Viktor Alexander POV
Kurasa, Ria memang harus dibawa ke RSJ.
Apa dia masih waras, hah?! Berani-beraninya berkata begitu pada Vela! Lagipula, dia pikir, aku mau sama dia, hah?!
Maunya sama Vela, keles!
Ups. Bukan waktunya mikirin beginian!
"Coba, ulangi permohonanmu," kata Vela.
"Gue mau, lo ga usah deket-deket Alex lagi dan bikin Alex suka sama gue," kata Ria lagi.
"Eh, tolong. Kalo berharap itu jangan ketinggian," kata Vina mencela. "Kalo lo suka sama dia, promosiin kebaikan lo. Bukannya keburukan lo malah keciduk gini!"
Aku tersenyum sinis. "Bener tuh. Emang, setelah apa yang terjadi tadi, lo pikir gue mau deket-deket sama lo?" tanyaku sinis.
Ria terdiam sejenak sebelum akhirnya menyunggingkan senyum sinis—alias psikopat—nya yang sangat menyeremkan. "Pasti mau dong," sahutnya.
"Na," kata Vela. "Kurasa, kamu harus bawa kembaranmu pada psikolog atau RSJ sekalian."
Vina mengangguk cepat. "Itu sih udah pasti. Untuk hari ini, dia ga akan gue ijinin masuk ke rumah."
"Jangan!" seru Kila cepat. "Kalo lo biarin dia di luar, nanti gawat! Bisa aja dia pergi ke tempat lain dan...yah, intinya lebih gawat kan kalo dia ke mana-mana!"
"Jadi, gue harus gimana?" tanya Vina.
"Hari ini, dia harus tidur sama lo," kata Kila tajam. "Harus."
"Kenapa?"
"Untuk memastikan kalo dia ga bakal keluar rumah," kata Kila.
Vina mengangguk patuh. "Oke. Omong-omong, gue udah minta maaf ke Vela soal gue jadi PHO kok. Kalo lo mau tau alesannya, soal gue jadi PHO, Vela tau alesannya kok."
Kila terlihat bersalah. "Sori ya. Gue ga tau..."
"Ga apa-apa," kata Vina lalu merangkul kembarannya itu dengan kasar. "Ayo, kita pergi dari sini."
"Eh, gue ga gila ya!" seru Ria tiba-tiba.
"Diem deh," kata Vina cepat lalu menyeret Ria agar mau ikut dengannya. "Ayo, kita pergi dari sini!"
"Gue ga gila, Na!" teriak Ria.
"Diem!" bentak Vina pada Ria. "Lo ikut gue sekarang, atau gue laporin ke bonyok tentang perbuatan lo selama ini!"
Ria segera merasa ketakutan dan mengikuti Vina menuju lift. Setelah lift itu terbuka, mereka segera masuk dan pintu lift itu segera tertutup kembali.
"Jadi, ehm, hari Sabtu di rumah siapa?" tanya Kila.
"Di rumah gue aja," kataku cepat. "Kakak gue kan pasti masih dirawat."
Kila segera mengangguk. "Gue pulang dulu ya."
"Iya," kataku dan Vela bersamaan.
Kila buru-buru menuju lift dan masuk ke dalamnya
"Jadi," kata Vela sambil menatapku tajam. "Apa maksudmu tadi?"
Aku mengernyit heran. "Maksud apaan?"
"Soal kamu mengaku pada Vina bahwa aku pacarmu. Apa-apaan itu?" tanya Vela tajam (lagi).

KAMU SEDANG MEMBACA
{#MGF1} My Girl Friend My Soulmate--Completed
Novela JuvenilCover by : @tehucupae Rank 204 #kisahremaja (28/8/18) Rank 162 #anaksekolah (28/8/18) Rank 14 #pengkhianat (28/8/18) Ini bukan soal Velandra Victoria dengan Viktor Alexander. Ini bukan masalah cinta saja. Ini juga masalah pertemanan dan persahabatan...