"Stop! Hentikan ini! Reyhan ini rumah sakit, tidak baik bertengkar disini!" Lerai Doni pada Reyhan yang masih memukul Revan.
"Ada apa dengan kamu Reyhan, ikhlaskan saja jika istri kamu keguguran, kamu sendiri yang mengatakan jika ini semua salah kamu lalu kenapa sekarang kamu malah menyalahkan adikmu! Lagipula kita disini juga sudah mengikhlaskan Hulya yang keguguran,mungkin ini bukan rejeki kalian, Reyhan anak kamu ketakutan lihat aksi brutal kamu" ucap Doni sambil membantu Reyhan berdiri dari atas tubuh Revan. Lalu Doni menunjuk Rasya dan Raisa yang memeluk nenek mereka.
"Ayah, ayah tahu kenapa aku melakukan ini sama Revan?" Tanya Reyhan pada ayah mertuanya, sementara Doni hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.
Reyhan bingung, ia sebenarnya ingin mengatakan yang sejujurnya, namun ia masih menimang nimang lagi keinginannya itu. Mengingat jika istrinya tidak ingin jika kedua orangtuanya tahu tentang ayah biologis dari Raisa.
"Reyhan benci Revan" ucap Reyhan sambil menatap adiknya yang masih duduk dilantai
"Hmmmmmmmm.... kamu tidak boleh begitu nak, Revan adalah adikmu, kamu harus sayangi adikmu, jangan sampai ada permusuhan antara adik dan kakak" Doni menasehati menantunya
"Lebih baik kalian semua pulang, biar aku disini jagain Hulya. Ayah sama bunda istirahat saja,nanti malam kan akan ada resepsi pernikahan kak Kenan"
"Iya jeng,lebih baik kamu pulang,biar Hulya disini saya yang jagain" ucap Ratna pada besannya
"Mama juga harus pulang" usir Reyhan pada ibunya
"Eh kok gitu,mama kan pengen jaga menantu mama" ucap Ratna tampak tak setuju
"Menantu mama yang disini sudah ada yang jagain,lagipula mama sudah kehilangan cucu mama disini,dirumah ada menantu mama yang lagi hamil, jadi mama harus jaga menantu mama yang dirumah biar mama gak kehilangan cucu mama lagi" ucap Reyhan sambil menatap tajam Revan
"Yasudah mama pulang, ayo Rasya sama Raisa ikut nenek aja" Ratna mengajak kedua cucunya
"Tidak ada yang boleh ikut sama mama! Mama harus pulang sama papa dan Revan untuk Rasya dan Raisa biarkan mereka ikut sama bundanya Hulya!" Tegas Reyhan pada sang ibu
"Eh kenapa gitu sih sayang" protes Ratna sambil memanyunkan bibirnya
Alvin mengerti alasan Reyhan melakukan itu,pria itu mencoba memberi pengertian pada istrinya lewat tatapannya pada Revan. Beruntunglah jika Ratna sadar akan maksud sang suami akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang.
"Yasudah bunda pulang juga ya sayang, bunda titip Hulya,maaf mungkin nanti malam bunda tidak kesini" ucap Rosa saat hendak meninggalkan ruangan
"Bunda aku titip Raisa dan Rasya"
"Pasti sayang,bunda akan jaga cucu bunda"
Setelah itu Rosa dan Doni meninggalkan ruangan Hulya membawa kedua anaknya. Reyhan bisa melihat jelas ketakutan diwajah anaknya saat tadi ia mencium kedua anaknya. Raisa maupun Rasya tidak ada yang membalas mencium dirinya kembali seperti biasanya.
Reyhan menghembuskan nafasnya kasar lalu duduk dikursi disamping Hulya. Pria itu menggenggam erat tangan istrinya lalu ikut Hulya untuk memejamkan matanya. Reyhan juga lelah hari ini. Banyak hal yang harus ia lewati saat ini. Ia juga butuh istirahat.
----------
Malam harinya, diadakan resepsi secara besar besaran disalah satu gedung dikota Bandung. Kenan nampak terlihat tampan dengan mengenakan tuxedonya. Sementara Sarah juga terlihat cantik dengan mengenakan kebaya modernnya.
Mata Kenan sedari tadi berkeliling mencari keberadaan adik dan adik iparnya itu,namun hasilnya nihil. Kenan juga tidak melihat dua keponakannya.
"Bunda keponakan Reyhan mana?" Tanya Reyhan pada bundanya yang duduk disampingnya
KAMU SEDANG MEMBACA
HULYA [COMPLETE] ✔
Storie d'AmoreGadis 18th yang harus mengorbankan masa depannya akibat kesalahan yang telah ia lakukan bersama kekasihnya yang lari dari tanggung jawab. Namun entah suatu keberuntungan atau kesialan baginya, ia bertemu seseorang yang mau bertanggung jawab namun o...
![HULYA [COMPLETE] ✔](https://img.wattpad.com/cover/158807699-64-k87581.jpg)