M&M : 42

3.2K 184 3
                                        

Happy Reading!

Anna tiba di kantor Mahesa 30 menit setelah Samuel dan Yahya, meninggalkan mobilnya begitu saja di depan Lobby Utama yang untung saja diambil alih oleh petugas Valet. Anna berlari cepat menuju lift dan berusaha untuk tiba di tempat Yahya dan Mahesa berada saat ini. Bagaimanapun ia harus meluruskan semuanya. Ia harus menghentikan apapun yang akan dilakukan Yahya. Tapi, sialnya saat pintu lift baru saja dibuka, sebuah tangan menahannya dan menggagalkan rencananya.

Seseorang itu memutar tubuhnya dan menerima tatapan kesal Anna.

"Let me go, Sam! Aku sudah memperingatkanmu!" Teriak Anna marah, tapi Samuel tidak mengatakan apapun dan menarik Anna pergi.

Tidak tinggal diam, Anna menyentak tangan Samuel dan menatap tajam pria didepannya itu.

"Jangan pernah campuri urusanku lagi! Kau sudah melewati batas!" Sekali lagi Anna berseru marah, sebelum kembali berbalik menuju lift.

Saat itu juga, Samuel tanpa mengeluarkan suara menarik Anna dan menggendong wanita itu tanpa peduli dengan teriakan yang dikeluarkan Anna. Drama itu berlangsung dan tentu saja memancing perhatian semua orang yang ada disana. Ada yang merekam, ada yang menonton dan ada yang malah mengabaikan, sama sekali tidak melakukan apapun untuk membantu atau menghentikan keributan. Hingga akhirnya resepsionis yang saat itu melihat, segera menghubungi Sita, satu - satunya orang yang ia tau mengenal Anna.

"Dimana mereka?!" Tidak lama setelah dihubungi, Sita menghampiri meja resepsionis dan menatap mereka satu persatu.

Dengan wajah khawatir, ketiga manusia yang ada disana menunjuk ke salah satu ruang rapat di bagian kiri. Mengangguk dan berterima kasih, Sita langsung berlari ke ruangan itu dan menekan handle pintu. Tapi, ruangan itu terkunci.

Sita berusaha membuka dan mengetuk pintu itu berulang kali sembari memanggil nama Anna. Setelah beberapa saat, akhirnya pintu terbuka dan wajah jengkel seseorang menyambutnya.

"Apa urusanmu?" Tanya Samuel dengan sinis.

"Apa yang kalian lakukan?" Mengabaikan pertanyaan Samuel, Sita balik bertanya.

Dari penampilan Sam, bisa dilihat jika sepertinya ia sedang berusaha menaklukkan Anna. Betapa berantakan dirinya saat ini, dan itu membuat Sita jijik. Mengabaikan ucapan kasar Samuel berikutnya, Sita mengintip untuk melihat Anna. Ia mencari sosok itu dan terkejut saat tiba - tiba seseorang berusaha keluar dari belakang tubuh Samuel.

Dengan menggunakan siasat, Anna bergerak cepat. Menunduk dan berhasil kabur dari bawah lengan Sam yang menahan pintu. Umpatan kesal tentu saja lolos dari bibir Samuel yang mencoba mengejar Anna. Tapi...

"Get off!!" Teriak Samuel saat Sita berdiri menghalangi pintu.

Melarangnya untuk keluar mengejar Anna.

"Oops, gabisa." Berpura - pura polos, Sita sama sekali tidak bergerak.

Ia mempertahankan tubuhnya meski Samuel berusaha mendorong tubuhnya. Kekuatan pria itu sama besarnya dan mungkin lebih besar dari Mahesa. Tapi, Sita yakin pria itu tidak akan menyakitinya. Jika ia ingin kepalanya tergantung di tiang bendera keesokkan harinya.

"Minggir!" Ancam Samuel sekali lagi.

Ia mengumpat saat melihat Anna berhasil naik ke lift dan pergi ke tempat Yahya dan Mahesa. Ingin rasanya menghajar Sita, tapi ia masih ingin hidup.

"Kau.." geram Samuel yang mengepalkan tangan.

"Apa?!" Tanpa rasa takut, Sita menantang kembali.

"Dasar gajah raksasa!"

Marsita & MahesaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang