Happy Reading!
"Melanie! Melanie!" Teriakan Kate bergema di setiap ruangan, suaranya yang memanggil Melanie terdengar panik dan ketakutan.
"I'm here, Mom! Ada apa?"
Dengan segera Kate menghampiri Melanie dan memegang lengan putrinya.
"Papa! Papa datang! Gimana ini? Dia pasti bakal marah! Mahesa! Jangan sampe dia ketemu Mahesa! Mommy gamau Mahesa kenapa - napa!" Seru Kate dengan nada cepat dan panik, sama sekali tidak bisa tenang memikirkan apa yang bisa saja terjadi pada putranya.
"Mommy! Tenang dulu, Mom! Tenang!"
"Gabisa! Mommy gabisa tenang, Mel!" Wajah Kate sepucat kertas, membayangkan suaminya melakukan sesuatu membuatnya semakin tidak tenang.
Melanie tidak bisa melakukan apa - apa untuk menenangkan ibunya selain meyakinkan Kate bahwa semua akan baik - baik saja. Berulang kali Kate mengatakan bahwa Mahesa bisa mengatasinya dan berulang kali Kate menggeleng. Hingga akhirnya satu - satunya cara adalah menghubungi adiknya itu.
"Mahesa, kau dimana?" Tanya Melanie saat Mahesa menjawab.
Terlihat beberapa kali Melanie menganggukkan kepala, sementara Kate meremas tangannya cemas.
"Sudah kubilang, kau tau sendiri mommy seperti apa. Dia panik. Hmm, kabari aku. Berhati - hatilah." Ujar Melanie sebelum menutup sambungan telepon.
Wanita itu menghela nafas dan menatap ibunya lembut.
"Sudah kubilang, dia bisa menanganinya."
"Daddy uda nyampe kantor?"
Melanie menggeleng dan menggandeng lengan ibunya. Mengelusnya pelan dan membawa ibunya ke ruangan refleksi untuk menenangkan diri.
"Mom, kuminta kau tenang. Semua akan berjalan dengan semestinya, kita hanya perlu berdoa."
🍂🍂🍂🍂🍂
"SIAPA YANG MAU DATANG?!!" Teriakan Linda membuat semua karyawan ikut terkejut.
"PA.. PAK.. YAHYA? YAHYA SUHARJA? SU... SUHAR.. JA?! YANG PENGUSAHA... CRAZY RICH HUMAN ITU?!!" Sekali lagi teriakan histeris Linda membuat semua karyawan ikut terkesiap.
Pak Ayub yang mengumumkan hal itu berulang kali menganggukkan kepala. Antara kaget dan juga heran. Kenapa orang seperti pak Yahya Suharja datang ke perusahaan mereka tiba - tiba? Meski nama beliau ada di pemegang saham terbesar, tapi apa yang membuat beliau datang? Apakah terjadi sesuatu?
"Hmm, emang kenapa sih, Lin?" Disaat temannya masih berusaha mengatupkan mulutnya, Sita yang kebingungan mencoba mencari informasi.
Linda sampai menepis tangan Sita yang sibuk menarik lengan bajunya untuk mendapatkan perhatian.
"Ih Sit! Lu tuh ya! Ganggu gua lagi kaget juga! Apaan sih?!"
"Iss lagian ngapain lebay banget deh? Itu anu pak Yahya teh siapa?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Sita yang memang tidak mengenal nama sosok yang sedang diperbincangkan oleh teman - temannya.
Mata Linda otomatis menatap Sita tidak percaya, ditambah raut kesal dan sinis.
"Sit, lu selama ini tinggal di belahan bumi mana sih? Lu ga kenal sama pak Yahya?! Yahya Suharja?!!" Teriak Linda histeris.
Seakan Sita adalah alien yang baru saja tiba di bumi. Hal itu membuat Sita mengernyit dalam dan menatap Linda dengan kesal.
"Emang ngapain juga gua kenal sama beliau? Toh beliau juga tidak minta kenalan. Males banget."
KAMU SEDANG MEMBACA
Marsita & Mahesa
RomanceMarsita Aysha Yusuf Wanita berusia 22 Tahun, bertubuh gemuk, dengan penampilan biasa, memiliki kepintaran standar, belum memiliki pengalaman pacaran satu kalipun. Hidup Sita awalnya begitu damai, hingga ia dipertemukan dengan seorang pria arogan yg...
