Chapter 20

1.4K 62 0
                                        

Sejak tadi hati Flowra mendadak panas mendengarkan teman-temannya membicarakan perihal kedekatan Arga dan Putri. Ia juga sempat mendengar jika Arga mencium Putri lagi sehabis istirahat menuju kelasnya ini, hingga membuat perasaannya menjadi sangat hancur. Orang yang selalu ia rindukan hingga bertekad menemuinya, kini justru dekat dengan perempuan lain.

Dulu Arga selalu bilang jika ia itu penting untuknya. Bahkan sangat spesial. Tapi sekarang semua itu berubah. Sangat jelas, karena posisinya sudah digantikan oleh perempuan lain, dengan sikap dingin dan tak acuhnya.

Selama ini Flowra pikir Arga belum bisa move on darinya. Namun yang dilihat di depan mata sangat jauh dari ekspektasinya. Yang ia pikirkan sekarang ialah, bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Arga? Status mereka belum jelas. Tidak ada kata putus dari mulut Arga maupun Flowra.

"Gue harus apa sekarang? Apa gue harus mempertegas hubungan gue sama Arga? Jujur aja gue gak rela kalo sampe Arga direbut sama si cewek es dan sok cantik itu. Well, gue bakalan rebut lo kembali Arga. Gimanapun caranya, lo harus tetap menjadi milik gue." Flowra bergumam dalam hati. Ia muak dengan semuanya. Ia marah kala perempuan yang duduk di sampingnya ialah alasan Arga berubah.

***

Sehabis bel pulang berbunyi, Arga langsung membereskan alat tulis ke dalam tasnya.

"Ga, buru-buru amat. Mau ke mana, si?" tanya Vino yang penasaran melihat Arga yang terburu-buru.

"Putri."

Jawaban singkat Arga membuat Vino bingung. Lantas kepalanya menoleh ke arah Dion. Sedangkan yang ditoleh, hanya manaikkan bahunya tanda tidak tahu juga.

David yang melihat kebingungan dua sahabatnya pun segera menjawab, "Jemput Putri."

"Serius? Lo sama dia udah jadian?" Vino masih penasaran sekaligus terkejut akan hubungan keduanya itu.


"Proses." Hanya kata itu yang Arga ucapkan. Setelahnya ia pergi menuju kelas Putri.

"Gak nyangka gue, Arga bisa buka hati lagi."

"Dia juga manusia kali, Vin." Dion berujar seraya memakan permen rasa mint ke mulutnya.

"Ya tapi 'kan lo tau sendiri, gimana susahnya dia buat move on?" Seusai dengan percakapan itu, mereka mulai melenggang pergi meninggalkan kelas yang sudah mulai sepi.

Arga yang telah sampai di kelas Putri, segera mengajak Putri untuk pulang bersama. "Yuk!"

"Eh?" Putri terkejut dengan kedatangan Arga yang tiba-tiba, yang kini berdiri di samping kursinya.

"Lo gak lupa, 'kan?" tanya Arga menegaskan.

"Enggak, yuk!"

"Vin, Key, gue duluan, ya."

"Oh, iya-iya, Put. Lo duluan aja." Vina menjawab dengan nada yang ceria.

"Hati-hati, ya, kalian," ujar Keyla seraya menatap Arga dan Putri.

Putri pun menganggukkan kepalanya dan langsung melangkah keluar kelas bersama Arga menuju parkiran.

***

Ketika sampai di kediaman Arga, mereka pun turun dari motor dan langsung memasuki rumah Arga.

Cold Girl (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang