TRIAN duduk termenung di balkon kamarnya. Ia menatap lurus pandangan jalan komplek perumahan di depannya. Sambil sesekali fikirannya berkelana entah sedang memikirkan sesuatu yang sedikit berubah.
"Trian! Mulai sekarang Laras nggak mau tahu, pokoknya harus dan wajib!! Trian nggak boleh telat lagi!"
"Kenapa emangnya? Suka-suka aku-lah." Trian menahan tawanya karena melihat raut garang yang coba Laras tunjukkan.
"Kalau Trian telat sekali lagi...bukan Laras yang hukum. Tapi, Pak Bani."
"Kenapa Laras jadi suka ngancem ya?" Trian bergumam sendirian sambil sesekali memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
📩 Laras is mine♡ : List tunggakan tugas :
1. Kimia bab 2 dan 3 serta praktek susulan.
2. Bahasa Indonesia presentasi sendiri!, tugas puisi-mu juga belum.
3. Biologi bab 2,3 dan 4 harus selesai hari rabu.
4. PH Seni budaya : praktek musik, gambar
5. Bahasa Inggris : poems and all chapter V.
"Apaan sih!"
Notifikasi dari sosok Laraa tidak lagi menyenangkan bagi Trian. Trian melempar ponselnya ke kasur kemudian ia pun ikut berbaring.
"Persetan dengan tugas."
***
"Laras?"
"Kenapa sih kamu jadi cuek?"
"...." Tak ada jawaban dari gadis itu.
"Gara-gara aku nggak ngerjain tugas-tugas sialan itu? Ha? Jawab!" Trian menatap tajam Laras yang mengabaikannya.
"Kamu tau kan ini perpus? Bisa diam?" Laras melanjutkan lagi membaca buku literasi di tangannya.
Trian bangkit dari duduknya. Entah, kemana lelaki itu? Laras menggelengkan kepalanya. Semoga usaha menelantarkan Trian dapat berjalan mulus dan membuat dia sadar bahwa tugas-tugasnya menumpuk.
📩 Arayan : Failed.
Kelopak bola mata Laras membesar. What? Bagaimana Arayan tahu jika Trian belum melunasi segala tunggakan tugasnya?
Sementara itu, kini Trian tengah terduduk di kursinya. Duduk di bagian paling pojok dan belakang tidak membuatnya menjadi murid bodoh. Justru kebalikannya. Trian menjelma menjadi murid ajaib. Tidak pernah belajar namun nilainya selalu bagus.
"Ngapain lo?" Trian menatap tajam sosok lelaki yang kini berada di depannya. Arayan, kini berada di depan Trian bersedekap tangan.
"Tugas-tugas lo harus selesai besok!" Bukan pemberitahuan yang di berikan Arayan. Namun, sebuah titah.
"Apa urusannya sama lo?" Trian berdiri dari kursinya, sedikir gusar. Hingga membuat pandangan seluruh teman-teman sekelasnya tertuju pada mereka berdua.
"Jelas ada urusannya sama gue. Gue sayang sama Laras. Gue kasihan dia selalu-"
Bugh!
Tinju Trian berhasil membuat gaduh seisi kelas
***
KAMU SEDANG MEMBACA
LarasTrian [Completed]
Ficção AdolescenteCerita ringan, insya'allah seringan kapas. Ehe Mengisahkan dua insan yang merajut persahabatan sejak lama. 10 Tahun. Terlalu mainstream, kalau jatuh cinta sama sahabat sendiri. Relakah mereka mengganti label 'sahabat' dengan 'pacar'? Ini loh! Kalima...
![LarasTrian [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/180625256-64-k119976.jpg)