special part : Memories

1K 106 13
                                        

Minyoon
Gs Area
This Story is Mine
Happy Reading
.
.
.

Yoongi menghela nafas pelan sambil berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan dosennya sebagai persyaratan terakhir mengikuti ujian akhir semester genap dikampusnya.

Sesekali ia mengerang, manakala pertanyaan yang perlu dipecahkannya terasa begitu sulit dan nyaris membuat kepalanya pecah.

Duk!

Gadis itu membenturkan kepalanya keatas meja, tidak terlalu kencang karna niatnya bukan untuk menyakiti, hanya sekedar melampiaskan rasa kesalnya saja. Astaga, bahasa Chinna memang sulit sekali.. Rasanya Yoongi mau berhenti saja.

"Sulit sekali hmm? "

Sebuah suara barinton favoritnya terdengar, disusul dengan usakan lembut di bagian rambut membuat Yoongi menghela nafas pelan. Menikmati afeksi sayang yang membuat hatinya menghangat dan kepalanya perlahan-lahan mendingin.

Park Jimin, pemuda itu tersenyum lembut kala melihat kesayangannya mengangguk meski tidak menatap kepadanya.

Pemuda itu lantas meletakan secangkir coklat hangat kehadapan perempuan itu dengan sebelah tangan yang terus mengusak rambut sang gadis dengan pelan, berusaha memberi kenyamanan.

"istirahat, jangan dipaksakan. Sayang"

Yoongi menghela nafas lagi, kemudian menegakan duduknya. Menatap kekasihnya itu sebentar sebelum akhirnya menyandarkan kepalanya di perut keras sang pemuda. Mencari kenyanan lebih lagi.

"Tiga jam lagi aku harus mengumpulkannya. Sedangkan aku hanya mengerti beberapa saja.. Ini tugas yang memiliki bobot nilai besar Jim"

Jimin tertawa gemas mendengar rengekan manja yang sejujurnya jarang sekali keluar dari bibir mungil itu. Yoongi adalah pribadi yang dewasa dan mandiri, ia terbiasa melakukan segala sesuatinya sendirian.

Namun harus Yoongi akui, akhir-akhir ini ia mulai terbiasa dimanjakan oleh Jimin, dimana perlahan-lahan ia mulai ketergantungan dengan pemuda itu.

"Nanti ku bantu, yang penting istirahat dulu. Kau sudah tidak tidur semalaman. Lihat"

Tangan Jimin mengusap lingkaran mata Yoongi yang mulai menghitam

"kau punya mata panda sekarang"

"aku jadi aneh ya? "

Jimin mengangkat alisnya sejenak, tak menyangka akan mendapat pertanyaan begitu. Apa lagi sikap Yoongi yang langsung menegakkan duduknya kemudian secara serampangan mencari cermin kecil yang kemudian ditemukan dalam kotak pensilnya. Kesayangannya itu nampak cemas sekali dengan lingkaran hitan tebal yang berada di sekitar matanya.

"Tuhkan.. Aku jadi tambah menyeramkan begini.. "

Yoongi memekik kesal, perempuan itu nampak panik menatap sekeliling seperti mencari-cari sesuatu

"Astaga.. Bagaimana ini? Apa yang harus--"

Cup!

Sebuah kecupan kecil tepat di ujung hidung membuat gadis itu mematung. Menatap iris gelap Jimin dengan pandangan tak percaya. Sedangkan lelaki itu hanya tersenyun kecil, menjauhkan wajahnya kemudian merapikan rambut Yoongi yang sedikit berantakan akibat jambakan frustasinya, seraya berkata.

"You always look beautiful my fairy"

Senyum itu terlihat begitu menawan menyebabkan jantungnya bekerja dua kali lipat dari sebelumnya. Tangan Jimin merambat kedagunya, mengusap lehernya sejenak sebelum akhirnya mendongakan wajah Yoongi dan kembali mempertemukan netra mereka.

House of CardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang