WARNING!!
CERITA INI HANYA KHAYALAN AUTHOR SEMATA
NB: jadi berimajinasilah sesuai deskripsi yang Author paparkan.
Selamat membaca 😘 baca dengan teliti ya, sekalian dikoreksi. Hehehehe..
Budayakan Vote kapanpun, tinggalkan jejak Comment dimanapun itu. Lebih baik Voment - Vote & Comment terlambat, daripada tidak sama sekali ~ De'en
⏯️
Elle melangkah maju. Risa pun mempersilakan Elle duduk di depannya. Kemudian dia menjelaskan cara mainnya.
Setelah selesai menjelaskan, seorang Starter yang sudah ditunjuk mulai menyiapkan, "Three, two, one ... let's go!"
Semua yang menyaksikan bersorak-sorak, saat Elle dan Risa memulai tantangan mereka. Mata keduanya saling bertatapan, tangan mereka bekerja memilih minuman yang berjajar di depannya dengan acak, mulut mereka sibuk menyesap koktail.
Asam, manis, pahit, dari level yang terendah sampai level tertinggi tersedia di sana. Sekali teguk mereka menghabiskan minumannya. Mereka harus menyisakan gelas kosong sebanyak-banyaknya agar memenangkan tantangan ini.
"Tinggal satu lagi gelasnya ..."
"El, kalahkan dia," seru pendukung Elle.
"Ris, jangan mau kalah. Habisi gelasnya," seru pendukung Risa.
Dengan cekatan tangan Risa dan Elle segera menyambar gelas terakhir. Tetapi entah mengapa Risa tak jadi merebut gelas terakhir, melainkan dia melengserkan tubuhnya. Sepertinya ia memilih mengalah.
"Ting! Selesai. Pemenangnya ialah Diane Abrelle. Selamat baginya," ucap Starter mengakhiri.
Risa mengangkat tangan kanannya. Wajahnya masih tertopang di tangan yang ia lipat di atas meja. "Uh, gue kalah. Selamat El," ucap Risa.
Elle tersenyum bangga. Dia terkekeh lepas. "Jelas, akulah pemenangnya!" serunya.
Aina mengernyit. Dia langsung saja beralih ke samping Elle. "Lo baik-baik aja, El?"
"Yups! Aku baik-baik aja Na," jawab Elle ceria.
Aina mengernyit. Dari jawaban Elle, Aina tahu bahwa Elle sedang tidak dalam mode 'baik-baik saja'. Segera saja Aina mendekatkan dirinya. Dari jarak yang begitu dekat, Aina mencium sisa minuman dari mulut Elle.
Sontak Elle menjauhkan tubuhnya. "Ugh, ada apaan sih Na. Aku baik-baik aja kok, lihat nih." Elle berdiri, namun tubuhnya terasa berat. Dengan sekuat tenaga Elle memaksa berdiri, dan berhasil. Semua mata yang masih memandang saling berargumen.
"Dia kenapa begitu?" bisik-bisik penonton mulai terdengar.
"Apa mungkin dia minum koktail beneran?"
"Kok bisa? Tadi kan sudah diuji."
Rey segera mendatangi Aina dan Elle. Dia bertanya kepada Aina, "Kenapa dengannya, Na?"
Aina menggeram. "Kau awasi Elle Rey, ajak dia keluar dari sini!" ujar Aina.
Rey mengangguk. Kali ini Elle mencoba berjalan dengan sempoyongan. Dia mencoba menyibak kerumunan, namun beberapa kali dia menyenggol peserta pesta lainnya.
"Hei, perhatikan jalanmu!" gerutu mereka.
Elle masih saja melangkahkan kakinya. Sebagai gantinya, Rey yang meminta maaf kepada mereka yang disenggol Elle.
"El, lo gak baik-baik aja. Ayo aku bantu," ucap Rey. Dia langsung menggamit tangan Elle. Kemudian dia menuntun Elle agar tidak menyenggol orang lain lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life But Unlife
FantasyRomance Fantasy [ ON GOING ] ⚠️ Warning!! Kata-kata kasar, perkelahian, dan beberapa skinship ⚠️ Diane Abrelle, Elle, berumur 17 tahun, dia sekolah di SHS - Senior High School Counvill kota Kagya. Elle sebenarnya gadis cantik dan pintar, namun karen...
