Minyoon
Gs Areaa
This Story is mine
Happy Reading
.
.
.
.
London, Inggris
Ruangan itu didominasi dengan warna putih yang monoton, suara kardiograf yang semakin lambat terdengar begitu jelas ditelinga Jimin.
Para dokter dan perawat yang setengah jam lalu berjibaku di ruangan itu sudah mundur perlahan, berbaris rapih didepan ruangan sambil menatap punggung Jimin yang berjalan dengan terseok-seok menuju ranjang.
Air matanya berderai, sambil menggendong sosok mungil ditangannya ia mendekat kearah ranjang, memasang senyum kecil pada sosok cantik yang tengah terbaring lemas sambil menatapnya teduh.
Nafasnya tersenggal, bukti nyata bahwa sebentar lagi mereka akan terpisah jurang besar bernama kematian.
“J—jimin...”
Panggil perempuan itu lirih, senyum teduhnya tidak pernah lepas dari bibirnya sekalipun bibir itu kini telah kehilangan warnanya, meski rasa sakit itu tengah mencengkram keseluruhan jiwanya.
“ Kenapa? Kau mengabaikan perintahku.. Seulgi-ya” Kata Jimin serak sambil menangkup lembut rahang gadis itu dengan sebelah tangannya yang bebas.
Menahan mati-matian air mata yang hendak mendobrak keluar.
“ Kenapa kau memaksa dokter untuk menyelamatkan bayi kita padahal aku sudah memilihmu”
Sebuah air mata pada akhirnya terjatuh. Menyiratkan seberapa dalamnya Jimin takut dengan kehilangan. Tapi Seulgi justru masih bisa tersenyum lembut, mengelus tangan Jimin yang berada di rahangnya dengan lembut, menenangkan.
“ Jaga dia ya Jimin....” katanya pelan, bersaing dengan desisan nafasnnya yang semakin tersenggal.
“ Namanya Park Yoonji... Diambil dari namamu... dan Yoongi”
Tidak ada ketakutan atau pun rasa sedih diraut cantik itu, hanya ada sebuah senyum tulus tanda perpisahan, sudah siap untuk melepaskan semuanya.
Sedangkan disana Jimin tergugu, atas rasa bersalah yang kini kembali menyerang ulu hatinya ketika nama Yoongi kembali dibuka.
“ Jimin... aku tahu sampai detik inipun kau tak sekalipun menaruh hati padaku...” Seulgi berujar pelan disela hela nafasnnya yang semakin sulit.
“ Kembalilah pada cintamu Jimin.. aku selesai meminjammu... terimakasih karna pernah memilihku.. tapi ku mohon... kali ini kembalilah pada rumahmu “
Tangan pucat itu bergerak perlahan menyusuri wajah cantik bayi mungil yang berhasil dilahirkannya, memeta wajah bayi itu dengan lamat karna ini adalah perjumpaan terakhir mereka
“ Cari dia hingga bertemu.. dan besarkan Yoonji sebagai anak kalian... aku mohon...” pintanya tulus, membuat Jimin semakin tergugu ditempatnya.
“ Jangan menyiksa diri lagi Jimin.. kau dan Yoongi berhak bahagia... aku minta maaf.. karna aku membuatmu terpisah dari cintamu....”
Gadis itu menangis, matanya terpejam erat sedangkan tangannya menggenggam tangan Jimin lebih erat.
“bahagialah Jimin.. aku melepasmu... sampaikan permintaan maafku pada Yoongi juga.. aku mencintaimu Jimin... selalu”
Dan kemudian tangan itu terjatuh, disusul dengan suara nyaring dan garis lurus yang dikeluarkan oleh kardiograf disamping ranjang.
Jimin terjatuh, memeluk erat bayi mungilnya yang menangis kencang seakan mengerti bahwa ia telah kehilangan ibunya. Park Seulgi, pada akhirnya meninggalkan dunia dengan membawa rasa bersalah seorang Park Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
House of Card
Fanfiction[End] Tidak semua cinta harus diungkapkan. Terkadang sesakit apapun perasaan itu lebih baik tetap dipendam. Tetap menjadi rahasia kecil yang dibalut dengan senyuman. Hanya untuk menjaga, apa yang baik tetap berjalan baik. Ikatan mereka memang telah...
