BEBERAPA saat, Laras merasa hening. Saat Trian tak lagi bermonolog. Laras pun membalikkan badannya. Kemudian, menghela napas lega. Trian telah beranjak. Entah sejak kapan?
"Laras masih suka coklat, kok." Laras berucap sambil melirik meja kecil di sampingnya.
Sekotak roti bakar itu membangunkan Laras. Laras pun mengambilnya dan mulai memakan satu persatu potong roti kesukaannya itu.
"Rasanya tetap sama, Trian. Enak."
Andai Trian dapat mendengar apa yang barusan Laras katakan. Pasti rasa kecewanya lenyap seketika.
***
Keesokkan harinya, berjalan seperti biasa. Laras berangkat sekolah setelah diperbolehkan oleh sang Ibu. Karena keadaannya belum sepenuhnya pulih, Laras berangkat ke sekolah diantar sang Bapak.
"Laras masuk dulu, Pak." Pamit Laras sambil menyalimi tangan sang Bapak.
"..." Bapak Laras hanya tersenyum dan mengangguk.
Laras berjalan santai melewati lorong-lorong kelas. Samar-samar ia mendengar banyak sekali yang membicarakan pertandingan futsal yang akan diselenggarakan hari ini.
Ya. Hari ini merupakan hari perjuangan bagi Team Futsal SMA Galaksi yang akan melawan Team Futsal SMA Duta.
Geraldi. Nama lelaki itu sudah tidak asing lagi bagi para kaum hawa yang menghuni SMA Galaksi. Lelaki tampan, bertubuh tinggi dan berahang tegas itu selalu dielu-elu kan oleh para siswi.
Bagaimana tidak?
Ia sangat pandai bermain futsal. Pintar juga dalam bidang akademik, walau peringkatnya masih di bawah Trian. Tapi dirinya tetap menjadi idaman.
Sebenarnya hubungan antara Geraldi dan Trian tidak terlalu baik, mengingat mereka juga berebut dalam peringkat. Namun, mereka akan bekerja sama pada waktunya.
Seperti saat pertandingan futsal. Ya. Trian merupakan pemain futsal juga. Walau dirinya tak semahir Geraldi. Tapi, ia mampu mengimbangi Geraldi dan menjunjung teamnya.
"Bro!" Teriak salah satu pemain futsal yang telah mengenakan seragamnya.
"Ada apa?" Tanya Geraldi masih fokus memainkan bola, sebagai pemanasan sebelum bertanding.
"Team futsal kita kurang anggota. Kan kemarin si-"
"Hmm..terus?"
"Terus siapa yang jadi penggantinya?"
Trian yang mendengar percakapan keduanya, mulai berfikir dan memutar otaknya. Siapa yang cocok untuk bergabung dengan team mereka.
Arayan.
Entah, bisikan dari mana? Trian berlari meninggalkan teman-temannya.
"Woi!!" Suara lantang memekik itu berhasil membuat Arayan tersentak kaget.
Lelaki itu sedang mengerjakan tugas di kelasnya, karena guru mata pelajaran tersebut berhalangan hadir.
"Ikut gue!" Titah Trian saat ia berada di samping meja Arayan.
"..." Arayan menatap Trian datar.
Memangnya siapa Trian yang berani memberinya perintah?
"Ikut gue.. kalau lo sayang sama Laras." Ucap Trian berusaha memancing Arayan dengan Laras-nya.
Laras-nya.
Tatapan Arayan berubah. Sedikit melunak.
'Dasar bucin!' Batin Trian.
Arayan pun bangkit mengikut Trian yang berjalan lebih dulu di depannya.
"Nih!" Trian melemparkan seragam futsal teamnya yang tadi telah ia ambil.
"Apa-apaan ini?"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
LarasTrian [Completed]
Подростковая литератураCerita ringan, insya'allah seringan kapas. Ehe Mengisahkan dua insan yang merajut persahabatan sejak lama. 10 Tahun. Terlalu mainstream, kalau jatuh cinta sama sahabat sendiri. Relakah mereka mengganti label 'sahabat' dengan 'pacar'? Ini loh! Kalima...
![LarasTrian [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/180625256-64-k119976.jpg)