Ruang dapur yang berisik telah memenjarakan keduanya dalam suasana ramah. Peduli setan dengan kalimat 'seperti dikejar oleh waktu' Jungkook dan Jihwan nampaknya mengerjakan kesibukan di pagi hari dengan gerak santai yang terkadang diselingi guyonan. Tahu apa yang paling Jungkook suka ketika berada di dapur bersama Jihwan? Dia bisa dengan leluasa membantu gadis itu untuk mengikat rambut sebelum memulai aktivitas memasak. Hal itu sama menyenangkan seperti saat dirinya mengikat rambut panjang putrinya.
Selesai mencuci selada dan tomat ceri, Jungkook mendekat pada Jihwan yang tengah sibuk berkutik dengan sendok sayur dan sup di dalam panci. Sepasang lengannya yang melingkari perut Jihwan segera mengejutkan sang empu sampai-sampai hampir terlonjak. Ini hari kedua mereka menjalin hubungan, dan Jungkook masih seperti biasanya. Tidak ada yang berubah selain status di antara keduanya. Tambah manis, tentu. Tambah perhatian, pasti. Apalagi tambah mesum―dia masih rajanya. Kalau sudah mengerling mata bisa membuat Jihwan merinding sambil menyilang kedua tangan di depan dada. Tapi yang Jihwan suka dari Jungkook―pria itu selalu berlaku terang-terangan dan ia tahu Jungkook hanya berniat menggoda. Kalau pun sungguhan―Jungkook itu mesum―Jihwan tetap bisa menerima.
Tubuh mereka bergoyang pelan di atas pijakan, mengikuti alunan musik yang kini tengah dimainkan. Jihwan tidak menyangka bahwa pagi harinya akan terus dimulai dengan romantisme yang Jungkook torehkan. Lagu romantis. Cokelat panas miliknya. Kopi hitam milik Jungkook dan dua lembar roti panggang yang mereka nikmati bersama sembari menyiapkan sarapan―semua terasa bagai mimpi belaka.
Jungkook memejam seraya dirinya masih memeluk tubuh ramping sang gadis. Jantungnya berdegup stabil selagi penghidunya menghirup dalam aroma surai Jihwan. Sakura. Padahal ini musim gugur. Dan ternyata gadis itu baru saja mengganti aroma samponya. Sebelumnya Jungkook dapat menghirup strawberry dan mint, namun sekarang aroma sakura lebih terasa memabukkan, membuainya dalam angan yang masih tercetak samar di kepala. Sesekali Jihwan memindahkan tangannya untuk menangkup punggung tangan Jungkook di perutnya. Jihwan bahkan ragu apakah sup di dalam panci bisa dimasak dengan baik jika Jungkook terus mengganggu seperti ini. Namun, Jihwan bersumpah bahwa ia menyukai sikap manis Jungkook. Bagaimana Jungkook bisa terlihat seperti pria dewasa sungguhan sekaligus dapat bersikap seperti bayi yang butuh perhatian.
"Hei, bisa urus sarapannya? Aku harus melihat apakah Yui dan Ai sudah bersiap-siap," kata Jihwan hendak membalikkan badan. Jungkook mengeluh ketika sang gadis telah menghadap padanya. Dan Jihwan tahu bayi besarnya kembali berulah manja. Kalau sudah begini jadinya, Jihwan tidak tahan hanya berdiam diri. Kebalikannya dia malah jadi ingin mengamati betapa menggemaskannya seorang Jeon Jungkook lalu memeluknya erat. "Oh, jangan lagi Jungkook," bisik Jihwan pasrah saat Jungkook mengerucutkan bibir―lantas tertawa ketika mendengar nada protes dari gadisnya.
"Oke, aku yang urus sarapannya, Hwanie."
"Good then," lirih Jihwan hendak menyingkir, namun belum sempat dirinya lolos dari hadapan sang kekasih, Jungkook telah lebih dulu kembali menahannya dalam lingkaran hawa yang hangat.
"Kiss me before you go." Seketika celah bibir sang gadis menyingkap tipis dengan tatapan sedikit terkejut. Jihwan diam sebentar mengingat suara rendah Jungkook barusan terus berkeliaran di dalam pikirannya. Apa yang sedang dilakukan Jungkook? Apakah kalimat itu berupa sebuah mantra untuk membuat Jihwan tinggal lebih lama di dapur―bersamanya?
Manik mereka bertemu dalam satu titik yang mendebarkan sekaligus hangat. Jihwan menorehkan keteduhan yang tak mampu Jungkook tepis. Manik gadis itu selembut embun pagi dan menenangkan, tapi dapat berubah menantang berani jika sedang merasa terganggu. Jihwan pun merasakan hal yang berbeda setiap kali berada di dekat Jungkook. Dia bukannya tidak berdaya. Dia bisa marah saat pria itu bersikap kelewat berlebihan. Ingat saat mereka pernah bertengkar sebelumnya? Jihwan bisa meluapkan amarah yang memenuhi kepalanya, bersikap dingin agar tidak direndahkan. Lantas apakah ia mampu bersikap seperti itu pada Namjoon dahulu? Tidak. Tidak sama sekali. Jihwan seakan tidak memiliki kewenangan untuk membela diri. Tapi kali ini, berhadapan dengan Jungkook membuatnya belajar sedikit demi sedikit untuk menjadi lebih berani. Jungkook terlihat manis dan lembut, namun bukan berarti pria itu tidak bisa berubah menjadi emosional sewaktu-waktu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Lady
FanficJeon Jungkook; single parent, tampan, mapan, kaya. Duda muda yang mumpuni menjaga kedua buah hatinya itu akhirnya harus mencari belahan jiwa kembali, untuk menjadi pengasuh bagi putra-putrinya yang masih harus mendapat perlakuan khusus dari seorang...
