Chapter 35 - Will be Happy

1K 110 16
                                        

Minyoon
Gs areaa
This Story is mine
Happy Reading...

.
.
.

Yoongi baru saja menyelesaikan makan siang bersama sang sekertaris ketika pintunya ruangannya diketuk.

Seorang pemuda yang membuatnya selalu tersenyum hampir seharian ini melangkah masuk sedetik setelah Yoongi mempersilahkan dengan senyuman lebar yang hampir tidak bisa hilang.

“Selamat siang tuan Park?”

Somi menyapa sedikit mengambang, belum dapat mencerna sepenuhnya maksud kedatangan rekan bisnis atasannya itu. Gadis itu terlihat kebingungan manakala Jimin tak memberikan penjelasan apapun selain anggukan konfirmatif sebagai balas sapaanya.

Yah.. siapa pula yang tidak akan bingung melihat rekan kerja atasannya datang begitu saja tanpa pemeberitahuan. Padahal jelas ia mengingat jika hari ini tidak ada agenda apapun yang berkaitan dengan pemuda itu, apa lagi pemuda itu datang sendirian tidak ditemani sekertarisnya?

“Kau boleh pulang Somi-ya..”

Yoongi tersenyum pengertian saat melihat Somi mengerjab penuh kebingungan, keninya mengerut dipenuhi tanda tanya.

“Ada yang harus aku bicarakan dengan tuan Park”

“Ah? Baik sajangnim”

Gadis itu mengangguk patuh. Mungkin ia memang tidak tahu apa tujuan Jimin mendatangi kantor Yoongi, tapi ia cukup tanggap membaca perintah sang atasan meski itu sekedar tatapan saja.

Yah meski hatinya dipenuhi beragam pertanyaan, tapi ia lebih memilih diam. Mengunci mulutnya rapat-rapat dan tidak membukanya pada siapapun. Baginya urusan sang bos tak bisa ia ikut ambil bagian didalamnya, tak peduli sedekat apapun hubungan mereka.

“Jadi mau kemana kita?”

Tanya Jimin begitu pintu kembali tertutu setelah Somi meninggalkan keduanya. Matanya memperhatikan bagaimana Yoongi yang mengerut bingung ditengah kesibukannya membereskan barang kedalam tas.

“Ku pikir kau sudah tahu akan mengajakku kemana”

Tanggap Yoongi begitu berhasil menyampirkan tas ditangannya. Ia kemudian beranjak mendekati si pemuda dan disambut dengan rangkulan possesif dipinggangnya

“Aku tidak ada rencana”

Beber Jimin setelah melayangkan satu kecupan hangat didahi si perempuan. Terekekeh kecil saat Yoongi justru semakin menyurukan kepalanya dalam rengkuhan itu, astaga.. semoga Tuhan memberinya banyak kekuatan hari ini. Karna demi Tuhan Yoongi yang bersikap manis adalah kelemahan terbesarnya.

“Yah... harusnya aku sudah menduganya” Yoongi berdecak pelan

“Tapi hari ini aku milikmu, jadi kau bisa membawaku kemanapun kau mau”

Jimin tersenyum kecil karnanya  “Termasuk ke hotel?”

Ia mengedip jahil berniat menggoda lebih jauh, tapi cubitan Yoongi di pinggangnya mampu membuatnya tekekeh menahan rasa gemas, apa lagi tatapan kesal penuh ketidak setujuan yang dilayangkan perempuan itu padanya, nyaris membuat Jimin tidak bisa menahan diri untuk menerjang perempuan itu.

“Baiklah.. baiklah... aku ikut mau mu, jadi mau kemana kita Yoon?”

“Yah liat saja nanti”

Yoongi melepaskan diri, merapikan tampilannya kemudian mengangkat bahunya acuh dan berjalan mendahului Jimin yang sedari tadi menatapnya, tak lupa dengan sebuah kedipan jahil yang membuat sang pemuda kontan terdiam setengah bingung.

House of CardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang