BAB 26 ー Heartache

13K 1K 30
                                        

One Ok Rock – Heartache [Studio Jam Session]

[Versi studio jam session lebih mantap, play jangan lupa. ]
***

So they say the time
Takes awat the pain
But I'm still the same, ah

Bara duduk bersandar pada sandaran kursinya, tangannya bergerak lambat menyuapkan kentang goreng ke mulutnya, dan pandangannya menatap tanpa minat pada Aldi yang tengah mengisi pertunjukan musik di kafe Dua Empat. Bara merasa jenuh bukan karena suara Aldi seperti nina bobo yang sumbang, tidak. Suara Aldi bagus dan Bara mengakui hal itu. Hanya saja, lagu yang Aldi bawakan malam ini malah membuatnya terus-terusan teringat dengan sesuatu yang berhubungan dengan Rigel, jelas Bara terganggu oleh hal itu. Ingin rasanya ia menimpuk Aldi untuk mengganti lagu atau berhenti saja bernyanyi.

And they say that I will find another you
That can't be true, ah

"Gila si Aldi, mantul ye suaranya?" tanya Andre pada Bara dengan tampang berbinar seperti melihat Takahiro Morita sedang live di kafe Dua Empat.

"Apaan mantul?"

"Mantap betul."

Bara memasang tampang bodo amat. "Serah lu dah," sahutnya sambil menyomot kentang goreng.

Why didn't I realize
Why did I tell lies

"Apa yang langsung ada di pikiran lo saat denger lagu ini?" tanya Andre iseng.

Bara diam, dalam hati ia menjawab, Luna sama Rigel.

Yeah, I wish that I could do it again, oh

"Kagak ada," ujar Bara cuek.

Turnin' back the time, back when you were mine all mine

"Gue sih langsung kepikiran si Rara."

"Kenapa juga itu si Cebol?"

So this is heartache?
So this is heartache?

"Menurut pandanga gue, lagu ini Aldi nyanyiin buat Rara. Ya, lo tau sendiri hubungan rahasia mereka rumit dan semakin rumit," ujar Andre miris.

"Sok tau lo, Ndro." Bara langsung bangkit dari tempat duduknya.

All this pain in the chest, my regrets
And things we never said, oh baby

"Lah, lo mau ke mana Bar?" tanya Andre langsung.

"Toilet, ngapa? Mau ikut lo?" tanya Bara sewot.

"Aduh, enggak dulu deh. Aku takut malah timbul fitnah nantinya, aku enggak siap kalau kita digrebek masa terus dinikahkan paksa," ujar Andre dengan gaya malu-malu lebay.

Bara mengernyit jijik lalu menjitak kepala Andre sambil mengumpat. Tidak mau meladeni Andre lebih lama, Bara langsung pergi meninggalkan temannya itu menuju toilet.

So this is heartache?
So this is heartache?

Suara Aldi yang sedang menyanyi mulai terdengar samar saat ia berjalan menuju wilayah toilet. Di depan toilet wanita, Bara melihat dua orang perempuan yang ia kenali sebagai anak Pranata.

"Lama banget sih Siska ya ampun, ke toilet aja harus banget ditungguin," gerutu salah satu gadis berambut pendek.

"Sil, sumpah. Rigel udah punya pacar," teriak temannya gadis berambut pendek dengan hebohnya setelah melihat ponsel.

StarlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang