"Lama banget sih dari kamar kak Kenan" ucap Hulya ketika melihat suaminya datang.
"Ia kakak kamu banyak ngasih petuah sama aku" bohong Reyhan.
"Petuah apa?"
"Kamu kepo banget deh" balas Reyhan sambil mencubit pipi istrinya
"Mas"
"Hmmm" gumam Reyhan
"Kak Kenan tadi ngasih hadiah apa?" Ucap Hulya menatap suaminya.
Mendengar pertanyaan istrinya membuat tubuh Reyhan menegang,namun sebisa mungkin ia menetralkan rasa gugupnya saat ini. Entahlah Reyhan sendiri tidak tahu kenapa tiba tiba ia menjadi gugup begini dihadapan istrinya.
"Mass.... jawab dong,ngelamun aja sih" ucap Hulya sambil menggoyangkan bahu Reyhan.
"Kamu mau tau kakak kamu ngasih apa sama aku?" Ucap Reyhan memandang wajah istrinya.
Hulya hanya menganggukkan kepala sebagai tanda keponya.
"Tapi kamu harus janji dulu kamu mau make benda pemberian kakak kamu" ujar Reyhan membuat perjanjian pada istrinya, pria itu mengikuti ucapan kakak iparnya yang menguntungkan buatnya.
"Ih kok gitu sih nggak jadi deh,udah malem aku mau tidur" ucap Hulya nampak tak suka dengan perjanjian yang suaminya buat untuknya. Hulya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ranjang berukuran king sizenya lalu membaringkan tubuhnya disana.
Mendengar penolakan Hulya membuat Reyhan menghela nafasnya kasar. Ternyata instruksi dari kakak iparnya tidak berguna,dan mungkin benda pemberian kakak iparnya tidak akan berguna,pria itu bangkit dan menyusul istrinya untuk beristirahat.
Sudah berulang kali Hulya mencoba untuk memejamkan matanya namun selalu gagal, fikirannya masih tertuju pada benda pemberian kakak iparnya itu, rasa penasarannya semakin membesar , ia membuka matanya dan melihat suaminya yang tengah tertidur disampingnya, Hulya mencoba membangunkan Reyhan dan menyetujui keinginan suaminya itu.
"Mas"
"Hmmm"
"Aku setuju sama permintaan mas Reyhan" ucap Hulya menatap wajah damai suaminya.
Mendengar ucapan sang istri membuat Reyhan membuka matanya dengan semangat.
"Yang mana?" Tanyanya pura pura tidak tahu
"Ihhh ... yang tadi mas,soal benda pemberian kak Kenan,aku mau pakai benda itu,pasti kakak kasih aku baju tidur couple kan sama kamu" tanya Hulya pada suaminya
"Baju tidur apa, nih pemberian kakakmu" balas Reyhan sambil mengeluarkan bungkus pengaman pemberian Kenan dari saku celananya.
"Ih mas Reyhan ini apa kok mas kasih aku ini" ucap Hulya kaget ketika melihat bungkus pengaman yang Reyhan berikan padanya.
"Kan kamu yang nanya sama aku,dan aku jawab,emang itu pemberian kakak kamu kok" ujar Reyhan santai
"Gak mungkin kakak ngasih benda yang beginian" .
Mendengar ucapan sang istri Reyhan segera bangkit dari tidurnya dan menindih istrinya dibawahnya.
"Sesuai janji kamu,kamu harus make benda itu sekarang juga" ucap Reyhan pada istrinya lalu pria itu mencium bibir Hulya habis habisan hingga mereka kehabisan nafas.
Kali ini Reyhan bersyukur karena rencana kakaknya berjalan lancar,ia menghabiskan malamnya bersama dengan Hulya hingga menjelang subuh.
--------
Pagi harinya Hulya dan Reyhan terlambat bangun lagi, saat mereka sudah bangun kedua pasangan suami istri itu berjalan menuju meja makan yang sudah ramai dipenuhi oleh kakak dan anaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HULYA [COMPLETE] ✔
RomanceGadis 18th yang harus mengorbankan masa depannya akibat kesalahan yang telah ia lakukan bersama kekasihnya yang lari dari tanggung jawab. Namun entah suatu keberuntungan atau kesialan baginya, ia bertemu seseorang yang mau bertanggung jawab namun o...
![HULYA [COMPLETE] ✔](https://img.wattpad.com/cover/158807699-64-k87581.jpg)