Minyoon
Gs Area
This Story is Mine
Happy Reading
.
.
.
.
Semua terdiam menanti jawaban Taehyung, sejujurnya ketiganya sama-sama cemas Taehyung tidak suka. Bagainanapun masih jelas dibenak Jungkook bahwa suaminya menentang keras mertuanya perihal cucu kedua dari mereka.
"Tae?"
Taehyung menghela nafas sebentar, kemudian menatap Jungkook lurus-lurus seperti menahan sesuatu.
Dan saat itu tubuh Jungkook mengalami tremor ringan, tatapan itu.. ia tahu ada sesuatu yang membuat Jungkook total menolaknya. tanpa sadar Jungkook menggeleng, tatapannya tak lepas dari pria itu.
Tidak... kumohon tidak,,,
“ Aku sudah tahu....”
Taehyung menghela nafas pelan, tenggorokanya tercekat
“Gugurkan Jungkook...” pemuda itu tercekat ada permohonan diiris kelam itu “Gugurkan saja”
Hening terjadi kemudian, semuanya sibuk mencerna perkataan pemuda itu.
Kecuali Jungkook, dia sudah tercekat, sesak melahirkan buliran air mata serta isakan tertahan yang terasa begitu memilukan. Dia kecewa, sakit hati.
Bagaimana bisa? bagaimana mungkin Taehyung setega itu menyuruhnya mengugurkan bayi mereka? yang bahkan masih berupa gumpalan darah?
Isakan itu menyadarkan yoongi dan Jimin dari keterpakuannya. Yoongi refleks segera memeluk Jungkook dengan erat menenggelamkan sahabatnya yang tengah berduka itu pada pelukannya.
Sedangkan Jimin meloncat dari atas ranjang kemudian mendekati Taehyung dengan langkah yang bederap marah, tangannya terkepal menahan emosi hingga kemudian satu tinjuan penuh dendam mendarat dengan sempurna dirahang tegas milik pemuda itu.
“Brengsek! Kau memang bajingan sialan!”
Sret!
Jimin menarik kerah baju Taehyung yang tengah terkapar karna pukulannya, menyeretnya pergi dari kamar dan menghempaskan pemuda itu tepat dilantai ruang tamu dengan sebuah hentakan tajam.
Membuat Taehyung mengerang kesakitan kala punggungnya menyapa lantai dengan begitu keras. Tanpa menunggu, Jimin lantas memberikan lagi beberapa pukulan tajam pada pemuda itu.
“Dia anakmu sialan! Pikiranmu! Benar-benar bajingan!”
Lagi, Taehyung mengerang saat satu tendangan berhasil mendarat diperutnya. Jimin ini pemegang sabuk sabuk hitam dengan gelar master, serangannya bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh, apa lagi pemuda itu tengah marah sekarang.
Taehyung jelas merasakan beberapa tulangnya seperti tergeser, tapi dia tidak melawan, menerima semua pukulan itu dengan tangan terbuka.
Entah berapa lama Taehyung menerima pukulan-pukulan itu, entah berapa banyak pukulan yang diterimanya, entahlah baik Jimin dan Taehyung sendiri tidak menghitungnya.
Jimin baru melepaskan Taehyung ketika pemuda itu sudah terbatuk hingga mengeluarkan darah. Tubuhnya melemas tapi masih mampu merasakan sakit kala punggungnya lagi-lagi menghantam lantai dengan keras. Jimin tak berniat sedikitpun berbelas kasih padanya.
Hening hanya terdengar tarikan nafas yang bersahutan, memburu bagai berlomba mengais oksigen untuk mengisi paru-paru.
Taehyung merasakan sakit disetiap tarikan nafasnya, tapi dia memilih diam menerawang kembali perkataannya beberapa menit yang lalu, dia merasa sakit melihat wajah Jungkook yang kecewa, ah... lagi-lagi dia berhasil membuat Jungkook menangis. Untuk kesekian kali Taehyung melanggar janjinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
House of Card
Fanfiction[End] Tidak semua cinta harus diungkapkan. Terkadang sesakit apapun perasaan itu lebih baik tetap dipendam. Tetap menjadi rahasia kecil yang dibalut dengan senyuman. Hanya untuk menjaga, apa yang baik tetap berjalan baik. Ikatan mereka memang telah...
