BAB 14 ー Bara Mesum

14K 1.2K 73
                                        

S T E L L A***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

S T E L L A
***

"Biasanya yang ngeselin itu ngangenin."

***

Stella masih tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk membuka ponsel dan membuka aplikasi chat. Ada banyak pesan masuk dari grup kelasnya, tapi Stella sedang tidak berminat membuka grup itu dan membaca apa yang sedang teman sekelasnya obrolkan di sana.

Tangan Stella bergerak ke bawah, mengusap layar dengan perlahan dan berhenti saat melihat nama Altair Ardiatama. Pesan-pesan dari Alta banyak, ia terdiam sesaat memandangi layar ponselnya, saat ini Stella dibuat ragu dengan keputusan yang akan diambilnya.

Hendak membuka pesan itu, tiba-tiba pesan baru dari seseorang dengan nama Cupang Rambo masuk ke ponselnya. Stella dibuat mengerutkan kening oleh nama seseorang yang mengiriminya pesan itu.

Cupang Rambo

Heh Stella!

Maaf, ini siapa?

Lo ga tau gue?!
Lo bisa baca ga woy
Jelas-jelas ini gue
BARA

Stella memundurkan wajahnya sambil menatap layar ponsel yang menunjukan chatnya dengan Bara.

Bara?
Tapi nama lo Cupang Rambo
Ya gue enggak tahu Cupang Rambo itu nama lain lo 😶

APA?
ANJING
SI ANDRE BANGSAT PASTI YANG GANTI
SIALAN ITU ANAK
KURANG AJAR
MASI GUA LIATIN
BESOK GINJALNYA GUA KETAPEL

😶

DIEM LO

"Astaga," gumam Stella. Ia dibuat makin heran dengan Bara yang marah-marah seperti itu. "Ini kenapa marah-marahnya ke gue sih?" keluh Stella menatap kesal layar ponselnya.

Buka jendela kamar lo
BURUAN

Kenapa?

Buruan buka elah lo pake tanya-tanya

Stella dibuat mendesis lalu dengan terpaksa menuruti titahan Bara yang tidak jelas itu. Ia berjalan dibantu kruknya menuju jendela, ia membukanya dan langsung tersentak kaget nyaris berteriak saat menemukan wajah kesal Bara ada di hadapannya.

"Bara, lo ngapain?" tanya Stella tidak percaya. Entah bagaimana caranya Bara bisa naik ke lantai kamarnya.

"Iseng," jawabnya santai. Ia masuk ke dalam kamar Stella dan mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru.

Stella ditempat diam, memperhatikan punggung tegap Bara yang berbalut jaket berwarna cokelat. Bara berbalik, menatap pada Stella yang masih diam di dekat jendela sambil memandanginya dengan tatapan yang selalu membuat Bara ingin sekali menyentil dahinya.

StarlightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang