12 || pretty little thing

3.3K 291 34
                                        

1 2

p r e t t y   l i t t l e   t h i n g

he just hung in with me in this very quiet, very simple, very tactile way

✿ㅡ✿

soojung's apartment
2024


[BREAKING] Tujuh tahun setelah dikabarkan putus, Kai-Krystal kini balikan lagi?

(Source: Dispatch)

Aku menatap judulnya sambil menghembuskan napas panjang. Agak sedikit ke bawah, deretan foto berkualitas rendah yang diambil pada malam hari dipaparkan seolah bakal menguatkan pernyataan sebelumnya. Wajahku seharusnya sulit untuk dikenali jika mengingat scarf yang kulilitkan di sekujur leherku saat itu, ditambah topi yang sengaja kugunakan serendah mungkin, tapi entah bagaimana orang-orang masih sadar kalau itu aku.

Fotonya diambil dari samping, jadi semua orang bisa melihat dengan jelas sesosok pria yang mengikuti tepat di belakangku. Jongin menutup wajahnya dengan masker, tudung jaket dan topi yang ia kenakan pun menghalangi orang-orang untuk mendapat akses ke dalam matanya. Akan tetapi, lagi-lagi, entah bagaimana mereka bisa tahu kalau itu dirinya.

Mungkin itu karna cara berpakaian kami yang sudah menjadi ciri khas, atau karna rambut panjangku yang terjuntai di sepanjang bahu, atau karna tinggi badan Jongin yang sudah melekat di kepala orang-orang; pokoknya, mereka tahu. Padahal sudah bertahun-tahun kami berhasil melanjutkan hubungan kami tanpa diketahui publik, entah kenapa kami harus tertangkap lagi tak lama setelah Jongin mengajakku untuk menikah.

Apa kata orang jika kami mengumumkan berita pernikahan kami tak lama setelah tertangkap sedang berkencan oleh media?

Agak sedikit ke bawah lagi, pandanganku merambat ke kolom komentar. Setelah diberitahu kalau mereka akan merilis ini, seharusnya aku sudah menyiapkan diri untuk menerima segala caci dan makian orang-orang. Akan tetapi, hatiku tetap sakit rasanya.

Kukira Krystal bilang dia ogah kembali dengan mantannya? Apa-apaan ini, dia membohongi kami semua? Dasar murahan.

Penghianat.

Munafik.

Aku baru saja hendak membaca sebuah paragraf panjang yang menuduh bahwa hubungan kami hanyalah media play saat tiba-tiba ponselku hilang dari genggaman. Kedua mata Jongin menyambutku saat aku mendongak.

"Sudah berapa kali kubilang padamu untuk tidak melihat internet?" Tuturnya, berpaling untuk mematikan ponselku.

Aku merengut, ingin berkata bahwa aku hanya ingin memantau reaksi orang-orang, tapi itu sama saja.

"Coba ini," Suaranya mengembalikanku ke bumi.

Saat aku mendongak lagi dari tempatku terduduk di konter dapur, Jongin sudah memasukkan sepotong pai ke dalam mulutku. Mataku membulat, hendak membatuk, tapi tetap berusaha mengendalikan diri dan mengunyahnya.

Di sebelahku, Jongin berdiri sambil menyandarkan salah satu tangannya di konter dan satu lagi di pinggang. Aku bertekad untuk terus menatap kedua matanya saat aku mengunyah, ingin memberikan reaksi yang sejujur mungkin. Tapi rasanya sulit untuk melakukan itu saat kedua alisnya terangkat oleh rasa penasaran dan bagaimana noda putih menghiasi ujung hidung dan pelipisnya.

Alhasil, kuangkat tanganku ke udara, menyeka noda itu dengan jari dan malah berakhir dengan menyisir rambutnya yang sudah mulai panjang. Aku terkekeh, tiba-tiba teringat oleh reaksi yang kuberikan saat ia pertama kali memangkas rambutnya sebelum bergabung dengan militer.

24 hoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang