✔Part 25 -Teror-

4.7K 154 1
                                        

Kedua sejoli itu masih asik berada di taman. Bermain ayun ayunan seperti anak TK. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah mengamati aktivitas mereka berdua. Awalnya Mayra risih seperti ada yang melihatnya, ia pikir Adit yang melihatnya ternyata bukan. Cowok itu malah fokus pada langit langit.

"Ini kita bolos?" tanya Mayra membuka pembicaraan.

"Kenapa? belum pernah bolos?" tanya Adit.

Maya menggeleng pelan.

"Pulang aja yuk mau jam sepuluh pasti anak anak TK udah mau pulang" ucap Mayra. Bukan masalah anak anak TK yang akan pulang dan nantinya akan bermain di taman ini. Mayra hanya merasa tidak nyaman berada di taman ini. Seperti ada orang yang mengawasinya. Tapi Mayra tidak tahu siapa. Apa mungkin bodyguardnya Adit lagi?

"Aku antar kamu pulang ke rumah. Nanti aku yang bilang ke bunda kamu" ucap Adit kemudian mengacak-acak puncak rambut Mayra sayang.

****

"Pah Clara ngga nglakuin apa apa" sentak Clara dengan nada tinggi. Sudah sekitar lima hari cewek itu tidak masuk sekolah. Papahnya yang mengeluarkan dirinya dari sekolah. Dan bahkan sekarang papahnya dengan teganya malah akan mengirimkan Clara ke Jerman. Dan disini dalang dibalik semuanya adalah Cindy saudara tirinya.

"Bibi sudah siapkan barang barang kamu semuanya. Nanti jam dua kamu berangkat" ucap sang papah tegas.

"Clara ngga papa harus keluar dari sekolah itu tapi Clara ngga mau pah harus tinggal di Jerman" kekeuh Clara.

"Kamu bisa balik ke Indonesia setelah kamu lulus sekolah di Jerman"

"Kenapa ngga Cindy? dia yang berulah pah bukan Clara. Clara cuma jadi kambing hitam. Kata papah Cindy anak angkat kan? kenapa kayanya papah sayang banget sama dia dibanding Clara, papah pilih kasih. Clara ngerasa lebih nyaman sama mamah. Cuma mamah yang bisa ngertiin Clara"

Clara menatap papahnya tajam. Cewek itu kemudian membanting ponsel yang dipegangnya dihadapan papahnya. Kemudian Clara berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Saat ini Clara hanya butuh mamahnya. Mamahnya saat ini sedang di rumah sakit. Tengah menjalani perawatan, karena sakit yang dideritanya lumayan parah. Kanker darah.

Clara menutup pintu kamarnya kasar dan kemudian menuruni tangga.

"Mau kemana kamu? jam dua kamu harus berangkat"

"Kalau papah mau aku ke Jerman. Papah pindahkan mamah ke rumah sakit Jerman juga. Clara ngga mau tau" ucap Clara tanpa dibantah.

"Oke. Hari ini juga papah akan pindahkan mamah kamu"

"Kenapa ngga sekalian papah ikut ke Jerman?"

"Papah masih ada kerjaan disini" jawabnya dingin.

Clara berdecih dan menatap papahnya sinis.

****

Clara memasuki ruangan VVIP rumah sakit. Ruangan yang ditempati mamahnya. Semenjak Clara masuk SMA, kehidupannya berubah. Sejak ia putus dengan Adit Clara juga merasa semuanya sudah berubah. Putusnya dengan Adit itu karena kedatangan Cindy ke rumahnya. Clara tidak pernah mau menerima Cindy di kehidupan keluarganya. Maka Clara menyuruh Cindy ke Indonesia dan menjadikan Cindy seperti pembantu bukan sahabat ataupun saudara angkat.

"Mamah" panggil Clara.

"Kenapa sayang? kamu jangan nakal. Sudahlah ikhlaskan Adit. Kamu jangan terlalu obsesi mamah ngga suka"

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang