Kilana Jeanny Laurence POV
Kami semua masih terpaku di tempat ketika membaca kalimat terakhir dari Ana. Vina? Bunuh diri? Yang benar saja!
Bahkan ketika Vela berlari menuju luar kamar pun, kami masih terdiam.
"Vela kenapa?" tanya Alex.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. "Ga tau."
Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi mengikuti Vela. Ternyata, Vela pergi menuju kamar Axel.
Vela segera menggedor kamar Axel dengan keras dan cepat. "Bukain cepatan!" serunya dingin dan garang.
Pintu kamar itu segera terbuka dan tampaklah Axel. "Ada apa?"
"Vina ada di mana?" tanya Vela buru-buru.
"Mana gue tau!" seru Axel heran. "Gue kan bukan bapaknya!"
"Eh, aku serius!" bentak Vela kesal. "Di mana dia?! Aku tau, kamu pasti tau Vina di mana, kan?!"
Wah, sepertinya, akan ada bukti lagi deh.
Aku buru-buru menyalakan handphone-ku dan merekam suara mereka berdua.
"Sumpah, La," kata Axel. "Gue ga tau."
"Sumpah lo itu palsu, anjing!" bentak Vela makin keras.
Astaga. Salut buat Vela.
Axel terlihat ketakutan melihat Vela yang galak begitu. "D-dia..."
"APA?!" bentak Vela benar-benar marah. "Lo ga ngasih tau ke gue, lo mati di tangan gue sekarang!"
"D-dia...lagi ada di sekolah lo," kata Axel terbata-bata.
"NGAPAIN?!"
"Ngirim s-surat kaleng," kata Axel lagi.
Aku tersenyum sinis. Untung saja, aku sudah merekam suara mereka dari awal.
"MAU NGIRIM KE SIAPA LAGI?!" salak Vela galak.
"Ke...ke Tiara," kata Axel.
"KAMU TAU HAL INI SEMUA DARI VINA?!"
Axel mengangguk.
"KAMU JUGA TERLIBAT DALAM PEMBUATAN SURAT INI, HAH?!" teriak Vela marah.
Lagi-lagi, Axel mengangguk sambil menelan ludahnya.
Vela, yang sudah mengepalkan tangannya dari tadi, segera menonjok Axel tanpa berpikir panjang dan menghajar Axel habis-habisan sebelum Axel bertindak apa-apa. Aku sempat melihat sudut bibir Axel berdarah karena tonjokkan Vela.
Mendengar ada keributan, semua yang ada di dalam kamar Alex segera keluar dan melihat apa yang telah terjadi.
"Vela!" teriak Alex. "Lo tuh apa-apaan sih?"
"Kakakmu tuh yang apa-apaan!" bentak Vela balik.
Alex segera membuang mukanya dan bertanya pada kakaknya tanpa menatapnya. "Lo kenapa?"
Axel hanya terdiam sembari meringis kesakitan karena ditonjok dan dihajar oleh Vela.
Aku mendengar Vela mendengus sinis. "Payah banget lo jadi cowok! Untung gue bukan pacar lo lagi sekarang!"
"Bagus lah," sahut Axel tak kalah sinis. "Gue juga ga mau punya cewek galak kayak lo."
"Oh, pantesan aja Vela minta putus," kata Cindy. "Lo-nya aja brengsek kayak gini!"
"Asal lo tau, gantengan juga Alex kali, daripada lo!" seru Nita menyetujui Cindy.
"Pinteran juga Alex!" seru Sheina.
"Bener tuh!" seru Tama.
"Malu deh, kalo gue ngeliat lo," kata Nando.
"Mana lagi, dia tuh cowok kayak kita!" seru Frankie.
Sementara yang lain berkomentar, Alex dan aku sudah menahan Vela agar tidak menghajar Axel lebih lagi. Bukannya aku melarangnya, toh aku sendiri juga puas kalau Axel mati di tangan Vela dengan mengenaskan. Tapi, aku merasa kasihan pada Alex jika kakaknya itu mati di tangan Vela.
"Udah, La," kataku dengan suara rendahku. "Ga usah dihajar lagi."
Tak lama kemudian, aku merasa badan Vela semakin memberatkan tanganku. Dia semakin melemaskan dirinya hingga akhirnya, dia menangis.
Aku segera memeluk Vela dan berkata padanya, "It's okay, La. Lo ga usah kayak tadi. Lo bisa bicara baik-baik sama dia."
Vela mengangguk pelan, lalu berbisik padaku.
"Kasih tau ke Ana kalau kakaknya ga bunuh diri, melainkan mau ngirim surat ke Tiara."
529 words
nah kan, si Vina emang tolol banget. ternyata dia mau ngirim surat, bukan mau bunuh diri. cuma gertakan kosong belaka.
sebelum gua suruh kalian komen, vote, atau follow instanya CHAVERALIVENA, gua mau minta maaf dulu karena bab ini isinya singkat. isinya singkat tapi ini semua pemikiran dari seorang Kilana Jeanny Laurence, si Penilik dan Saiton SMP Kebonjati.
eh iya, bagi yang penasaran sama nama sekolahnya Vela, namanya SMP Kebonjati yaaa
nah sekarang, gua baru mau suruh-suruh--eh, ngingetin--kalian
jangan lupa vomment. semuanya diterima asal tidak ada kata KASAR (berarti tolol, sialan, brengsek, dan seribu kata lainnya diperbolehkan :v).
jangan lupa juga follow CHAVERALIVENA di insta yaksss
see you at bab 20 gais...
salam dari Vina, si tukang pos yang kerjaannya ngirim surat
bab 20 is coming soon...

KAMU SEDANG MEMBACA
{#MGF1} My Girl Friend My Soulmate--Completed
Teen FictionCover by : @tehucupae Rank 204 #kisahremaja (28/8/18) Rank 162 #anaksekolah (28/8/18) Rank 14 #pengkhianat (28/8/18) Ini bukan soal Velandra Victoria dengan Viktor Alexander. Ini bukan masalah cinta saja. Ini juga masalah pertemanan dan persahabatan...