DECAKAN sebal itu keluar begitu saja saat Arayan dihadapkan dengan Geraldi dkk. Tentu saja ada Trian juga di situ. Setelah adegan melempar seragam team futsal yang tepat mengenai Arayan itu. Arayan justru kesal.
Mengapa Trian begitu gengsi mengajaknya untuk bergabung dengan teamnya?
Padahal ini juga sangat mendesak, mengapa tidak perlakukan Arayan dengan baik?
Gengsi.
Iyalah gengsi. Rival tetaplah rival. Di situasi apapun. Label RIVAL tetap melekat pada diri keduanya.
Geraldi menatap sengit ke arah Arayan. Kemudian, ia menghela napas pasrah.
"Gue tahu kemampuan lo. Lo juga pernah ikut kejuaraan futsal waktu dulu SMP."
"..." Arayan menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar Geraldi berucap.
"Lo bisa 'kan menangin pertandingan kali ini?"
"Hhhh.." Arayan terkikik geli lalu tersenyum sinis.
"Lo mau minta gue buat gabung di team futsal lo?"
"Ya..seperti yang lo pikirkan. Gimana?"
"Satu menitnya lima ratus ribu lho.." Arayan mencoba mencairkan suasana panas yang menegangkan itu.
"Gampang." Geraldi menepuk bahu Arayan.
Arayan tidak mempunyai alasan untuk membenci Geraldi. Maka dari itu ia bersikap se-natural mungkin.
Sedangkan, Trian? Lelaki itu tersenyum sinis melihat interaksi keduanya.
"Tapi, tadi..gue dilempar sama seragam..kemungkinan besar dia salah satu dari anak buah lo." Arayan menyindir Trian yang sedang memainkan ponselnya.
"Lo nyindir gue?" Tanya Trian melirik sekilas yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Gerladi.
"Sorry." Gumam Trian yang terdengar oleh Arayan.
"Apa!!?? Gue gak dengar." Arayan berteriak sedikit lantang.
"Udahlah..yuk! Do'a dulu sebelum pertandingan." Ujar Geraldi yang langsung membuat seluruh anggota berkumpul dan melakukan ritual sebelum bertanding.
***
Sebelum bertanding. Trian izin untuk kebelakang guna menuntaskan kebelet dadakannya.
Beberapa menit kemudian, Trian berjalan kembali menuju lapangan sekolahnya yang telah dikerumuni oleh para siswa-siswi yang berkumpul untuk memberikan support team sekolah masing-masing. Karena banyak sekali supporter dari kedua team, akhirnya pihak sekolah memutuskan pertandingan futsal ini diselenggarakan di lapangan sekolah.
"Ras.." Trian bertemu Laras tatkala gadis itu akan menuju kerumunan supporter.
"..." Laras melirik tangannya yang dicekal oleh Trian.
Trian yang sadar jika Laras tidak nyaman dengan genggamannya pun melepaskan begitu pelan.
"..." Tak ada kalimat yang keluar dari bibir gadis itu. Ia menaikkan sebelah alisnya. Mungkin bertanya, mengapa Trian menahannya?
"Do'a-in aku ya.." Trian mengacak puncak kepala Laras. Kemudian, lelaki itu beranjak meninggalkan Laras yang masih mematung di ditempatnya.
'Semangat Trian-ku!!' Batin Laras dengan senyum tipisnya memandangi punggung Trian yang telah menghilang itu.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
LarasTrian [Completed]
Novela JuvenilCerita ringan, insya'allah seringan kapas. Ehe Mengisahkan dua insan yang merajut persahabatan sejak lama. 10 Tahun. Terlalu mainstream, kalau jatuh cinta sama sahabat sendiri. Relakah mereka mengganti label 'sahabat' dengan 'pacar'? Ini loh! Kalima...
![LarasTrian [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/180625256-64-k119976.jpg)