MINYOON
GS Area
This Story is Mine
Happy Reading
.
.
.
.
Yoongi mengerjap pelan begitu merasakan cahaya asing mencoba menusuk retinanya, perlahan matanya terbuka, menampilkan sepasang iris kelam yang menatap sekeliling dengan bingung.
Bau rumah sakit menyengat membuat Yoongi kembali merasa pening membuatnya terpaksa kembali menutup mata, sial.
Ia kembali memutar ingatannya, mencari tahu kenapa ia bisa berada di rumah sakit. Seingatnya, ia pergi rapat di kantor Jimin, kemudian mereka sedikit mengobrol dan.. oh sial! Yoongi kembali mengumpat kala mengingat apa alasannya ia bisa masuk rumah sakit.
Traumanya kembali, meski tidak terlalu parah. Tapi berhadapan langsung dengan Jimin, ditempat yang penuh dengan kenangan lama, bukanlah hal yang baik baginya. Ternyata ia memang belum sembuh benar dari penyakit itu, traumanya pada Jimin ternyata masih ada meski tidak sehebat dulu.
Pintu kamar terbuka, menampakan sosok Jimin yang sempat terkejut melihatnya. Meski beberapa saat kemudian ia bisa menguasai dirinya kembali. Lelaki itu tersenyum, kemudian mendudukan dirinya disamping ranjang.
“ Kau sudah bangun ternyata, ada yang sakit?”
Jimin menghentikan gerakannya yang akan menusap kepala Yoongi begitu gadis itu mengelak, dengan sedikit menggeser kepalanya. Seakan tertampar dengan kenyataan, ia menarik kembali tangannya seiring dengan rautnya yang berubah suram.
“ Tidak.. aku baik-baik saja”
Meski pun banyak yang ingin Jimin sampaikan, tapi pada akhirnya ia hanya bisa mengangguk. Merubah suasana kembali terasa canggung. Ia tidak memiliki pembicaraan yang pas dengan perempuan itu. Sekali lagi, Jimin jelas melihat setinggi apa tembok yang sengaja dibentangkan Yoongi untuknya.
Sementara Yoongi memilih tak peduli, baginya apapun tanggapan Jimin bukan lagi urusannya meski gelenyaar aneh itu masih menggelayuti hatinya.
Ia memilih menatap sekeliling kemudian menghela nafas saat melihat tangannya sudah terpasang infus, itu tandanya dia akan mendekam lebih lama ditempat yang paling dibencinya ini.
“ Ah... aku sudah menghubungi suamimu... sepertinya sebentar lagi Daniel akan segera kemari”
Sejujurnya Jimin cemas sekali dengan keadaan Yoongi yang tiba-tiba pingsan seperti tadi, tapi dokter tak memberitahunya karna dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Yoongi. Maka dengan terpaksa Jimin menghubungi Daniel, meminta lelaki itu untuk segera datang.
“ Oh.. ya terimakasih Jimin-ssi”
Hening lagi, keduanya kembali terlibat dalam kecanggungan. Sukar untuk berkata-kata. Jimin mengumpati dirinya beberapa kali, kenapa sulit sekali menemukan topik pembicaraan yang tepat dengan Yoongi? Ia masih ingin mengobrol banyak, tapi rasanya sulit sekali.
“ Yoon, aku—“
Brak!
“ Sayang kau tidak apa-apa?”
Jimin kembali mengatupkan bibirnya saat pintu ruang rawat tiba-tiba saja terjeblak dengan keras, menampilkan Daniel yang langsung beringsut mendekat kearah Yoongi dengan wajah luar biasa panik. Memburu Yoongi dengan pertanyaan beruntunnya.
Sedangkan dibelakangnya, nampak sosok Minhyun mengikuti dengan langkah yang lebih tenang. Diam-diam Jimin tersenyum miris, lalu dengan perlahan melipir menuju sofa membiarkan Daniel mengambil alih tempatnya tadi. Karna bagaimanapun saat ini, Daniel lah yang lebih berhak. Jimin cukup sadar diri, untuk tidak menunggu terusir.
“Minggirlah Daniel, aku harus memeriksa Yoongi dulu”
Daniel mendengus, sedikit tidak rela ia menuruti permintaan Minhyun, mempersilahkan dokter cantik itu mengambil alih tempatnya. Minhyun langsung memeriksa Yoongi, rautnya terlihat serius membuat Yoongi merasa sedikit was-was.
KAMU SEDANG MEMBACA
House of Card
Fan-Fiction[End] Tidak semua cinta harus diungkapkan. Terkadang sesakit apapun perasaan itu lebih baik tetap dipendam. Tetap menjadi rahasia kecil yang dibalut dengan senyuman. Hanya untuk menjaga, apa yang baik tetap berjalan baik. Ikatan mereka memang telah...
