[UNLOCK]
File 3
Kecelakaan
Ya, itu gue. Orang yang malam itu nabrak Stella sampai dia buta dan enggak bisa jalan.
Malam itu gue lagi emosi dan bawa mobil dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba aja Stella lari ke tengah jalan lalu ketabrak mobil gue, atau bisa saja hal itu jadi dia sendiri yang menabrakan diri ke mobil gue. Gue memang salah karena kebut-kebutan di jalan sampe mencelakai seseorang, tapi gue juga merasa Stella yang tiba-tiba lari ke tengah jalan ikut salah dalam hal ini. Namun, tetap saja, gue yang bawa mobil tetap menjadi yang disalahkan dalam hal ini.
Papa sama Kakek marah besar karena hal ini, tentu saja, mereka sudah pusing dengan semua masalah yang gue buat. Namun, mereka tetap enggak akan meninggalkan gue sendirian. Mereka mengurus masalah gue dan gue enggak pernah mau tahu itu, gue hanya menunggu masalah gue tahu-tahu beres. Rupanya, cewek yang gue tabrak itu anak dari teman baiknya Tante gue, itu mempermudah masalah gue cepat kelar. Pihak keluarga gue menjanjikan kembalinya kondisi Stella pulih seratus persen seperti dulu. Selama itu, gue juga harus menjaga Stella dan melindungi gadis itu. Sebelum dia bisa melihat dan jalan sendiri, gue harus selalu membantunya dan mengurusnya. Itulah alasan utama atas sikap gue selama ini ke Stella. Gue harus nebus dosa gue, gue harus tanggung jawab atas apa yang sudah gue lakukan.
Sebenarnya, Kakek bilang gue enggak perlu sampai repot-repot sendiri menjaga Stella, tapi Papa berpendapat lain. Menurut Papa, ini bisa jadi hukuman sekaligus pembelajaran buat gue yang selama ini selalu berbuat onar dan tidak pernah sudi bertanggung jawab karena merasa gue punya segalanya.
File 4
Tentang Luna
Saat kecelakaan Stella, gue juga tahu kondisi Luna semakin memburuk. Luna pasti sedih lihat gue lagi-lagi selalu berulah dan membahayakan nyawa seseorang. Akan tetapi, dia tetap senyum sama gue dan dengan lembut minta gue untuk enggak lari lagi dari masalah seperti yang selalu gue lakukan.
Gue enggak pernah bisa nolak apa yang Luna minta. Saat itu, Luna juga minta gue untuk menjaga Stella dengan tulus, maka gue akan lakukan. Gue menjaga Stella berbulan-bulan, menunggu sampai gadis itu mendapat donor mata, gue lakukan itu seperti maunya Papa dan Luna. Selama itu pula kondisi Luna semakin kritis, tapi dia tetap senyum saat gue jenguk dia.
Luna pernah sekali berbicara dengan Stella di taman rumah sakit. Awalnya Stella memang tidak mau diajak bicara, tapi Luna dengan segala caranya bisa dengan mudah membuat Stella mau dan luluh juga. Gue enggak tahu mereka ngobrol apa karena Luna minta gue untuk ninggalin dia dan Stella berdua saja.
Tidak lama dari itu, Luna bilang dia udah enggak kuat dan mau pergi ketemu mama dan papanya. Luna bilang dia enggak punya banyak waktu lagi, gue minta dia bertahan tapi dia udah cape. Luna memutuskan untuk mendonorkan matanya saat dia udah enggak ada, alasannya, dia melakukan itu untuk gue, demi meringankan masalah gue dan supaya dia bisa lihat gue malalui Stella. Permintaanya pun bertambah, Luna tidak hanya meminta gue untuk menjaga Stella karena akan memiliki matanya, dia juga meminta gue untuk lupa sama dia dan jatuh cinta pada Stella. Untuk yang terakhir, sampai kapan pun gue enggak bisa, Luna.
***
An:
Bab 33nya ntar siang ya 😵 kobam gue
Di Stella's Note dia bilang dia tahu 'kan siapa yang donorin matanya buat dia. Ya, dia tahu namanya Luna, cewek yang pernah curhat di taman rumah sakit dulu. Isi curhatan Luna sama Stella apa? Oh, rahasia dong.
Stella enggak tahu aja Luna itu ceweknya Rigel hehe ywd gt aja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Starlight
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] [COMPLETED] Kecelakaan yang dialami Stella membuatnya merasa berada di dasar terendah dalam hidup. Saat itu, Stella membenci hidupnya. Ia juga teramat membenci dalang dari hilangnya pengelihatan dan fungsi satu kakinya. Na...
