. Bahkan pemikiran mengenai hal itu terus berputar-putar di kepalanya tak mau pergi. Ya, harusnya Stella yang marah, ia tidak bisa tenang beberapa hari belakangan dikarenakan tindakan kurang ajar Bara di UKS.

"Aw." Stella merasa sakit di bagian lengannya yang ditarik Bara. Laki-laki itu mencengkram lengannya dengan kuat. "Bara, sakit," rengek Stella.

Bara tidak merespon dengan suara, tapi Stella mulai merasa Bara melonggarkan lengannya. Bara membawa Stella menuju tempat sepi di samping ruang kelas yang dibiarkan kosong. Stella merinding dibawa ke wilayah ini, hawanya tidak menyenangkan dan sangat sunyi. Padahal wilayah ini masih berada satu lantai dengan wilayah kelas 12, tapi Stella sendiri baru tahu ada wilayah angker begini.

Langkah Bara terhenti, ia melepaskan lengan Stella. Lalu ia berbalik, menatap Stella dengan ekspresi wajah mengeras. Stella sendiri hanya menatap Bara bingung dan takut-takut karena lelaki berambut kecokelatan di hadapannya ini pasti akan mengamuk.

"Kenapa?" tanya Stella duluan memberanikan diri.

"Elo yang kenapa?!" sentak Bara. Sentakan Bara itu langsung membuat Stella ketakutan dan refleks mundur sedikit.

"Salah gue ap-apa?" tanya Stella ketakutan, Bara sendiri juga bisa melihat Stella yang ketakutan padanya saat ini. Ia mengembuskan napas kasar dan memejamkan matanya sesaat.

StarlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang