32 || knowing bros

2.6K 321 22
                                        

3 2

k n o w i n g   b r o s

his feelings are too loud for words and too shy for the world

✿ㅡ✿

knowing bros' shooting location
2024 (setahun lagi nikah hehe)

"APAKAH KAU BENAR-benar baru saja mengajukan pertanyaan itu?" Heechul menaik-turunkan alisnya dengan jahil, seringai pada wajahnya mengingatkanku akan iblis yang sering kutemui di film horror. "Haruskah aku mengatakannya di sini?"

Itu membutuhkan setidaknya lima detik bagiku untuk dapat mengerti apa yang sedang ia bicarakan. "Hyung-" Suaraku menghilang, ragu akan kata-kata yang harus kugunakan untuk menghentikannya. Maka, terdorong oleh refleks, aku melangkahkan kakiku keluar dari podium hanya untuk merosot ke lantai tak jauh dari kedua kakinyaㅡhampir kelihatan seperti sedang menyembah, tapi aku rela melakukan itu jika dengan begitu ia bisa berhenti.

Namun bukan Kim Heechul namanya jika dia rela membiarkanku lolos dengan damai setelah apa yang dia saksikan di belakang panggung selama bertahun-tahun. Saking semangatnya ia sampai bangkit dari kursinya, seolah komentarnya barusan belum cukup menarik perhatian saja.

"Kai ini," Ia memberi jeda untuk menahan tawa. "Alasan kenapa dia sangat ingin debut adalah," Dan memberi penekanan pada kata sangat. "Karna dia ingin membuat SoojㅡKrystalㅡterkesan."

Itu dia kata kuncinya.

Kalau begini sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali. Menutup wajah dengan kedua tangan, kedua sudut bibirku langsung terangkat seraya membentuk sebuah senyum malu-begitu lebar hingga deret gigiku terpampang dan pipiku sakit rasanya.

"Dulu saat dia masih menjadi trainee," Kedua tangannya terangkat saat ia bicara, sekali lagi menjabarkan betapa semangatnya Heechul dalam mengekspos juniornya. "Aku dan Eunhyuk yang sering jadi korbannya."

Menjatuhkan kedua tangan ke atas pangkuan, aku akhirnya mendongak. Tatapan penasaran yang diberikan host lain adalah hal pertama yang kutemukan, setelah itu ekspresi puas Sehun dan Chanyeolㅡyang seharusnya membantuku, bukannya malah tertawa diatas penderitaankuㅡdan baru lah seringai jahil Heechul yang belum berubah.

Melempar pandangan ke arah samping, menyisir di kegelapan di antara kru dan camera man, aku berusaha untuk menemukan managerku; meminta bantuan atau setidaknya bertanya dalam diam apakah ini baik-baik saja. Namun kemudian aku sadar bahwa kami tidak sedang melakukan live broadcast, mereka bisa mengeditnya jika membicarakan Soojung memang tidak diperbolehkan.

"'Hyung, aku tidak sabar untuk cepat-cepat debut supaya aku bisa lebih tinggi daripada Soojung,'" Lanjut Heechul, serta merta menjawab rasa penasaran semua orang. "Itu adalah kalimat yang sering ia katakan pada kami. Aku dan Eunhyuk akan selalu mengatakan padanya bahwa bukan debut yang membuatmu tinggi, Jongin, tapi waktu, kau bakal bertambah tinggi walau bagaimana pun juga."

Ia memberi jeda sekali lagi, tapi hanya untuk mengizinkan yang lain tertawa kali ini.

"Itu baru sampai Leeteuk kebetulan sedang bersama kamiㅡsaat Jongin mengatakan itu untuk yang kesekian kalinyaㅡlah kami dibuat mengerti bahwa ada maksud tersembunyi dibalik keinginan tersebut."

Aku mengangkat tanganku untuk meraih ujung meja, secara perlahan berusaha bangkit dan menerima kenyataan bahwa aku berteman dengan seseorang seperti Heechulㅡyang memang tidak pernah mengerti akan gagasan privasi dan menjaga nama baik.

"Sayangnya, Leeteuk baru memberitahu kami setelah EXO sudah mulai disibukkan oleh persiapan debut dan kami sendiri oleh promosi album, jadi itu tidak memberiku kesempatan untuk papasan dengannya di lorong dan menggodanyaㅡyah!"

Suara pekikannya tiba-tiba memenuhi udara begitu palu merahku mendarat di bahunya. Ia seharusnya bersyukur aku masih menghormatinya sebagai senior dan tidak memukul kepalanya.

"Salah," Aku menggeram sambil berjalan kembali ke podium. Well, meskipun apa yang ia katakan ada benarnya juga-malah memang seharusnya itu lah yang menjadi jawaban atas pertanyaankuㅡtapi aku sudah terlanjur memilih jawaban lain.

"Salah? Aku salah? Tapi itu sudah hampir benar, kan?" Bisa kurasakan ia membututiku dari belakang, sampai kemudian ia berputar untuk menghadap host yang lain dan berkata, "Jika mengingat seberapa tergila-gilanya Kai dulu terhadap Krystal, itu pasti ada sangkut pautnya dengan wanita itu."

Aku tahu seharusnya aku mengajukan pertanyaan yang disarankan managerku saja alih-alih, Semasa masih menjadi trainee, kata-kata apa yang sering kuucapkan pada diriku sendiri supaya aku tetap semangat untuk debut?

Aku lupa akan keberadaan Heechul serta kemampuannya untuk memutarbalikkan kata-kata orang lain dan menjadikannya bumerang terhadap orang itu sendiri.

"Apakah itu 'Aku harus cepat-cepat debut supaya aku bisa mengumpulkan modal untuk melamar Krystal'?" Sambar Seo Jang-hoon, makin memotivasi yang lain untuk membuat jawaban mereka hanya berputar di sekitar Soojung.

"Dia masih kecil waktu itu," Sanggah Min Kyung Hoon dengan wajah polosnya. "Mana kepikiran soal menikah?"

"Ah, aku tahu!" Lee Soo-geun ikut-ikutan. "'Aku harus cepat-cepat debut supaya Krystal bisa melihatku sebagai seorang pria'?"

"Memangnya dia belum menjadi pria waktu itu?"

"'Aku harus cepat-cepat debut supaya aku bisa lebih sering bertemu dengan Krystal'?"

"'Aku harus cepat-cepat memiliki penghasilan supaya Krystal mau denganku'?"

"Yah!" Mendengar hal tersebut, Heechul langsung menunjuk-nunjuk Kang Ho-dong dengan telunjuknya. "Memangnya kau pikir dia wanita matre?"

Kedua lututku langsung menyerah lagi sehingga kini aku sudah meringkuk lemas di balik podium. Kening tersandar di sana sementara aku sudah tidak merasa perlu untuk menyembunyikan wajahku, toh, kartuku sudah dibuka semua. Aku hanya bisa ikut tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala, tidak habis pikir kenapa aku bisa sesial ini. Mimpi apa aku semalam sampa bisa dipermalukan di tv nasional?

Jawaban yang sudah kusiapkan sebenarnya adalah 'Aku harus cepat-cepat debut supaya aku bisa membeli ayam goreng dengan uangku sendiri', tapi sepertinya baru pertama kali dalam sejarah yang memberi pertanyaan lah yang salah, karna aku sadar sebagian besar jawaban mereka malah lebih akurat daripada jawabanku sendiri.[]

[a/n] ngeliat jongin nangis kemaren, di satu sisi pengen meluk tapi di sisi lain pengen minta nyai aja buat tolong pelukin. hhh dilema seorang shipper

24 hoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang