✔Part 9 -New Student-

10.5K 336 2
                                        

Adit tau dan Adit juga menyadari akan hal itu. Tentang Mayra yang tidak mencintainya, ya? Adit ada disitu pada saat teman teman Mayra berbicara seperti itu. Dadanya sesak hatinya terisis mendengar hal itu, ya walaupun Mayra tidak menjawab pertanyaan soal ia mencintainya atau tidak. Tapi dia juga harus mengerti ia terlalu memaksakan Mayra, memaksa untuk gadis itu menjadi pacarnya dan untuk mencintainya.

"Selamat pagi anak anak. Hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan kamu masuk" ucap bu Nanik .

Ya Adit kini sudah berada dikelas dan akan mengikuti jam pelajaran bu Nanik. Walaupun ia masa bodo dengan apa yang diucapkan bu Nanik.

"Hai kenalin nama gue Jacindy Ciska Pricilia panggil aja Cindy. Gue pindahan dari Singapure salam kenal" ucap Cindy murid baru itu memperkenalkan.

"Sudah selesai, silahkan kamu duduk bersama Sisil disamping Adit" ucap Bu Nanik.

Cindy mengangguk dan kemudian berjalan menuju tempat duduknya. Bola matanya menatap kagum Adit yang tengah fokus melamun. Ia tersenyum saat Adit mendongak menatapnya walaupun Adit hanya menampilkan wajah andalannya, dingin tanpa ekspresi.

****

Bel istirahat berbunyi. Berita tentang hadirnya murid baru sudah menyebar luas dan seluruh penjuru sekolah pun sudah mengetahuinya tak terkecuali dengan Mayra. Dan ia juga sudah tau bahwa murid baru itu ada di kelasnya Adit.

"Sekolah kita nambah murid"

"Iya gue juga udah denger tuh beritanya katanya pindahan Singapure"

"Ngga kalah cantik"

"Rumornya dia deketin Adit masa? Dia ngga tau apa kalau Adit masih cinta sama Mayra"

"Kayanya murid baru kita mau jadi bitch deh"

"Kayanya"

Bisik bisik rumor rumor tentang Cindy sudah menyebar luas. Dari Cindy pindahan dari Singapure sampai Cindy yang dikabarkan menyukai Adit.

Kini dikelas Adit. Adit hanya diam melamun memikirkan gadisnya soal gadisnya yang tidak mencintainya. Sebuah suara memanggilnya pun Adit tak mendengarnya.

"Woy dipanggil" ucap Vino sambil menyenggol lengan Adit.

"Apa?" ketus Adit.

"Dipanggil noh" jawab Vino sambil menunjuk Cindy dengan dagunya. Yah Cindy yang memanggil Adit.

"Hai gue Cindy lo siapa? Kenapa ngga ke kantin?" tanya Cindy dengan nada manis.

"Hmm" balas Adit dengan deheman.

"Kenapa sih lo dingin gitu? Gue cuma mau kenalan nama gue Cindy gue juga pengen tau nama panjang lo ya walaupun tadi guru udah nyebutin kalau nama lo Adit" ucap Cindy memohon.

"Minggir" ucap Adit yang akan berdiri namun terhalang oleh Cindy.

"Mau kekantin? Gue ikut yah please gue belum tau jalannya" ucap Cindy memohon.

"Nggak" jawab Adit

"Gue duluan bro lo urusin pasti bisa" ucap Vino sambil menepuk pundak Adit.

Vino tau bahwa Mayra barusan menghampiri kelas Adit. Namun pemandangan yang baru saja dilihat Mayra itu membuatnya pasti sakit hati. Walaupun kemarin kemarin ia bilang putus, Vino tahu Mayra mengucapkan itu bukan dari hati dan Vino ada dikejadian itu juga.

Ia berjalan menghampiri Mayra yang terlihat seperti berlari kecil. "May tungguin" panggil Vino.

Mayra berbalik menatap Vino lalu tersenyum. Vino tau senyum itu palsu.

"Lo mau ketemu Adit kan? mau minta maaf? tadi itu temen baru dia kayanya suka sama Adit tapi lo tenang aja Adit cuma cinta sama lo" ucap Vino. Seolah olah ia tahu apa yang Mayra rasakan.

"Ngga papa kok kalau emang seandainya Adit suka sama murid baru itu gue bakal coba lepasin" ucap Mayra berusaha untuk tersenyum hangat.

"Gue tau May dari tatapan lo. Kalau lo masih cinta sama Adit kan? Buktiin itu" ucap Vino.

Mayra menunduk ia tau ia merasa ia belum bisa mencintai Adit ia hanya bisa menyayanginya.

"Gue pergi. Tolong kasih ke Adit" ucap Mayra sambil memberikan tempat makan yang ia bawa.

Vino menatap Mayra sendu, ia merasa kasihan melihat seorang cewek menangis. Vino juga tau bahwa Mayra tak seharusnya mengatakan putus pada temannya itu. Ia kembali ke kelas memberikan kotak bekal Mayra kepada Adit.

****

"May lo udah tau soal murid baru itu?" tanya Keira hati hati.

Mayra hanya menjawabnya dengan deheman.

"Cantik juga ternyata May rumornya sih dia suka sama Adit. Udah ketara banget dia suka nempel nempel ke Adit" ucap Amel sambil fokus menatap ponselnya..

"Udah tau dan gue liat sendiri" Mayra hanya bisa menjawab dalam hati.

"Lo udah minta maaf May soal yang lo minta putus? Sebaiknya lo minta maaf biar lo ngga sakit hati" nasehat Keira

"Gue tau lo sakit kan liat dan denger rumor itu?" tanya Keira.

Mayra tersenyum. "Ngga papa. Soal itu biarain waktu yang menentukan" ucap Mayra dan kemudian segera beranjak pergi dari tempat duduknya karena bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.

"Hai May kirain lo udah pulang" ucap Akbar yang melihat Mayra baru saja keluar dari kelasnya.

"Lo? kirain siapa? gue belum balik kenapa?" tanya balik Mayra.

"Pulang bareng gue aja gimana. Kita juga sekarang jarang main tuh, bunda kangen sama lo" ucap Akbar.

"Boong dosa. Lo juga kangen kan? Haha ngga lah becanda tapi kapan kapan aja deh main ke rumah lo nya. Dan gue pesen taksi aja buat pulang" tolak Mayra halus.

"Kali ini aja napa May. Lo kan ngga pernah tuh gue ajak pulang bareng"

"Yaudah tapi langsung ke rumah. Gue males pulang bareng lo itu lo nganter gue ngga langsung ke rumah ke caffe dulu"

"Kali ini ngga beneran itu kan jaman SMP May masih suka jajan"

"Heleh jaman SMA jajannya nambah juga kan?"

"Ngga usah buka kartu May. Buru pulang nanti bang Marchel marah"

"Masih di London"

"Owh ya gue lupa"

***

"Dit lo pulangnya naik apa?" tanya Cindy dengan nada manis.

"Dia naik motor" jawab Vino sinis.

"Kalau gitu lo bisa dong gonceng gue. Please sopir gue ngga bisa jemput" ucap Cindy berbohong.

"Baru pertama kali sekolah cewek manja kaya lo sopirnya ngga jemput tuh ngga mungkin" ucap Vino meremehkan.

"Emang bener kok" sanggah Cindy.

"Coba telfon tuh sopir lo. Kalo emang ngga bisa jemput lo kan punya handpone tuh sama duit lo pesen taksi kan bisa" ucap Vino sewot.

"Tapi gue pengen Adit yang nganter" ucap Cindy.

"Ck manja" ucap Adit.

Tatapan mata Adit beralih pada Mayra yang sepertinya tengah asyik bersendau gurau dengan Akbar.

"Gue anter" putus Adit.

Vino tak menyangka ternyata Adit mau mengantarkan Cindy.

"Naik" perintah Adit dengan segera Cindy langsung menaiki motor milik Adit sambil tersenyum manis.

Vino tak menyangka ternyata sahabatnya mau mengantarkan cewek seperti Cindy.

***

Tbc

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang