"Kamu gak percaya sama aku? Kan aku udah ngomong sama kamu kalo aku gak pernah ngelakuin itu sama orang lain selain kamu" ucap Reyhan menatap istrinya dengan sorot mata kecewanya. Ya Reyhan kecewa karena istrinya tidak percaya ucapannya
"Kamu belum denger syarat aku"
"Apa syarat kamu" balas Reyhan langsung
"Kita kerumah sakit buat lakuin tes DNA"
Mendengar ucapan sang istri membuat Reyhan sedikit menghembuskan nafasnya lega. Kenapa tidak dari tadi saja istrinya mengusulkan ide cemerlang itu,entah kenapa ketika melihat Sandra otak Reyhan langsung melemah. Rasa rindunya setelah bertahun tahun tidak bertemu Sandra akhirnya terbayar.
Reyhan dan Sandra putus karena Sandra yang menghianati cinta Reyhan. Sandra selingkuh dengan salah satu produser film ternama. Oleh karena itu Reyhan memutuskan segala kontak dengan Sandra.
"Mana bisa begitu" protes Sandra yang tak setuju dengan usulan Hulya "Dion anak kamu Reyhan! Darah daging kamu"
"Kalo memang Dion anak aku kita harus lakuin tes untuk memastikan,disini bukan aku yang tidak mau tanggung jawab,tapi aku merasa kalo aku gak pernah nyentuh wanita selain Hulya istriku" ucap Reyhan sambil mengusap wajahnya tanda ia frustasi.
Anggara hanya diam melihat pertengkaran keluarga itu. Sebenarnya niat Anggara kesini adalah meminta makanan pada Reyhan,namun sampai disini ia melihat pemandangan yang menggerahkan hatinya. Oleh karena itu Anggara memutuskan meninggalkan ruang tamu dan mencari anak sahabatnya itu untuk diajak bicara, setidaknya Anggara tidak akan terlalu dalam mencampuri urusan orang lain.
"Oke kita akan lakuin tes DNA buat Dion" ucap Sandra pada akhirnya membuat seluruh orang yang ada disana menatap Sandra termasuk Anggara yang menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Sandra.
"Kita lakuin tes dna buat Dion dan Reyhan dirumah sakit pilihan aku" lanjut Sandra
"Gak! Untuk masalah tes DNA biar aku yang mengurusnya,lebih cepat lebih baik, aku tidak akan melakukan tes itu di rumah sakit tempat mas Reyhan bekerja, aku juga tidak akan melakukan tes itu di tempat pilihan kamu!" Ucap Hulya menolak keinginan Hulya
"Aku mau tes nya dilakukan hari ini juga" lanjut Hulya pada suaminya.
Reyhan setuju dengan permintaan istrinya, meskipun hatinya ragu karena ia sedikit takut jika Dion benar benar anaknya dan Sandra namun Reyhan berusaha bersikap setenang mungkin.
Berbeda dengan Sandra yang kini tengah khawatir jika kebohongannya terbongkar.
"Mas Anggara disini ya temenin mas Reyhan sama Rasya" ucap Hulya pada Anggara yang tengah melamun
"Eh iya" balas Anggara
Hulyapun meninggalkan rumahnya menuju rumah sakit pilihannya. Kata dokter yang menanganinya hasil DNA Reyhan dan Dion akan keluar 3 hari lagi. Tadi Hulya susah payah meminta rambut Dion dari Sandra. Terlihat jelas jika tadi Dion sangat ketakutan.
Setelah memberikan rambut Dion dan Reyhan, Hulya segera melajukan mobilnya untuk menjemput putrinya dari sekolah. Saat mereka sampai dirumah ternyata Sandra dan anaknya sudah tidak ada lagi dirumahnya.
"Sayang kamu percaya aku kan?" Ucap Reyhan ketika melihat istrinya memasuki kamar
Hulya hanya diam mengabaikan ucapan suaminya, wanita itu memilih mengabaikan Reyhan dan berjalan menuju kamar mandi. Merasa diabaikan oleh sang istri Reyhan mencekal pergelangan tangan istrinya saat hendak memasuki kamar mandi.
"Sayang aku minta maaf sama kamu" ucap Reyhan pada istrinya
"Untuk apa? Untuk kamu yang sudah menyembunyikan kebohongan kamu selama bertahun tahun? Untuk kamu yang sudah merahasiakan Sandra dan Dion dari aku?" Balas Hulya sambil menahan air matanya
"Sandra bohong, aku minta maaf"
"Berapa banyak lagi kata maaf yang akan terucap dari mulut kamu mas! Berapa banyak kata lagi untuk kedepannya mas!" Ucap Hulya setengah berteriak pada suaminya
"Aku maaf aku janji ini yang terakhir"
"Berapa banyak janji yang akan kamu ucapkan mas! Berapa banyak janji lagi yang mau kamu berikan buat aku mas? Kamu ingat? Dulu kamu janji mau bahagiain aku, kemaren kamu janji mau jagain aku sama kandungan aku, kamu juga janji mau bikin kejadian kemaren sebagai kejadian terakhir aku menangis karena rasa sedih mas, tapi semuanya salah mas, semua janji kamu palsu!" Ucap Hulya yang sudah tidak tahan lagi untuk menahan air matanya.
Reyhan bungkam mendengar ucapan istrinya,ia juga salah disini, ia menyadari betul kesalahannya dan ucapan istrinya benar.
"Mas kalo kamu mau ceraikan aku, aku siap" ucap Hulya sambil menangis
"Gila kamu! Kalo ngomong itu dijaga! Sampai kapanpun aku gak akan pernah menceraikan kamu" ucap Reyhan yang emosi mendengar permintaan istrinya.
Hulya menghentikan tangisnya mendengar ucapan Reyhan,ada rasa lega dihatinya ketika Reyhan menolak menceraikannya,namun ada rasa ngeri ketika ia membayangkan jika Reyhan akan memiliki dua istri sekaligus. Ia rasanya tidak sanggup membayangkan hal gila tersebut.
"Mas bisa memikirkan itu, aku juga tidak memaksa mas untuk langsung menyetujuinya, aku akan beri mas Reyhan waktu sampai hasil DNA nya keluar sementara itu mas bisa memikirkan apa yang akan terjadi, aku mau jika Dion tinggal dirumah ini dan jadi dirawat oleh aku, tapi aku gak mau kalau Sandra juga ada disini. Mas harus milih antara aku dan Sandra" jelas Hulya pada suaminya
Reyhan melemas mendengar ucapan sang istri. Ternyata istrinya sudah memikirkan hal jauh dari perkiraannya.
"Gimana kalo aku pilih Sandra?" Tanya Reyhan menghentikan langkah Hulya
"Mas harus ceraikan aku" jawab Hulya tanpa melihat suaminya. Hulya menjawab dengan punggung bergetarnya menahan tangis,lalu ia melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.
*brakk*
Hulya menutup pintu kamar mandi dengan keras membuat Reyhan menatap pintu itu dengan tatapan sendu. Sebenarnya Reyhan hanya mengecek respon istrinya saja. Mana mau Reyhan melepas wanita sebaik Hulya demi wanita seperti Sandra.
Sementara itu Hulya kini tengah menangis dibalik pintu kamar mandi yang tertutup. Wanita itu tidak sanggup mendengar pertanyaan suaminya, baru tadi ia lega mendengar pernyataan Reyhan yang tidak ingin menceraikannya, namun rasa lega itu berubah menjadi cemas ketika ia mendengar pertanyaan Reyhan untuk memilih Sandra.
Setelah keluar dari kamar mandi Hulya memutuskan untuk menyibukkan diri memasak didapur untuk makan malam.
Saat makan malam Hulya tetap duduk berhadapan dengan Reyhan dimeja makan, Hulya tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri, fikirannya hanya membayangkan jika ini adalah kali terakhirnya melayani Reyhan sebagai seorang suami sebelum nanti Reyhan akan benar benar memilih Sandra.
Setelah makan malam Hulya mencuci piring sisa makan malam mereka, sementara Reyhan menemani kedua anaknya belajar diruang keluarga, setelah mencuci piringnya Hulya hendak menemui anak anaknya, namun niatnya batal karena ia melihat Reyhan disana, ia tidak mau satu ruangan dengan Reyhan. Akhirnya Hulya memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya sambil bermain game dilaptop miliknya,dengan bermain game mungkin akan sedikit menenangkan fikirnnya.
Sudah pukul setengah 9 malam,tapi Reyhan belum masuk kekamar juga. Hulya yang sudah mengantuk tetap menahan kantuknya,ia tidak mau tidur dengan Reyhan selama hasil tes belum keluar.
*kreekk*
Pintu kamarnya terbuka,ia mengalihkan pandangannya dari pintu yang terbuka dan orang yang ditunggunya ternyata sudah datang. Hulya segera mematikan laptopnya dan bangkit sambil membawa bantal miliknya.
"Mau kemana" cegah Reyhan ketika istrinya melewatinya
"Tidur dikamar anak anak" balas Hulya singkat
"Kenapa?" Tany Reyhan
"Beri aku waktu untuk sendiri mas,aku butuh waktu menjauh dari kamu sampai hasil tes DNA nya keluar" ucap Hulya lalu meninggalkan suaminya.
Reyhan hanya menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan sang istri. Ia hanya pasrah dan perlu bersabar sampai tes DNA nya keluar lalu ia akan tidur lagi bersama istrinya karena ia tidak akan pernah melepas Hulya sampai kapanpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
HULYA [COMPLETE] ✔
RomansaGadis 18th yang harus mengorbankan masa depannya akibat kesalahan yang telah ia lakukan bersama kekasihnya yang lari dari tanggung jawab. Namun entah suatu keberuntungan atau kesialan baginya, ia bertemu seseorang yang mau bertanggung jawab namun o...
![HULYA [COMPLETE] ✔](https://img.wattpad.com/cover/158807699-64-k87581.jpg)