Chapter 23

1.2K 52 0
                                        

Seorang gadis yang kini tengah berdiri didekat gudang sekolah seraya memegang ponselnya dengan erat, kini sedang menahan emosinya di sana. Ia tidak tahan dengan mereka yang bisa bahagia di atas penderitaannya.

"Gak akan gue biarin dia deket-deket sama cowok gue. Cewek sampah kaya dia gak pantes buat jadi ceweknya Marvel! Gue harus ngerencanain sesuatu, supaya bisa dapetin Marvel kembali."

"Lo mau berbuat apa sama dia?"

"Sejak kapan lo ada di situ?"

"Gue tanya sama lo dan lo tinggal jawab! Bukan malah balik tanya."

"Bukan urusan lo, ya, Vino."

"Jelas ini jadi urusan gue. Karena segala hal yang menyangkut urusan Arga dan Putri, itu akan menjadi urusan gue juga."

"Yang jelas, gue gak akan diem aja kalo Marvel direbut sama cewek sampah kaya dia."

"Sampah? Bukannya yang selama ini sampah dan menjijikan itu elo, ya? Siapa yang ninggalin, siapa juga yang nyesel. Benar-benar menjijikan, bukan?" Vino berbicara dengan seringaian yang keluar dari bibirnya.

"Diem lo, Vino! Pokoknya, gue bakalan lakuin apapun supaya Marvel bisa balik sama gue."

"Well, gue orang pertama yang menggagalkan itu, Nona."

"Shit, minggir!" Sungguh menyebalkan. Otaknya harus bisa merencanakan sesuatu hal yang bagus untuk bisa memisahkan Arga dan Putri.

***

Putri, Keyla, dan Vina melangkah beriringan menuju kantin. Namun, atensi mereka beralih pada siswa/siswi yang berhamburan menuju lapangan.

"Tunggu, ada apaan rame banget?" tanya Vina pada salah satu siswi yang baru saja melangkah menuju ke arah lapangan.

"Katanya, Flowra si anak baru di kelas kalian itu mau kasih kejutan. Tapi gak tau itu hal apa."

"Oh, oke. Thanks, ya."

"Yap." Siswi itu pun segera pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih kebingungan.

"Penasaran lagi. Kalian penasaran gak?"

"Sama, Key. Kita ke lapangan aja, yuk!" Vina menjawab seraya mengajak Keyla dan Putri untuk ke area lapangan.

"Gak usah ke sana, gak penting!" titah Putri pada kedua sahabatnya.

"Ish, tapi gue sama Keyla penasaran. Pengen tau banget apa yang mau Flowra lakuin di sana."

"Iya, Put. Kita ke lapangan, yuk! Bentaran doang kok, please!"

Putri pun menghela napasnya pasrah. Ia mengangguk menyetujui usul kedua sahabatnya. Seusai itu, mereka pun pergi menuju lapangan bersama guna melihat hal apa yang akan ditunjukkan oleh teman baru mereka itu.

Suara mikrofon yang dibunyikan, kini terdengar nyaring di telinga mereka. Sampai akhirnya sang empu yang ada di sana membukakan suaranya.

"Oke, guys. Di luar dugaan gue, ternyata kalian emang benar-benar penasaran dengan apa yang mau gue umumkan sekarang." Netranya mengedarkan ke sekitar, di sana ada Putri dan ketiga sahabatnya. Juga ada Vino yang diam bersama Dion di sampingnya.

"Hal pertama yang mau gue kasih tau ke kalian adalah ... kalian pasti sangat mengenal dengan cowok yang bernama Arga Marvelous Efendi. Cowok populer di SMA Angkasa ini, terkenal akan ketampanannya dan otak yang mumpuni."

Cold Girl (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang