Chapter 14 - Painful

1.1K 139 24
                                        

Minyoon
Gs Area
This Story is mine
Happy Reading
.
.
.

Pintu terbuka lebar, mempersilahkan yang berkuasa untuk masuk, semua orang membungkuk hormat mengiri langkahnya menuju ruangan tertinggi di perusahaan itu.

Bukan kali pertama Taehyung harus turun tangan memantau langsung Park company yang kini menjadi miliknya juga, hal ini disebabkan karna kinerja Jimin yang sering kali menurun membuat pemuda itu cukup merasa cemas.

Bukan pada perusahaannya, tapi murni pada sepupunya itu.

Taehyung amat mengenal Jimin, pun sebaliknya. Dibesarkan bersama sejak balita membuat mereka dapat mengerti satu sama lainnya.

Jimin adalah seorang pekerja keras dan miliki otak yang cukup jenius, tapi jika Jimin sudah berulang kali melakukan kesalan yang berimbas pada pekerjaannya, Taehyung yakin sepupunya itu sedang mengalami masalah yang cukup pelik.

“ Tuan Kim”

Dahyun yang berada didepan ruangan Jimin sontak membungkuk hormat saat bos besarnya mendatanginya. Taehyung tak berbicara apapun, ia hanya mengangguk kaku sebelum akhirnya melangkah memasuki ruangan besar dihadapannya itu.

Taehyung menyirit saat mendapati Jimin tengah terpekur dalam, membelakanginya. Terlihat begitu rapuh dengan pandangan yang terpaku pada jendela besar dibelakang mejanya.

Pandangan Taehyung meredup, setelah memastikan pintu tertutup, ia segera melangkah mendaratkan tubuhnya pada sofa.

Sedikit banyak ia paham alasan Jimin sebegini terpuruk, bukan hal yang sulit. Kenyataan bahwa Yoongi dan keluarga kecilnya tinggal satu kompleks bersama mereka, serta keberadaan Yoongi yang terdapat dalam jangkauan, cukup membuat Jimin sangat terlihat menyedihkan.

“ Hari yang buruk, eoh Mr. Park”

Taehyung dapat melihat Jimin tersentak ditempatnya, pemuda itu kemudian berbalik, menatapnya dengan pandangan terkejut.

“ Sejak kapan kau ada disini?”

“ Lima menit yang lalu? Yah cukup puas untuk memandangimu seperti orang kehilangan hidup begitu”

“ Bajingan”

Jimin berdesis membuahkan gelak tawa dari si sepupu. Dengan dongkol, ia beranjak mendekat. Menjatuhkan diri pada sofa yang bersebrangan dengan Taehyung.

“ Ada apa kemari?”

“ Hanya pengecekan rutin, siapa tau kau berniat menghancurkan perusahaanku”

“ Ya.. akan kau buat dirimu jatuh dalam sekali kedipan”

“ Kejam”

Taehyung mengulum senyum, meskipun tidak lega tapi ia cukup senang sepupunya itu terlihat cukup baik.

“ Kau tau kan apa tujuanku kemari?”

“ Kenerja ku yang buruk?” Jimin mengangkat bahunya pelan

“ Yah apa lagi selain itu. Aku tidak lupa sekarang aku hanya bawahanmu”

Taehyung diam, tidak mengeluarkan komentar apapun. Matanya hanya memandang sepupunya itu lekat, penuh penilaian. Sejujurnya, entah kenapa ia merasa begitu bersyukur. Bukan berarti ia senang melihat kehancuran Jimin, tapi lebih pada dirinya sendiri.

Seandainya ia mengikuti saran Jimin lebih lama dahulu, mungkin nasibnya tidak akan jauh berbeda.

“ Hei Jim, kau tau? Melihatmu sekarang membuatku lebih pandai bersyukur” Aku Taehyung yang langsung mendapat tatapan tajam penuh kekesalan dari sang lawan bicara.

House of CardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang