Baca cerita ini sampai tamat,akan ada note dari Hulya untuk readers yang setia yaa.
----------
Hari ini Hulya dan keluarganya akan bertolak ke Amerika untuk ziarah ke makam Sherlyn, menurut info yang Hulya dapatkan alasan Revan memakamkan Sherlyn di Amerika adalah karena Revan memutuskan akan menetap di Amerika untuk selamanya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 18jam Hulya tiba di Los Angels International Airport . Hulya dijemput oleh supir Revan menuju rumah milik Revan. Sebelumnya Reyhan telah mengonfirmasi kedatangannya ke Amerika pada ibunya, sehingga ibunya yang menyampaikannya pada Revan.
Jika ditanya kabar Reyhan dan Revan keduanya masih belum membaik,baik Revan maupun Reyhan tidak ada yang mau memulai pembicaraan duluan. Niat Reyhan jauh jauh ke Amerika selain untuk mengatakan dukanya ia juga ingin meminta maaf pada adiknya meskipun ia tak tahu kesalahannya dimana namun Reyhan ingin hubungannya dengan sang adik membaik.
"Liatin apa sih?" Tanya Reyhan pada istrinya yang melamun kearah jendela.
"Eh aku liat jalanan mas, jalannya indah banget aku belum pernah kesini sebelumnya" ucap Hulya pada suaminya.
Reyhan nampak bingung dengan ucapan istrinya,masalahnya Hulya adalah anak orang kaya namun belum pernah menginjakkan kakinya ke Los Angels.
"Serius belum pernah?" Tanya Reyhan pada istrinya
"Ia mas belum pernah,aku belum pernah ke Amerika, tapi aku udah pernah ke Eropa" ucap Hulya pada suaminya.
"Kenapa kamu gak ngomong sih sayang, kalo kamu ngomong kan aku bisa ajak kamu kesini"
"Gak perlu jauh jauh sayang, sama kamu aja aku udah seneng" ucap Hulya sambil mengelus rahang suaminya.
Reyhan tersenyum menatap istrinya pria itu menangkap tangan istrinya lalu menciumnya.
"Excuse me sir,you've reached the home of Mr.Revan" ucap supir dihadapan mereka.
"Oh thank you" balas Reyhan sambil tersenyum pada supirnya Revan. Supir tersebut juga membantu menurunkan beberapa barang bawaan Reyhan.
Reyhan dan Hulya disambut oleh Ratna dan Sindi didepan rumah Revan.
"Sayang" ucap Ratna ketika melihat putranya datang
"Mama apa kabar? Papa sama kak Refaldo mana? Revan juga mana ?" Tanya beruntun Reyhan pada ibunya.
"Papamu dibelakang bersama kakak dan cucunya, sementara Revan ada dikamarnya, sejak pulang dari pemakaman Sherlyn adikmu tidak keluar kamar bahkan dia membiarkan putrinya menangis" jelas Ratna pada putranya.
"Ma,mereka kan baru datang biarkan mereka masuk dulu ma,kasihan Hulya sepertinya lelah menggendong Rasya" ucap Sindi sambil menyentuh lengan ibu mertuanya.
Akhirnya merekapun memasuki rumah milik Revan. Karena ini sudah larut Hulya dan Reyhan memilih memasuki kamarnya untuk meletakkan kedua anaknya dan ikut berbaring disamping buah hatinya yang tengah tertidur, namun suara tangis anak kecil mengganggu keinginannya untuk tidur. Akhirnya Hulya pun memutuskan untuk mencari asal suara tangis tersebut.
"Mama itu anak Sherlyn ya?" Tanya Hulya ketika melihat ibu mertuanya menggendong seorang bayi yang cantik.
"Iya sayang,dari kemarin kalo malam dia rewel terus,mama sampe bingung gimana caranya buat diemin anak ini" keluh Ratna pada menantunya.
"Sini ma biar coba Hulya yang gendong, siapa tau bisa diem"
Ratna menyetujui ide menantunya, karena jujur wanita itu juga capek menggendong cucunya selama sehari ini, dan ternyata putrinya Sherlyn berhasil diam digendongan Hulya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HULYA [COMPLETE] ✔
RomanceGadis 18th yang harus mengorbankan masa depannya akibat kesalahan yang telah ia lakukan bersama kekasihnya yang lari dari tanggung jawab. Namun entah suatu keberuntungan atau kesialan baginya, ia bertemu seseorang yang mau bertanggung jawab namun o...
![HULYA [COMPLETE] ✔](https://img.wattpad.com/cover/158807699-64-k87581.jpg)