3 6
i t u j o n g i n k e n a p a l a g i
masih manja, malah makin parah dia mah kalo udah ada penawarnya
✿ㅡ✿
soojung's apartment
12 am; 2018
SUARA BEDEBUM PELAN memecah keheningan malam saat sang gadis menendang sepatunya asal, sudah tidak punya tenaga lagi untuk sekadar membungkuk dan melakukannya dengan benar. Tatapannya terkunci ke depan, ke arah sofa yang sebenarnya hanya berjarak satu setengah meter dari jangkauannya. Tapi memang sudah dasarnya kelewat lelah, lima langkah saja sampai terasa seperti ia sedang mengelilingi tembok besar cina.
Melempar asal tas jinjingnya ke bawah meja, ia berjalan lurus tanpa merasa perlu untuk membuka mata, serta merta menjatuhkan diri ke depan sesaat setelah ia merasakan kedua lututnya menyentuh lengan sofa.
"Rough day?" Sebuah suara bariton pria yang menggema di udaraㅡwalau bagaimana punㅡlangsung berhasil membuat kedua matanya membelalak. Ia melengkungkan punggungnya ke belakang, kepalanya menyembul dari balik sofa saat ia sibuk berusaha mencari pemilik dari suara tersebut.
Di seberangnya, di balik pintu kulkas yang terbuka lebar, berdiri lah Jongin, dengan satu tangan memegang gelas sementara yang lain tersandar bebas di atas konter.
"Jongin!" Soojung terkesiap, refleks langsung membawa tangannya ke depan dada. "Bisa, tidak, lain kali beritahu aku dulu kalau mau datang kemari?! Aku bisa jantungan kalau begini caranya."
Yang harusnya meminta maaf malah menautkan bibirnya ke depan, "Aku sudah mengabarimu sebelumnya." Melihat raut bingung di wajah sang gadis, ia melanjutkan, "Aku mengirimu pesan, baby, coba lihat dulu ponselmu."
Mendengar hal tersebut, Soojung langsung terjatuh telentang ke atas sofa. Dengan salah satu telapak yang tersandar lemas di kening, ia terlihat seperti sedang menyalahkan dirinya sendiri. "Ah, maafkan aku, aku belum sempat mengecek pesanku seharian ini."
Jongin akan berbohong jika ia mengatakan bahwa ia terkejut dengan jawaban sang gadis. Toh, itu sudah bukan hal yang baru dan ia sudah memanfaatkan waktu tiga harinya di Osaka untuk mencoba terbiasa.
Cobalah pengertian sedikit, membernya akan berkata. Tapi sulit untuk tidak kecewa.
Meletakkan gelasnya di tempat piring kotor, sang pria menutup pintu kulkas di sebelahnya sebelum kemudian menyeberangi ruangan untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas ke arah sang gadis. Tanpa sadar, ia menghembuskan napas lega saat menemukan kedua mata Soojung yang masih terbuka lebarㅡsetidaknya itu menunjukkan kalau kekasihnya juga merindukannya sama besarnya sampai ia rela menyerang rasa kantuk yang menyerang.
"So, how's the concert?" Soojung mengulurkan tangannya untuk menyentuh lengan sang priaㅡyang kini juga sudah mendaratkan bokongnya di sisi lain sofa, itu pun ia harus mengangkat kedua tungkai Soojung ke atas pangkuannya dulu agar bisa mendapatkan tempat.
Mengangkat bahu, semangatnya langsung luntur seolah ia baru diingatkan oleh suatu hal. "Membosankan, tanpamu." Ia membalas lesu, sementara kedua tangannya mulai memijat-mijat pelan kaki Soojung yang telanjang karna sekarang musim panas dan memakai jins pendek itu masuk akal. "Maksudku, tahun lalu, waktu kau absen untuk yang pertama kali, aku belum benar-benar merasakan perbedaannya dan sama sekali tidak mengira kalau itu hanya merupakan awal dari keabsenanmu selanjutnyaㅡdan selanjutnya, dan selanjutnya."
Jongin kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu sofa, kadang kala ia akan menatap langit-langit saat tatapan yang Soojung berikan mulai terasa terlalu banyak untuk dapat dicerna.
KAMU SEDANG MEMBACA
24 hours
Short StoryThere's indeed a love story going on behind closed doors. [kumpulan kaistal oneshoots dengan background idol life] ©2018 #1 in fx #1 in kaistal #11 in oneshoots || 09/08/18 #32 in short story || 27/06/18 #70 in oneshot || 07/01/19
