DUA hari berlalu setelah kejadian dimana Arayan membuat Laras tercengang dengan ucapannya. Serta, Trian yang mengutuk Arayan kala lelaki itu menyatakan bahwa dirinya akan menjadikan Laras sebagai kekasihnya.
Dan, jangan lupakan kisah Naomi dan Geraldi yang kini telah menjalin hubungan. In relationship , meskipun belum begitu mengenal dekat. Mereka memutuskan untuk berjalan beriringan bersama melalui lika-liku masa abu-abu putih ini.
Laras tidak melaksanakan tugasnya sebagai Tatib selama dua hari ini. Sejak kejadian dimana ia menolak keinginan Arayan saat di Taman Lampion.
"M-maaf Arayan. Laras.." Laras menjeda ucapannya.
"Laras nggak bisa." Lanjut Laras setelah menghela napas mantab.
"Meskipun, sekarang hubungan Laras dan Trian sedang tidak baik-baik saja. Tapi, hati dan pikiran Laras se-"
"Gue ngerti, kok."
"..." Laras mengangguk dan tersenyum kikuk.
Ada rasa tidak enak atas ucapan jujurnya barusan. Apa ini terlalu kasar atau bahkan menyinggung Arayan.
"Nggak kok, Ras. Gue lebih suka kalau lo jujur." Bak cenayang. Trian menjawab semua yang ada di hati Laras.
Saat ini Laras sedang berada di perpusatakaan sekolah. Sudah dua hari ini, perpustakaan menjadi markas Laras tatkala jam istirahat. Bukan hanya untuk menghindari Arayan. Namun, juga karena sebuah karya ilmiah yang membuat dia mengumpulkan data serta bahan-bahan dari buku yang tersedia di sini.
"Ras!" Laras mendengar sebuah panggilan yang suaranya lirih. Mengingat ini adalah perpustakaan, tak mungkin untuk berteriak-teriak. Yang ada malah kena denda atau hukuman. Pfffttt-_-
Masih tak menemukan sosok yang memanggilnya. Laras pun mengabaikannya dan mulai mencari buku di rak depannya.
"Rass.." Lagi. Siapa gerangan?
"T-Trian?" Mata Laras menangkap sosok Trian yang berada di belakangnya kini. Padahal tadi, saat Laras menoleh kebelakang tidak ada siapapun disana.
"Cari buku apa?"
"Tips move on!"
"Kenapa?" Trian menahan kekehannya agar tak terdengar oleh Laras.
"Jatuh cinta sendirian itu nggak enak."
"Kalau barengan?
"Barengan sama siapa? Hantu?" Sarkas Laras.
"Ssstttt! Ini perpus, Ras." Trian meletakkan telunjuknya pada bibir Laras dan menarik tangan gadis itu untuk berjalan keluar.
"Ihh..apaan sih! Lepasin."
Sesampainya di taman belakang sekolah, Trian pun melepas genggaman eratnya dari tangan gadis itu. Terdengar decakan sebal dari mulut kecil Laras.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
LarasTrian [Completed]
Teen FictionCerita ringan, insya'allah seringan kapas. Ehe Mengisahkan dua insan yang merajut persahabatan sejak lama. 10 Tahun. Terlalu mainstream, kalau jatuh cinta sama sahabat sendiri. Relakah mereka mengganti label 'sahabat' dengan 'pacar'? Ini loh! Kalima...
![LarasTrian [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/180625256-64-k119976.jpg)