H-8

54K 2.8K 50
                                        

"Loh kok kalian sudah pulang" Ujar Ratna menghentikan kegitan setiap orang yang ada  diruangan bernuansa putih itu. Ya, mereka sudah sampai dirumah Reyhan.

"Hulya rindu Raisa ma" Ujar Reyhan.

Melihat Raisa digendongan sang kakak. Hulya segera berlari mengambil putrinya "Baru sehari gak ketemu udah kayak gini" Ujar Kenan menyindir sang adik.

"Kak Kenan, aku tuh ibunya,aku gak bisa jauh dari Raisa". Ucap Hulya sambil memperhatikan Raisa digendongannya.

"Papanya juga kangen sama Raisa" Ucap Reyhan menghampiri Hulya dan putrinya.

"Duh senengnya lihat keluarga bahagia ini" Celetuk Refaldo, kakak angkatnya.

"Iyadong, mangkanya kakak cepet cepet punya anak" Ucap Reyhan pada sang kakak.

"Doain aja ya" Balas Dimas sambil memeluk bahu sang istri.

Keesokan harinya satu persatu keluarga mulai meninggalkan kediaman Reyhan, bahkan mulai meninggalkan Bali. Reyhan dan Hulya menjalani pernikahan dengan bahagia sama seperti pasangan lainnya.

Setiap pagi ada yang memasakkan makanan untuknya, menyiapkan pakaian untuknya, menyiapkan air hangat untuknya, bahkan untuk kebutuhan biologisnyapun sudah terpenuhi bersama Hulya.

Namun sampai saat ini Reyhan tidak pernah bertanya soal ayah biologis dari Raisa dan Hulya juga tidak pernah menceritakannya pada Reyhan.

Pernah suatu ketika Reyhan bertanya dan Hulya malah menangis sejadi jadinya membuat Reyhan bingung mau melakukan apa, sehingga sebisa mungkin ia mengkubur rasa penasarannya itu. Toh jika dilihat muka Raisa ada sedikit kemiripan dengan dirinya dimasa kecil.

---------

Sudah 6 bulan usia pernikahan Hulya dan Reyhan. Akhir akhir ini Hulya jadi lebih labil, sensitif dan manja pada Reyhan. Seperti pagi ini ia melarang Reyhan untuk berangkat kerja ia justru semakin mengeratkan pelukannya pada suaminya itu.

"Pokoknya aku gak mau tau kamu harus libur hari ini" Ucap Hulya sambil menyembunyikan wajahnya didada Reyhan.

"Gak bisa dong sayang,aku kan dokter bukan CEO, aku gak bisa ambil libur gitu aja,apalagi hari ini aku ada jadwal oprasi" Ucap Reyhan mencoba memberi pengertian pada istrinya.

Hanya ada keheningan dalam ruangan bernuansa coklat dan putih tersebut. Lama terdiam akhirnya Hulya bangkit dan mendorong tubuh Reyhan. Hulya bergegas menuju wastafel dan memuntahkan isi perutnya.

Melihat istrinya muntah Reyhan jadi tak tega, ia memutuskan untuk memijit tengkuk istrinya itu "Yasudah aku mau izin aja nemenin kamu, kok kayanya kamu sakit gitu, muka kamu pucet" Ucap Reyhan pada Hulya.

"Gausah kamu pergi aja sana, aku gak mau deket deket kamu bau kamu gak enak" Ucap Hulya lalu pergi meninggalkan Reyhan.

Seperti yang tadi kubilang Hulya jadi lebih labil. Akhirnya Reyhan berangkat kerja ia lebih mendengarkan permintaan istri tersayangnya tersebut.

Sepeninggalan Reyhan kerumah sakit. Hulya memutuskan untuk pergi kerumah sakit, bukan untuk menyusul Reyhan tapi untuk memeriksakan diri kedokter kandungan, karena gejala seperti ini juga pernah ia rasakan saat tengah mengandung Raisa.

Sebelum pergi kerumah sakit Hulya menitipkan Raisa ketempat bi Mirna terlebih dahulu.

---------

"Selamat ya bu, saat ini ibu tengah mengandung ,usianya sekitar 2bulanan" Ujar dokter cantik bernama Carla tersebut.

Tentu saja Hulya senang setengah mati mendengar ucapan dari dokter Carla bahkan ia tak henti hentinya menyunggingkan senyuman diwajahnya.

HULYA   [COMPLETE]  ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang