Minyoon
Gs area
The Story is Mine
Happy Reading
.
.
.
.
Satu minggu sudah berlalu sejak hari itu. Jimin sudah kembali dalam rutinitasnya, hanya saja ia terlihat lebih dingin dari biasanya.
Tidak ada lagi sapaan hangat atau pesan singkat saat memulai hari, semua kembali seperti tujuh tahun yang lalu. Sepi.. dan hampa.
Tapi Jimin berusaha bertahan, dia sudah pernah hancur setidaknya ia memiliki sedikit pengalaman bagaimana untuk mengcover kehancurannya. Meski kali ini lebih parah karna tanpa ada angan untuk kembali bangkit.
Pemuda itu bangun pagi seperti biasa, mempersiapkan putri kecilnya untuk berangkat sekolah sebelum akhirnya turun untuk sarapan bersama. Jimin bahkan masih dapat tersenyum saat menanggapi celotehan putrinya sepanjang perjalanan menuju sekolah.
Namun begitu ia memasuki kantornya semua keramahan saat bersama sang putri mendadak hilang, banyak pegawai kantor yang mengeluhkan sikap Jimin. Aura pemuda itu benar-benar dingin bahkan lebih dari sebelumnya, dia mudah sekali marah. Satu kesalahan kecil saja, Park Jimin tidak segan untuk menedang dirimu dari perusahaan.
Seperti saat ini, Jimin baru saja memecat dua pegawai terbaiknya hanya karna tak sengaja menumpahkan kopi pada salah satu berkas yang bahkan sudah tidak terpakai lagi. Sepele memang, tapi Jimin benar-benar tidak segan untuk mengeluarkan pemecatan.
Pemuda itu langsung memijit kepalanya begitu tiba di kursi kebesarannnya. Rasanya begitu pening, membuat emosinya tidak stabil akhir-akhir ini.
Dahyun yang sedari tadi memperhatikan ruangan bosnya yang tertutup rapat menghela nafas pelan, dia tahu ada yang tidak beres. Mau tak mau ingatannya kembali pada Yoongi, apa wanita itu lagi yang menjadi penyebabnya?
“Dahyun-ssi”
Gadis itu terlonjak di tempat begitu namanya dipanggil, matanya terbelalak kala mendapati siapa yang memanggilnya tadi. Dengan cepat ia berdiri dan membungkukan badannya pelan. Sedikit merutuki diri karna ketahuan melamun didepan sang atasan.
“S—selamat siang Kim Sajangnim”
Taehyung mengangguk pelan, tidak mempedulikan pula kegugupan gadis di depannya. Matanya terus-terusan menatap pintu ruagan Jimin yang tertutup rapat, ada kecemasan tersendiri untuk sang sahabat.
Kondisi Jimin yang cukup tidak stabil akhir-akhir ini membuat Taehyung sering sekali mampir untuk sekedar mengecek keadaan.
“Bagaimana keadaannya hari ini? Tidak terjadi sesuatukan?”
Ini sudah kali keempat dalam satu minggu ini Taehyung menyambangi kantor Jimin, dan setiap kali kemari pemuda itu pasti menanyakan keseharian Jimin pada sekertarisnya. Sekedar memastikan bahwa sepupunya itu tidak melakukan hal-hal diluar batas demi melampiaskan kehancuran hatinya
“Tuan Park, ada di dalam sajangnim. Beliau baru saja kembali usai rapat bersama tim perencanaan. Dan memecat dua karyawan”
“Pemecatan karyawan lagi?”
Taehyung mengeluh pelan, ia memijat keningnya yang sedikit berdenyut karna menghadapi sikap sang sepupu.
“Kali ini apa lagi masalahnya?”
“Itu.. menumpahkan kopi pada beberapa berkas yang tidak terpakai, Sajangnim” Cicit Dahyun takut, aura Kim Taehyung ini memang tidak bisa diremehkan. Padahal dia sedang berdiri diam tapi Dahyun merasa seperti terintimidasi. Hebat sekali Kim Jungkook bisa tahan.
“Si sialan itu! Baiklah.. kosongkan jadwal tuan mu dua jam kedepan. Jangan biarkan ada yang memasuki ruangannya selama aku didalam”
“Ba—baik sajangnim”
KAMU SEDANG MEMBACA
House of Card
Fanfiction[End] Tidak semua cinta harus diungkapkan. Terkadang sesakit apapun perasaan itu lebih baik tetap dipendam. Tetap menjadi rahasia kecil yang dibalut dengan senyuman. Hanya untuk menjaga, apa yang baik tetap berjalan baik. Ikatan mereka memang telah...
