[Song : Ellie Goulding, Diplo, Swae Lee - Close To Me]
***
Mengutip sepenggal kalimat dari Vincent Van Gogh; katanya, tidak ada yang sungguh-sungguh artistik selain mencintai orang lain. Sepertinya itu memang benar. Saat Jungkook berjuang serta bertarung sebagai dirinya sendiri dan belum mengenal Hellen, Jungkook tidak tahu cukup jelas mengenai apa yang ingin ia tuju sebelum menamatkan peran dalam kehidupan. Tapi setelah bertemu dengan Hellen, Jungkook seolah-olah berhasil mendapatkan jawaban yang selalu ia cari-cari selagi dirinya masih belum terarah. Lantas pada saat kehilangan wanita itu pula, Jungkook kembali merasa bingung harus berlari ke arah mana, sampai akhirnya eksistensi Yui dan Ai berhasil mengembalikan rasa tak mau kalahnya untuk tetap meraup kebahagiaan. Berkat cintanya pada Yui dan Ai, Jungkook jadi merasa lebih hidup.
Kini lenyapnya presensi Hellen Jung telah digantikan oleh kehadiran Shin Jihwan. Jungkook tentu merasa bersyukur atas segala anugerah yang ia terima. Putra-putrinya, keluarganya, sahabatnya dan kekasihnya. Meski Jungkook tahu bahwa semua hal yang ia miliki saat ini tak dapat diakui secara abadi, paling tidak suatu saat nanti Jungkook akan teringat, bahwa yang ia miliki sekarang pernah mengisi dan menyempurnakan kehidupannya yang tidak cukup menarik.
Salju di musim dingin tahun ini turun untuk pertama kalinya pada pukul empat sore. Turunnya butiran-butiran putih itu seketika disambut antusias oleh Yui dan Ai. Rasanya kedua bocah tersebut telah menanti sejak lama dan terus bertanya-tanya kapan musim dingin akan datang sehingga mereka bisa membuat manusia salju di halaman rumah lalu menghiasinya dengan mahkota, syal, topi, ranting atau wortel.
Jungkook mengamati kesibukan Yui dan Ai yang sedari tadi menumpukan lutut mereka pada sofa sambil memandang ke luar jendela. Kedatangannya ke ruang tengah menghadirkan aroma manis dan lembut dari tiga buah mug berisi cokelat panas di atas nampan. Sesaat Jungkook meletakkan nampan yang ia bawa dari dapur ke atas meja, lalu ikut bergabung dengan putra-putrinya, menyelipkan tubuh di tengah-tengah keduanya dan memandang ke arah halaman, di mana tumpukan salju terlihat mulai menggunung.
Tekanan rasa dingin dari suhu udara di luar sana membuat ketiganya memutuskan untuk hanya menikmati pemandangan salju pertama melalui jendela ruangan, bertekad membuat manusia salju keesokan paginya. Yui memandang kagum sambil menopang kedua pipi dengan tangan, sementara Ai berpeluk nyaman dengan sang ayah selagi matanya melirik keluar disertai kedatangan rasa kantuk. Mata bocah laki-laki itu mengerjap beberapa kali, lalu setelahnya menyandarkan kepala pada bahu ayahnya.
"Bulan ini adalah kelahiran Ai kan, Daddy?" tanya Ai lirih, membiarkan kelopak matanya mengatup berat beberapa kali. Pertanyaan tersebut lekas disambut dengan senyum serta anggukan. Jungkook sama sekali tidak berniat melupakan hari ulang tahun putranya. Hanya tinggal menghitung hari dan usia Ai akan bertambah. Tahun kematian Hellen Jung pun akan bertambah satu digit (menjadi 7 tahun) lantas membuat Jungkook tersadar, rupanya Hellen telah meninggalkan ia dan putra-putrinya cukup lama. "Dan bulan ketika mommy pergi," sambung Ai bersama suara paraunya. Yui yang melihat kesedihan sang adik akhirnya memutuskan untuk mendekat lalu memeluk punggung sempit yang kini tengah berpeluk nyaman dengan sang ayah.
Mendengar penuturan pilu yang dilontarkan Ai, Jungkook lekas saja memeluk kedua bocah dalam pelukannya kemudian mendaratkan satu kecupan pada masing-masing puncak kepala buah hatinya. Dipejamkannya mata selama beberapa menit, lalu menarik dan mengembuskan napas ikhlas, berharap apa yang ia lakukan dapat menyertai hati serta pikiran putra-putrinya pula. "Sudahkah Yui dan Ai mampu merelakan kepergian mommy?" tanyanya lembut, berjuang menahan air mata yang menggenangi kelopak bagian bawah sembari menyulam senyum tipis meskipun kedua bocah itu tak sedang menatapnya. Yui lekas meremas sweter yang Jungkook kenakan, pun sama halnya dengan yang Ai lakukan. "Sudahkah Yui dan Ai memikirkan bahwa sebenarnya mommy sedang sangat bahagia di atas sana walaupun tanpa kita bertiga?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Lady
FanfictionJeon Jungkook; single parent, tampan, mapan, kaya. Duda muda yang mumpuni menjaga kedua buah hatinya itu akhirnya harus mencari belahan jiwa kembali, untuk menjadi pengasuh bagi putra-putrinya yang masih harus mendapat perlakuan khusus dari seorang...
