Bab 40

93 8 4
                                    

Viktor Alexander POV

Aku ragu bahwa para curutku dan teman-teman Vela masih mengikuti aku dan Vela.

Habisnya, ini nyaris jam sepuluh malam dan besok ada pembagian rapot.

"La, mangkal di sini dulu, ga apa-apa kan?" tanyaku pada Vela.

"Ga apa-apa, Lex. Asal ada makanan dan kamu bakal traktir aku," kata Vela asal ceplos.

"Sialan lo, La!" seruku sambil tertawa.

Aku memarkirkan motorku di dekat tukang nasi goreng langgananku di Dago. Sumpah, kalau Vela minta traktir aku di sini, bisa-bisa aku tekor. Habisnya, nasi goreng di sini benar-benar enak!

Makanya aku agak ragu mentraktirnya di sini.

"Lo mau makan apa?" tanyaku padanya setelah kami mendapatkan tempat duduk.

"Nasi goreng kornet dua porsi, mie rebus pake telor setengah mateng satu porsi, minumnya jeruk nipis dingin satu sama cappuccino dinginnya satu ya," kata Vela panjang lebar.

Astaga. "Lo yakin pesen sebanyak itu?" tanyaku.

"Ya kaga lah!" sahut Vela sambil tertawa. "Emangnya, perutku segendut itu ya? Aku pesen nasi goreng kornetnya satu porsi dan jeruk nipis dinginnya satu."

Aku segera menghembuskan nafas lega. Aman. Setidaknya, dompetku tidak mendadak tipis dalam waktu singkat. "Oke deh, bentar ya. Gue pesenin dulu."

Aku segera memesan. Sambil menunggu pesanan kami tiba, aku berbincang-bincang dengan Vela soal perjodohan yang, haha, dia tidak akan sukai.

"Jadi, gimana soal perjodohan lo?" tanyaku.

"Yah, ga gimana-gimana. Cuma, yah, orangtuaku makin ke sini makin ngeselin aja. Habisnya, makin sering ngomong kalo aku bakal suka sama calonku," katanya bete.

Aku tertawa dalam hati. Ya jelas bakal suka lah!

"Kalo kamu sendiri? Gimana soal perjodohanmu?" tanya Vela.

Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaannya itu. "Yah...gue...gue juga ga gimana-gimana kok," kataku grogi. "Cuma...gue udah tau calon gue siapa. Gue juga udah tau orangnya kayak gimana."

"Oh ya?" tanya Vela semangat. "Siapa orangnya? Kayak gimana?"

"Yah, orangnya cantik sih. Kalo pertama kali ketemu sih, dingin gitu. Udah dingin, sinis lagi! Paling anti sama cowok. Tapi, kalo udah kenal sih, anaknya rame banget. Bisa diajak ngobrol, curhat, trus juga baik banget! Pokoknya perfect deh buat gue," kataku sambil membayangkan semua sifat Vela.

"Wah, kamu hoki banget dong bisa dijodohin sama cewek kayak gitu," kata Vela sambil mengangkat sudut bibrnya samar. "Kalo udah pacaran, nanti kasih tau aku ya. Aku mau tau orangnya kayak gimana."

"Iya," kataku sambil tersenyum. "Omong-omong, kalo calon lo, kayak gimana?"

Vela tersenyum masam. "Aku belum pernah ketemu sama orangnya," katanya bete. "Orangtuaku juga ga pernah mau ngasih tau sifat dari calonku itu. Mereka hanya berkata kalau aku pasti senang dijodohkan dengan calonku itu."

Kita liat aja nanti, dia bakal seneng atau kaga dengan calonnya.

"Oh gitu," kataku. "Nanti, kalo gue udah pacaran sama dia, gue bakal pastiin lo bakal jadi orang pertama yang tau calon gue gimana deh."

Vela tersenyum tipis. "Makasih. Aku juga bakal lakuin hal yang sama kalau aku udah ketemu sama dia dan pacaran. Itupun kalau aku mau," kata Vela sinis.

Kalo dia sampe ga mau sih, gue babat juga.

"Viktor, ieu yeuh dahareunana," kata Mang Jejen padaku.

{#MGF1} My Girl Friend My Soulmate--CompletedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang