Versi Revisi ini beda✔
****
Dengan masih mengenakan seragam SMA nya Mayra berjalan keluar rumah menuju ke minimarket depan rumahnya. Ia harus membeli banyak makanan untuk persediaannya saat maraton film nanti.
Mayra berdiri didepan kasir menunggu belanjaannya dihitung. Ia mengernyit menatap pintu masuk minimarket. Disana ada seseorang yang tengah mondar mandir dan seperti akan masuk kedalam namun orang itu seperti tidak mengetahui cara masuknya.
"Mba, itu siapa?" tanya Mayra pada petugas kasir.
"Siapa? maksudnya?"
"Itu loh ada pelanggan mau masuk. Ngga dibantuin?" ucap Mayra.
Petugas kasir itu menoleh ke pintu masuk dan tidak mendapati seseorang. "Ngga ada siapa siapa mba"
"Tadi ada beneran. Kok ngga ada sih" ucap Mayra.
"ORANG GILAA"
Mayra sontak langsung menoleh dan berjalan tergesa gesa menuju sumber suara. Disana, ia melihat orang yang tadi didepan pintu kini sudah ada didalam dan tengah mengobrak abrik isi toko dan memakan apa yang dilihatnya enak.
"Tadi yang mba liat dia?" tanya petugas kasir yang mulai gelisah.
Mayra mengangguk mantap. "Tadi dia ngga tau caranya masuk deh. Kok udah disini aja" heran Mayra.
"Tadi saya masuk dan ada orang dibelakang, saya kira orang biasa mau belanja" jawab orang disamping Mayra.
"Ada satpam ngga didepan?" tanya Mayra.
"Satpamnya udah pulang mba"
"Kok pulang sih" tanya Mayra heran.
"Anaknya sakit"
"Ini ngga ada cowok yang mau belanja apa" ucap Mayra kesal.
"Ini ada apa ya ribut ribut. Saya mau belanja" ucap seorang laki laki yang baru saja datang.
Mayra langsung menoleh dan menarik tangan cowok itu untuk mendekat dan melihat orang gila sedang memakan bungkus makanan.
"Lo usir dia. Bisa kan?" ucap Mayra tak sabaran.
****
Mayra berjalan keluar dari minimarket. Ia menghembuskan nafasnya lega. Ini pengalaman pertama baginya melihat minimarket bisa dimasuki orang gila.
"Mayra"
Mayra mengernyit heran yang kemudian menoleh menatap orang yang memanggilnya.
"Kenal gue?" tanya Mayra menunjuk dirinya sendiri.
Orang itu menoyor kepala Mayra pelan.
"Cih, ngga kenal gue lo?" tanya orang itu sinis.
"Siapa ya? baru liat perasaan" jawab Mayra.
"Keira Amel mana?" tanya orang itu.
"Ohh kenal. AKBARR" teriak Mayra sambil menjentikkan jarinya.
"Kok lo disini? lo tinggal daerah sini?" tanya Mayra.
"Lo dari dulu ngga berubah, ngga ada sopan santunnya lo. Main narik narik gue buat usir orang gila" gerutu Akbar.
"Ohh itu elo ya" ucap Mayra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sombong lo, ngga bales chat gue" sungut Akbar.
Mayra mengibaskan rambutnya yang digerai. "Gue orang sibuk, chat yang mana ya" ucapnya dengan merubah gaya bicaranya.
"Dari nomor 0819********"
Mayra terdiam sambil mengingat. "Oh gue kira fans" ucap Mayra.
"Lo masih suka gadang?" tanya Akbar.
"Bukan gadang sih lebih tepatnya mengisi waktu luang"
Akbar kembali menoyor kepala Mayra pelan. "Luang apanya, itu waktu tidur" ucap Akbar.
"Yaudah. Mengisi kebosanan"
Mereka tertawa bersama, sambil berjalan pulang keduanya bersendau gurau. Dan Mayra baru tahu jika sahabat lamanya itu sudah beberapa hari ini tinggal dekat di kompleks perumahannya. Dan baru akan memulai kembali sekolahnya besok.
Mayra tersentak kaget ketika tangannya ditarik menjauh begitu saja. Akbar menatap marah orang itu. Sedangkan Mayra masih menatap tajam orang yang tanpa izin menariknya begitu saja.
"Apa apaan ini" ucap Akbar emosi.
"Eh lo cowok bukan. Mainnya kasar sama cewek" sambungnya menantang.
"Lo siapa?" tanya orang itu datar dan terkesan dingin.
"Kenapa? gue cowoknya" Mayra melototkan matanya menatap Akbar.
"LO SIAPA??" teriak orang itu.
"Lo budeg? gue bilang cowoknya"
"Sekali lagi" ucap orang itu sambil melangkah maju.
Bugh
Bugh bugh
"ADIT UDAHH" teriak Mayra dibelakangnya.
"Ra... lo kenal dia?" tanya Akbar heran.
"Kenapa? dia cewek gue" jawab Adit sambil tersenyum sinis.
Akbar masih terdiam dan menatap Mayra menuntut penjelasan.
"Sorry. Gue kira lo orang jahat, makanya gue bilang itu. Tujuan gue jagain dia"
"Ngga perlu. Gue bisa lakuin sendiri" jawab Adit.
Kemudian Adit langsung membawa Mayra memasuki mobilnya.
****
Tim basket putri dari kelas Mayra sudah selesai bertanding, kini ketiga perempuan itu duduk sambil menegak air minum dinginnya sampai tandas. Namun berbeda dengan Mayra, secara tiba-tiba botol yang tengah ditenggaknya terlempar dan tak layak konsumsi lagi.
Mayra menoleh kesamping, melihat pelaku yang melakukannya. "Apa apaan sih Dit. Aku mau minum" kesal Mayra.
Adit menyodorkan airnya kepada Mayra.
"Ini beda" protes Mayra. Tadi botol yang hampir ia tenggak dingin seperti air es.
"Jangan minum dingin sehabis olahraga" ucap Adit datar.
"Ya kenapa? udah sering kok" protes Mayra yang masih kesal.
Mayra melihat raut wajah Adit, cowok itu langsung meninggalkan Mayra tanpa sepatah kata.
Mayra menghembuskan nafasnya kasar.
"Mau ngga Ra?" ucap Amel sengaja menggoda Mayra dengan air dinginnya.
"Diem lo Mel" sinisnya pada Amel.
****
"Lo pulang naik apa?" tanya Akbar sambil berjalan beriringan menuju gerbang.
Bel tanda pelajaran usai sudah dibunyikan beberapa menit lalu. Mayra lebih memilih langsung keluar dan akan pulang sendiri saja.
"Sendiri lah" jawab Mayra.
"Lo punya cowok kaya dia ngga papa?"
"Gue sih pengen nglepasin karena gue kangen banget sama kebebasan" ucap Mayra.
"Lo ngga ngada ngada kan? diluar sana banyak yang mau lo ngga nyesel nantinya?" tanya Akbar ragu.
"Ngga. Mungkin sih" jawab Mayra mengangguk ragu.
"Emang kenapa nanya nanya gitu. Tumben, biasanya lo masa bodo sama percintaan"
"Engga sih cuma nanya" jawab Akbar.
"Karena gue suka sama lo, Ra"
****
Tbc
Jadi dikit deh😕
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend (New Version)
Teen Fiction[CERITA PERTAMA PUEBI MASIH BERANTAKAN] Ganti judul,,, judul awal my possessive boyfriend Follow akun penulis sebelum membaca Rank #1 in possessive [24-11-20] ~o0o~ Pacaran sama Aditya Erikson tuh beda. Rada-rada posesif dan ngelakuin sesukanya sen...
