Pada malam minggu, biasanya para muda-mudi waktunya jalan keluar bersama pasangan atau pun hanya sekedar bertemu dengan teman-temannya.
Tetapi tidak dengan seorang Putri. Yang ia lakukan hanya diam di balkon kamarnya seraya membaca buku novel.
Putri meraih ponsel dan mulai menyalakannya kembali. Seusai dihubungi oleh kedua orang tunya 2 hari lalu, ponsel itu sengaja ia nonaktifkan. Karena setelah hari itu benar-benar tak ingin diganggu. Ketika ponselnya mulai menyala, ada beberapa notifikasi yang muncul dari layar tersebut. Namun, ada satu notifikasi yang membuatnya cukup penasaran.
Dan Putri cukup terkejut ketika ada nama Arga di sana dari sederet pesan yang lain.
Arga
Hai
Putri memilih untuk membacanya saja tanpa ingin membalasnya. Setelah itu Putri beralih pada grup obrolan yang berisi ia dan kedua sahabatnya.
Di sana mereka mengajak Putri main ke luar agar tidak suntuk. Awalnya Putri menolak dengan bersikukuh ingin di rumah saja, namun, akibat Vina mengirim pesan dengan kalimat yang merujuk amarah maka Putri pun mengiyakan ajakan mereka. Keyla juga bahkan langsung menitahnya bersiap-siap karena akan menjamputnya bersama Vina.
Karena takut Keyla keburu sampai, Putri akhirnya bersiap-siap dan mengganti piyamanya dengan pakaian yang lebih pantas untuk jalan ke luar rumah.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara deru mobil yang terparkir di halaman rumah. Mereka ialah Vina dan Keyla yang baru saja sampai. Putri pun berjalan keluar dengan tampilan rapi. Kakinya melangkah memasuki mobil dan mereka pun pergi dari kawasan rumah Putri.
"By the way, kita mau ke mana, ni?" tanya Keyla seraya menyetir dengan fokus.
"Em, ke kafe biasa aja, Key," usul Vina kemudian.
"Gimana, Put, setuju?" tanya Keyla sekali lagi pada Putri.
"Gue ikut aja."
"Oke, berarti kita ke comic cafè, ya." Vina berujar dengan nada yang antusias.
Mereka pun akhirnya pergi ke kafe yang mereka sebutkan tadi. Ketika sampai di sana, mereka langsung mencari tempat dan mulai memesan beberapa makanan juga minuman. Sambil menunggu pesanan datang, mereka menyelingi dengan sebuah obrolan hangat.
"Gue mau curhat, boleh?" tanya Vina memulai pembicaraan.
"Curhat aja, Vin. Emang mau curhat apa?" jawab Keyla dengan nada yang lembut.
"Kalo misalnya gue deket sama Dion ... kalian gak masalah? Kalian juga gak marah, 'kan?" tanya Vina dengan nada yang penuh kehati-hatian pada mereka berdua.
"Vin, ya ampun, gue kira apaan. Santai aja kali. Berarti lo udah sering chatan dong sama dia?" Keyla menjawab dengan senyum yang terukir di bibirnya.
"Iya, Key. Akhir-akhir ini emang dia sering hubungin gue. Kita ngobrol banyak lewat telfon dan dia itu beda banget sama yang di sekolah. Pokoknya dia itu berubah jadi manis banget sama gue, Key. Bahkan bikin gue jadi melting abis."
"Terus, lo mau lanjutin hubungan ini sama Dion?"
"Iya, gue merasa ingin terus lanjut. Gue pastiin gue bakalan hati-hati, kok."
"Ya udah, kalo itu yang terbaik buat lo gue bisa apa. Gue dukung lo pake do'a deh biar kalian confess."
"Makasih banyak, Key, buat do'anya." Vina beralih menatap Putri dengan tatapan gugup. Merasa takut jika Putri marah akan hubungannya dengan Dion yang mulai ada kemajuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold Girl (End)
DiversosHidup dalam kukungan kesepian adalah kesehariannya selama ini. Tak ada kepastian dari kedua orang tuanya untuk datang bahkan memberi kasih sayang padanya. Sunyi, sepi, dan sedih. Seperti tak ada kebahagiaan yang nyata, begitu datar dan monoton. Sela...
