H-18

42.4K 1.9K 29
                                        

   Anggap itu visualisasinya Raisa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   Anggap itu visualisasinya Raisa.

Raisa nampak lelah menunggu ibunya memilihkan kemeja untuk ayahnya. Raisa memutuskan untuk menunggu ibunya dibawah patung manekin.

Tak lama kemudian Hulya datang menemui putrinya.

"Duh anak mama kasihan banget sih,ayo kita pulang,papa sama adek kamu pasti udah nungguin" ucap Hulya pada putrinya.

Raisa bangkit dari duduknya dan mengikuti jalan sang ibu, saat melewati pakaian khusus anak anak matanya menangkap gaun anak cantik kesukaannya.

"Ma aku mau beli baju ini" ucap Raisa menghentikan langkahnya.

"Sayang baju kamu masih baru,kemarin di Bandung kamu beli baju masak sekarang harus beli baju lagi"  ucap Hulya memberikan pengertian pada putrinya.

"Pokoknya aku mau baju ini ma" ucap Raisa setengah terisak karena keinginannya tidak dituruti oleh sang ibu.

Begitulah anak kecil,ketika keinginannya tak terpenuhi ia mengeluarkan senjata yang paling ampuh, yaitu dengan menangis. Setiap ibu pasti ingin membahagiakan anak mereka, sama seperti Hulya yang ingin membahagiakan putrinya. Tapi entah kenapa semakin kesini ia merasa jika putrinya ini semakin manja dan ingin agar semua keinginannya terpenuhi.

Putrinya ini memiliki hobi yang sama dengannya yaitu hobi belanja,namun sifat manja dan kekanakan Raisa ia dapatkan dari Revan, ayah kandungnya.

Reyhan dan Hulya sama sama memiliki sifat dan pemikiran yang dewasa,berbeda dengan Revan yang manja dan kekanakan dan sifatnya inilah yang Revan turunkan pada putrinya. Bahkan jika Raisa dan Rasya bertengkar bukan Raisa yang mengalah melainkan Rasya yang mengalah pada kakaknya.

"Loh Raisa kenapa nangis?" Ucap Reyhan yang baru saja dari tempat bermain bersama Rasya.

"Dia minta beli baju" balas Hulya seadanya.

"Yaudah beliin aja baju, kasihan dia nangis tuh" ucap Reyhan pada istrinya.

"Gak bisa gitu dong mas,baju Raisa itu masih banyak,bajunya juga masih baru dan bagus,kemarin di Bandung dia habis belanja baju banyak sama aunty nya masak sekarang harus beli lagi" ucap Hulya menentang keinginan suaminya.

Mendengar ucapan istrinya Reyhan menghela nafasnya kasar. Ia duduk berjongkok mensejajarkan tingginya dengan putrinya.

"Sayang baju kamu masih baru loh,nanti kalo kamu beli baju lagi baju kamu yang kemarin mau ditaruh mana? Almari kamu sudah penuh" ucap Reyhan mengelus rambut putrinya.

Usaha Reyhan sia sia karena Raisa masih saja menangis. Pria itu memberikan Rasya pada Hulya. Rasya hanya diam saja melihat kakaknya menangis,anak laki laki itu malah mengeratkan pelukannya pada sang ibu.

"Bajunya kan bisa untuk gantian pa" ucap Raisa yang masih menangis.

"Oke papa belikan,tapi dengan syarat papa gak mau belikan baju lagi buat Raisa selama satu tahun kedepan sampai hari raya tiba" ucap Reyhan pada putrinya.

HULYA   [COMPLETE]  ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang