-Revisi-
Derap langkah kaki Kiera tergesa-gesah saat berjalan menyusuri koridor rumah sakit, sesekali dia menoleh ke segala arah dengan tetap memegangi mulutnya meski sudah tertutup masker, ia mencoba menghindari tatapan dari beberapa orang yang kemungkinan mengenali dirinya. Lebih parah lagi jika ada wartawan gila yang mengikuti, dia harus tetap waspada dimana pun berada. Itu bukan hal baru untuknya. Meski muak dengan segalanya tidak membuat Kiera menyerah begitu saja.
Kiera adalah penyanyi terkenal yang kepopulerannya meroket selama beberapa tahun yang lalu namun, kini segalanya telah berbalik, ia memutuskan untuk berhenti karena tidak mampu bernyanyi lagi, ditambah lagi dia terpaksa berhenti akibat skandal rumor yang semakin menyudutkan sekalipun itu tidak benar. Mungkin inilah yang disebut jungkir balik di dunia yang menurutnya tidak pernah adil. Dulu di sanjung kali ini di rundung, mungkin itu lebih tepatnya.
Bukan tanpa sebab ia mengendap-endap seperti ini, gadis itu masih takut wajahnya terpampang lagi di majalah dan koran, tersebar berita yang menjelekkan bahkan tidak benar atas dirinya. Baginya menghindar lebih baik daripada membiarkannya terulang kembali, seperti tidak rela dijadikan bahan oleh media agar menguntungkan pihak mereka. Memang begitulah gosip tercipta. Tidak ada kebenaran, yang ada hanyalah rumor berdasarkan asumsi mereka sendiri. Tidak adil memang, tapi inilah kenyataanya.
"Hei, tunggu!" seseorang memanggil dari arah samping membuat Kiera lantas menoleh. Sedetik kemudian Kiera melarikan diri, orang itu tampangnya seperti wartawan jika dilihat dari kamera besar yang ditentengnya.
Sialan! Wartawan gila! Kiera merutuki dalam hati, Kiera berlari sambil sesekali menoleh ke belakang, memastikan dirinya terbebas dari wartawan tersebut.
Rasanya wartawan bertubuh jakung, dengan rambut warna pirang itu tak pernah lelah mengejar atau setidaknya mengambil potret Kiera secara terang-terangan. Bagi Kiera itu sangatlah mengganggu, membuatnya muak karena saking sebalnya. Bukankah Kiera bukan lagi seorang artis, lalu mengapa harus segiat itu mengejar Kiera?
Begitu melihat toilet, otomatis Kiera mempercepat larinya dan masuk ke dalam untuk bersembunyi. Berharap dirinya benar-benar aman.
Di dalam toilet dia terengah sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang, ia berusaha menenangkan diri sembari duduk di toilet duduk. Tudung kepalanya juga dilepas, setelah itu kacamatanya di naikkan ke atas kepala.
Sial! Mau sampai kapan orang gila itu ngintilin aku?! pengen gue geprek mukanya, ish! ucap Kiera dalam hati, tanpa sadar melepas sepatu dan mengangkatnya ke atas seakan orang yang akan dipukul ada di depannya. Setidaknya refleknya masih bagus meskipun Kiera tidak bisa lagi bicara.
Beberapa menit berlalu. Kiera amat sabar menunggu kebebasannya, begitu merasa tenang Kiera berdiri lalu berjalan keluar, Kiera menoleh ke segala arah untuk memastikan dirinya benar-benar aman. Kali ini Kiera tidak akan lengah.
Aman! batin Kiera. Kakinya mulai terayun lagi, berjalan menuju ruangan dokter yang biasa ditemuinya, Dr. Resa.
Tak berselang lama akhirnya Kiera sampai di ruangan tersebut, tangannya mengetuk pintu secara beraturan sambil menunggu respon dari dalam.
"Masuk!" dokter itu berseru dari dalam ruangan.
Dengan sekali dorong pintu itu dibuka Kiera, ia menuntun kakinya berjalan mendekat lalu duduk di kursi. Sekarang Kiera aman bersama dokter berwajah tampan dan kalem itu.
"Jadi bagaimana, Kiera?" tanyanya basa-basi. Mendengar namanya disebut, Kiera lantas mengerutkan dahi.
"Oh, maaf. Maksud saya, Ra."
Kiera memutar bola mata, sesaat ia berpikir lelaki itu memang sengaja melakukannya, padahal sebelumnya sudah diperingatkan agar tidak lagi memanggilnya dengan nama itu. Nama berlebel haram bagi Kiera.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unvoice [COMPLETED]
Teen FictionTerkadang orang yang hatinya sering disakiti akan sulit baginya memberikan kepercayaan lagi untuk orang lain. - Keira Zee Jika dulu sebelum dilahirkan bisa memilih antara menjadi bisu atau bisa bicara, lebih baik menjadi bisu karena tak harus bicar...
![Unvoice [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/153778962-64-k157570.jpg)