Chapter 39 - Semesta Jimin

1.1K 123 11
                                        

Minyoon
Gs Area
This Story is Mine
Happy Reading
.
.
.

“Menyenangkan menghabiskan waktu dengan Jungkookie, membahas soal pria, eh?”

Yoongi terkekeh pelan mendengar ucapan bernada geli itu, ia lalu menyenderkan punggung mungil nya pada dada bidang Jimin yang masih setia memeluk tubuhnya dengan begitu erat.

Keduanya kini berada di balkon utama Mansion Park. Begitu selesai dengan “Woman Time” nya bersam Jungkook dan berbagi rasa lega yang sama, esok pagi nya Yoongi di jemput Jimin yang datang bersama Taehyung beserta kedua anaknya.

Taehyung sendiri berencana menghabiskan akhir pekannya bersama keluarga kecilnya di Busan dan baru akan kembali ke Seoul senin nanti, sedang Jimin memang berniat membawa Yoongi pulang ke Seoul, berdalih jika anak-anak tidak mau di ajak liburan berhasil membuat Jungkook merelakan kepulangan sahabat nya itu.

“Omong-omong kenapa kau diam sekali?”

Yoongi tidak menjawab, tatapannya berubah seperti menerawang sesuatu sukses membuat seorang Park Jimin dihantui kecemasan

“Sayang.. terjadi sesuatu di Busan?”

Yoongi tidak langsung menjawab, perempuan itu hanya diam sambil memandang lurus kedepan dengan pandangan menerawang dan bibir yang tersenyum begitu tipis. Ini cukup untuk membuat seorang Park Jimin kehilangan senyumnya dan mendadak luar biasa cemas.

“Sayang.. ada apa? Terjadi sesuatu yang bu—“

“Jungkook mengetahui kita, Jim”

Potong Yoongi yang sukses membuat Jimin membeku ditempat. Butuh beberapa waktu hingga akhirnya logikanya dapat menangkap maksud dari ucapan sang terkasih, ia menengang dan Yoongi jelas merasakan itu.

Beberapa menit selanjutnya Jimin terdiam, tapi pelukannya semakin mengerat. Ia sangat takut jika Yoongi kembali menghadapi sesuatu yang buruk, tentu Jimin masih merasa sangat bersalah karna sempat merusak hubungan persahabatan itu.

Dia tidak ingin terulang untuk yang kedua terlebih membuat Yoongi sedih karna kehilangan sahabatnya lagi.

“Apa Jungkook berbicara sesuatu yang menyakitkan? apa dia membuat kau menjadi diam begitu? apa dia mengancam akan meninggalkan mu lagi?”

Jimin bersumpah jika Jungkook melakukan hal yang sama seperti dulu, membuat Yoongi harus terjebak diantara dilema dan kembali memisahkan mereka, maka Jimin kali ini akan memohon atau bila perlu berlutut, menyebah kaki perempuan itu agar mereka berdua tidak lagi dipisahkan.

Yoongi terkekeh, menikmati kepanikan yang terjadi di hadapannya. Wajah tampan itu mengkerut, matanya menajam dan rahangnya mengeras ciri khas jika lelaki itu merasa terancam.Tangan Yoongi terangkat seraya mengelus rahang itu dengan lembut.

“Jangan berpikir buruk soal sahabat ku” bibir tipis itu tersenyum tatapannya begitu lembut menenangkan

“Sahabat ku hanya melakukan apa yang menurut nya akan membuat ku bahagia”

“Dan termasuk memisahkan mu dengan ku? itu membuat mu bahagia?”

Yoongi mengangkat bahunya, besikap mendramatisir membuat Jimin semakin cemas

“Mungkin bisa di bilang begitu?”

“Yoongi”

Yoongi tertawa lagi kala mendengar rengekan bernada berat yang sungguh tak sesuai dengan pemuda itu, bertahun mengenal Jimin, nyatanya sisi menggemaskan ini tidak hilang sekalipun tujuh tahun telah menjadi pemisah.

“Kenapa kau terdengar seperti membenci Jungkook, bukan kah kau sayang pada nya?”

Jimin mendengus kesal, ia memijat keningnya setengah frustasi

House of CardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang