Di pagi hari yang cerah, ada suara burung berkicauan, angin segar bertiup dengan lembut, daun-daun pada tanaman bergesekan dengan seirama, air mancur dalam kolam ikan berbunyi mengiringi keluarga bahagia yang kini sedang bermain di halaman rumah.
Dua pasang suami istri, juga kedua anaknya yang semakin hari semakin tumbuh besar. Pasangan itu tak lain dan tak bukan ialah Arga Marvelous Efendi dan Putri Natasya Wijaya.
Sudah cukup lama mereka menjalankan rumah tangga bahtera. Tanpa adanya orang jahat yang mengusik mereka kembali. Masih ingatkah kalian saat mereka masih sekolah? Di masa-masa putih-abu itu, sangat dikenang sekali oleh mereka berdua juga para sahabat mereka. Penuh canda, tawa, sedih, haru, konflik yang besar, bahkan rasa bahagia.
Akhir kisah mereka tak ada yang tragis, melainkan akhir yang indah. Para sahabat mereka pun sudah menikah dan mempunyai anak-anak yang lucu. Beragamnya jenis kelamin dari anak-anak mereka. Maka dari itu, ketika mereka bertemu dan berkumpul bersama rasanya sangat ramai. Anak-anak dengan tingkah yang berbeda. Begitu lucu dan menggemaskan.
Putri dan Arga tersenyum melihat interaksi kedua anaknya. Mereka sering kali bertengkar, tapi tak ayal saling berbaikan kembali. Mereka itu sangat dekat. Ketika yang satu tersakiti, maka yang satunya akan merasa sangat bersalah juga segera saling memaafkan ketika lalai untuk saling menjaga satu sama lain.
"Kak, janji ya, jangan berantem lagi sama kak Revo. Aku gak mau kalo Kakak kenapa-napa. Kakak itu udah sering banget dapet hukuman dari Papa, aku gak mau kaya gitu lagi. Karena aku juga ngerasa bersalah jadinya." Sang adik memberi petuah pada sang kakak. Wajahnya sendu, karena kakaknya yang suka berkelahi pada temannya.
Sang kakak menghela napas dan mengangguk pasti. Kemudian ia tersenyum dan mengelus puncuk kepala sang adik dengan lembut.
Mereka ialah anak dari Putri dan Arga, yang bernama Arka Syahreza Sanders, berumur 10 tahun dan Meisya Vatinka Putri, berumur 9 tahun. Mereka bersekolah di tempat yang sama. SD Negeri Gemilang, yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.
"Udah lama, ya, kita sama-sama. Aku gak nyangka kalau kita bisa dapetin anak-anak yang sangat lucu. Kamu tau? Kalian itu kebahagiaan aku. Bahkan aku gak pernah berpikir untuk meninggalkan kalian. Aku bahkan gak tau kalo gak ada kamu dan anak-anak kita sekarang, mungkin aku sedang dilanda frustrasi, Ay. Intinya, you are a part of my life, forever."
Putri tersenyum kala Arga mengatakan hal itu padanya. Kata-katanya begitu tulus. Putri bahkan menatap kedua bola mata Arga cukup lama, dan di sana tidak terlihat suatu kebohongan atau bualan semata. Sampai akhirnya Putri berhambur ke pelukan Arga. Mereka saling memberi kehangatan satu sama lain.
"Ciee, Papa sama Mama pelukan. Mesra banget, si." Meisya berceletuk saat melihat interaksi kedua orang tuanya yang kini saling berpelukan.
Arga dan Putri terkekeh juga segera melepaskan pelukan itu. Kemudian Arga mengacak rambut Meisya gemas.
"Ish, Papa, jadi acak-acakan rambut aku." Meisya berujar kembali dengan nada manja juga bibir yang dimajukan. Sedangkan sang pelaku hanya tertawa dengan riang.
"Pa, besok ada tanding bola di sekolah. Kayanya aku bakal telat pulang." Arka berbicara seraya duduk di teras bawah, dekat dengan Arga.
"Ya udah, pulangnya mau ditunggu atau kamu mau naik angkutan umum?" tanya Arga.
"Kayanya angkutan umum. Papa biar jemput Meisya aja, dia 'kan pulang cepet." Arga lagi dan lagi mengangguk atas ucapan anak pertamanya itu.
Putri tersenyum hangat melihat interaksi suaminya dengan kedua anaknya. Ia tak perlu diberi barang mewah dengan berbagai merek terkenal. Berhadapan dan selalu bersama keluarganya saat ini saja sudah cukup. Karena kebahagaiaannya ialah ketika melihat mereka bisa tersenyum senang dan saling akur. Ketika mereka bahagia, itu mampu membuat Putri ikut merasakan bahagia.
***
Putri saat ini sedang menyiapkan sarapan di dapur, dan tak lupa menyiapkan bekal untuk kedua anaknya juga untuk Arga, suaminya. Karena Arga suka mengabaikan makan siangnya jika di kantor, untuk itu ia selalu menyiapkan bekal untuknya juga. Putri juga selalu siap siaga jika Arga melewatkan makan siangnya. Ia akan menghubungi Arga ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12:00 siang. Itu untuk memastikan jika Arga memakan bekal yang disiapkan untuknya.
"Pagi, sayang." Arga menyapa seraya mencium pipi Putri.
"Pagi juga, sayang."
"Anak-anak mana? Kok belum siap?"
"Tadi, si, masih pada mandi. Biar aku liat mereka dulu, ya." Selesai menata makanan di meja, Putri segera melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Arka dan Meisya.
Baru saja ingin mengetuk pintu Arka, ia dibuat terkejut oleh pintu yang tiba-tiba saja terbuka dari dalam. Dengan Arka yang sudah siap dengan setelan seragamnya yang lengkap. Tak lupa dengan raut datarnya. Benar-benar tak jauh beda dengan Arga.
"Papa udah nunggu, turun gih sarapan!" Arka mengangguk dan segera melewati Putri juga menuruni anak tangga.
Pandangan Putri beralih pada pintu dengan warna grey, juga terdapat tulisan 'Kamar ini milik Meisya Vatinka Putri yang sangat cantik. Anak dari Papa Arga dan Mama Putri.' Putri yang berkali-kali melihat tulisan itu selalu terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Dua anak dengan berbeda karakter, sungguh menggemaskan.
Tok tok tok
"Meisya, kamu sudah siap? Turun yuk, sarapan bareng!" Tak ada jawaban dari anaknya itu. Kemudian Putri membuka knop pintu Meisya dengan pelan yang kebetulan tidak dikunci.
Putri melihat ke area kamar, di sana ia tidak mendapati Meisya. Masuk dengan perlahan, kemudian ia menghela napasnya ketika melihat Meisya baru saja keluar dari kamar mandi dengan tampilan rapi.
"Kirain Mama kamu belum siap, loh. Di cariin gak ada, gak taunya habis dari kamar mandi." Meisya hanya menyengir saja, lantaran mamanya sangat khawatir jika dirinya belum bersiap-siap sama sekali untuk berangkat sekolah. Sampai akhirnya, Meisya dan Putri segera turun menuju meja makan untuk sarapan bersama.
***
Arka dan Meisya sampai di sekolah. Tak lupa berpamitan juga mengucap salam pada papanya. Mereka berdua memasuki gerbang bersama. Banyak dari anak-anak yang memandang mereka terutama Arka.
Satu anak itu memang selalu menjadi sorotan para murid SD Negeri Gemilang. Lantaran wajahnya yang terlihat datar, juga terkadang terlibat masalah bersama kakak kelasnya. Tapi Arka ini termasuk anak yang pintar. Dari segi akademik maupun non akademik.
Arka anaknya sangat tak acuh pada sekitarnya, kecuali dengan adiknya sendiri, Meisya. Jika ada orang yang mengusik adiknya, maka siap-siap saja mendapat pukulan dari Arka.
Terkadang Mesiya suka jengkel dengan tingkah kakaknya itu. Apa-apa harus lapor Arka, apa-apa harus menuruti apa yang diperintahkan Arka. Tapi meskipun begitu, Meisya tetap mematuhi aturan kakaknya. Bagaimana pun perlakuan Arka, Meisya tetap menyayanginya. Karena Arka adalah satu-satunya kakak terbaik yang Meisya punya.
________
Aku cuma bisa kasih ini untuk extra partnya. Dan maaf banget jika part ini tidak membuat kalian puas. Aku juga udah coba semaksimal mungkin untuk buat ini.
Terima kasih ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold Girl (End)
AcakHidup dalam kukungan kesepian adalah kesehariannya selama ini. Tak ada kepastian dari kedua orang tuanya untuk datang bahkan memberi kasih sayang padanya. Sunyi, sepi, dan sedih. Seperti tak ada kebahagiaan yang nyata, begitu datar dan monoton. Sela...
