Pagi ini Putri terbangun dengan wajah yang cukup cerah. Ia jadi teringat kejadian kemarin sore. Kejadian di mana dirinya yang diurus oleh Arga dengan cerita yang mengiringi mereka. Bahkan berakhir tertidur pulas bersama Arga di sisinya.
Namun, ketika Putri terbangun, ia sudah tidak melihat Arga yang berada di sampingnya lagi. Ia pikir, mungkin Arga telah kembali ke rumahnya karena memang hari sudah begitu larut. Putri tersadar dari tidurnya itu sekitar pukul 22.20 malam. Jadi memang sudah seharusnya Arga kembali ke rumahnya, bukan?
Putri sudah rapi dengan seragam lengkapnya. Tak lupa dengan tas abu-abu, yang berada di pundaknya. Putri mengambil sesuatu dari dalam laci yang ada di lemari. Usai itu dirinya keluar menuruni anak tangga menuju dapur.
Karena masih banyak waktu, Putri menyempatkan untuk membuat nasi goreng. Beberapa menit selesai, Putri langsung menyantapnya hingga tandas.
Kali ini Putri berniat berangkat menggunakan mobil. Karena merasa masih pagi, untuk itu mobil pilihan terbaik untuknya ke sekolah.
Saat sampai di gerbang sekolah, banyak tatapan bertanya dari mereka. Siapa pemilik mobil tersebut? Apa ada anak baru di SMA Angkasa ini?
Putri pun memarkirkan mobilnya di area parkir khusus mobil. Kemudian Putri turun dan banyak dari mereka yang terkejut karena dirinyalah yang keluar dari mobil tersebut.
"Gila! Itu 'kan si ice princess?"
"Wehh bidadari gue turun dari mobil."
"Dih, gak cantik tuh biasa aja.
Tapi kok tumben dia bawa mobil? Biasanya juga naik angkot."
"Mungkin dia pengen nyombong kali kalo punya mobil."
"Iya tuh, bener."
"Nyinyir aja lo pada. Iri bilang!"
Kira-kira seperti itu suara dari siswa/siswi SMA Angkasa yang melihat Putri turun dari mobilnya. Ada yang memberi pujian, dan ada juga sebuah cemoohan yang tak enak didengar. Namun, Putri tidak begitu menanggapi hal tersebut. Ia tak peduli dengan semua omong kosong mereka. Toh, mereka bukan orang-orang penting di hidupnya.
Putri masuk ke kelas dengan tatapan tak biasa dari kedua sahabatnya. Ketika bokongnya baru duduk di bangku, dengan cepatnya Keyla dan Vina menghadapnya dengan tatapan binar.
"Put, serius lo bawa mobol?" tanya Keyla penasaran.
"Lo bawa mobil aja langsung trending di sekolah ini, Put," sambung Vina dengan nada yang begitu antusias.
"Gak penting."
"Ish, Puput ... kita itu penasaran banget tau. Kan gue sama Keyla juga tau kalo lo selalu naik angkot atau enggak ojek online, dan gak pernah sekalipun gue liat lo bawa mobil ke sekolah. Gue mau mastiin aja kalo lo emang bener-bener ke sini bawa mobil. Tapi, apa yang memutuskan lo buat bawa mobil sekarang?" Vina berujar dengan merengek meminta penjelasan pada Putri.
Putri menghela napasnya kala mendengar suara rengekan Vina. Anak satu itu kalau tidak dijelaskan akan semakin terus merengek sampai nanti.
"Iya, gue emang bawa mobil. Gue juga lagi mau aja bawa mobil yang jarang banget gue pake. Gue pikir, kalo kelamaan disimpen juga gak guna. Gue pake mobil itu sebatas keluar rumah aja dan dalam jarak jauh, kalo enggak gue milih angkutan umum."
"Wahh, gue baru tau kalo lo emang bisa bawa mobil. Gue pikir lo gak bisa ngendarain roda empat itu karena gak pernah sekalipun liat lo bawa. Dan sekarang lo bakalan bawa mobil ke sekolah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold Girl (End)
RandomHidup dalam kukungan kesepian adalah kesehariannya selama ini. Tak ada kepastian dari kedua orang tuanya untuk datang bahkan memberi kasih sayang padanya. Sunyi, sepi, dan sedih. Seperti tak ada kebahagiaan yang nyata, begitu datar dan monoton. Sela...
