Motivasi Literasi
Kenapa aku menulis?
1. Menulis sebagai pemanfaatan waktu. Daripada pacaran, clubbing, dan lainnya mendingan gabung ke dalam dunia paling bebas, yaitu dunia Literasi.
2. Menulis sebagai ranah dakwah. Elektabilitas sebagai da'i tentu memberatkan. Bahkan ada yang malu untuk berdakwah secara tabligh. Maka disinilah caranya. Dengan berdakwah di dunia literasi kamu bisa berdakwah secara luas tanpa batas waktu, dan tempat.
3. Menulis sebagai ladang rezeki. Mau 'kaya' dengan menulis? Kenapa tidak? Asalkan kamu serius dan mau berpikir cerdas agar karya kamu dikenal banyak orang.
4. Menulis sebagai aspirasi hati. Rasa dalam hati layak dituangkan agar tidak menjadi beban. Jika cerita pada orang lain, apalagi orang yang kurang tepat, curhatan kamu bisa jadi musibah besar. Nah...di dunia literasi kamu bebas menuangkan rasa dalam goresan pena.
5. Menjadi Sejarah. Jika dahulu para pahlawan menjadi sejarah dengan mengangkat pedang, maka untuk era milennial saat ini, kita tidak mungkin melakukannya. Oleh sebab itu, literasi menjadi ladang tempur paling aman untuk bisa dicatat menjadi bagian dari sejarah.
Lihat Chairil Anwar, bagaimana dia dikenal hingga saat ini. Lihat Buya Hamka dengan karya-karya fonomenalnya. Semuanya tentu menjadi motivasi bagi kita, bahwa dengan keseriusan semua bisa kita lakukan.
6. Arena Politik. Berpolitik penuh caci maki tentu membosankan. Saling menjatuhkan menjadi identitas Politik Praktik saat ini. Maka kita bisa berpolitik pada wilayah lain, yaitu dunia literasi. Yang mana Politik Literasi ini akan membicarakan tentang kejayaan dan persatuan. Bukan kejayaan dengan menjatuhkan.
7. Menjadi Orang Terkenal. Dengan menulis semua bisa menjadi orang terkenal seperti pengisi seminar, pelatihan, dan lainnya.
Contoh, Ippo Santosa dengan karya-karya emasnya telah menjadikan dia menjadi tokoh terkenal dan motivator handal di negeri ini.
Dari mana aku mulai menulis?
Menulis tidak harus langsung membuat buku apalagi buku solo. Kamu bisa memulainya dari menulis diari, posting tulisan sederhana di facebook, buat kata bijak di whats app, upload opinimu di instagram bersama foto yang keren.
Kamu juga bisa mulai meningkatkan tulisan dengan mengikuti event menulis, seminar menulis.
Setelah itu kamu mulai bisa coba merancang untuk membuat 1 buah buku karyamu sendiri.
Menjadi penulis itu gampang, maka jangan dipersulit. Menjadi penulis itu istimewa maka jangan merasa rendah diri. Menjadi penulis itu mulia, maka teruslah sebarkan kebaikan dengan tulisan.
Apakah aku bisa menulis?
Semua orang bisa menulis. Saya ulangi, semua orang bisa menulis.
Ijazah SD, SMP, hingga SMA butuh keahlian dalam menulis.
Ijazah sarjana, Magister, hingga Doktor, semua butuh keahlian dalam menulis.
Dan nyatanya Tuhan telah menjadikan tulisan sebagai ranah dakwah. Makanya dalam Al quran bebarapa ayat diterangkan tentang keutamaan menulis. Bahkan satu surat dalam Al Quran memiliki nama yang erat kaitannya dengan dunia literasi.
Kenapa aku sulit menulis karya yang bagus?
Sulit bukan berarti tidak bisa.
Sulit bukan berarti tidak berbakat.
Tapi sulit adalah proses awal menuju keahlian.
Anak balita kesulitan berjalan. Setelah terus berjuang berjalan dan jatuh hingga ribuan kali, akhirnya bisa berjalan. Setelah bisa berjalan kemudian bisa berlari.
Maka kesulitan itu bukan tentang ketidakmampuan kamu, tetapi tentang proses menuju mampu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ilmu Sastra
No FicciónSegalanya tentang sastra Resapi Pelajari Materi diambil dari beberapa sumber
