✔Part 5 -Unlimited-

13.8K 452 3
                                        

Hari libur ini Adit memanfaatkannya, dan akan mengajak Mayra quality time. Adit sudah bersiap dan siap untuk berangkat.

Adit sudah siap dengan kaos putih polos yang dipadukan dengan kemeja panjang warna coklat muda dan juga celana jins warna hitam.

Tak butuh waktu lama Adit sudah sampai didepan rumah Mayra. Adit langsung saja turun dari mobil berwarna silvernya dan segera mamasuki rumah Mayra.

"Eh ada Adit. Nyari Mayra?" Tanya Ana dan dibalas anggukan oleh Adit.

"Masih tidur dia, kamu bangunin aja gih. Anak bunda kebiasaan suka ngebo kalo lagi hari libur" ujar Ana.

"Ngga papa bunda. Adit tetep sayang kok" ujar Adit pede.

Ana terkekeh geli mendengar penuturan Adit.

Sampai dikamar Mayra hal pertama yang Adit liat adalah seorang gadis cantik yang sedang tertidur pulas dengan guling yang ia peluk.

'Kringg kringgg'

Bunyi jam beker Mayra terdengar begitu nyaring membuat sang empu terganggu.

"Eughh" erang Mayra. 

Adit yang berada di depan pintu sambil bersandar terkekeh geli.

"Ganggu tidur orang aja" kesal Mayra hampir melempar jam beker lagi.

"Udah berapa jam yang kamu lempar?hm" tanya Adit dingin.

"A-dit ko-k kamu ada di kamar aku?" tanya Mayra gugup.

"Kamu lupa tadi malem aku kan tidur sama kamu?" ledek Adit dengan menahan tawanya melihat wajah cengo Mayra.

"Ka-mu ti-dur satu ra-njang sama aku?" tanya Mayra memastikan dengan gugupnya.

Adit mengangguk "Cantik cantik kok pelupa"

Mendengar itu Mayra mundur dengan perasaan takut. Membuat Adit tertawa terpingkal pingkal.

"Kok ketawa?" tanya Mayra bingung.

"Ya kamu aku bohongin percaya aja" jawab Adit sambil menahan tawanya.

"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Mayra tak percaya.

"Aku mau ajak kamu jalan jalan. Kamunya masih ngebo kata bunda"

"Aku ngga ngebo aku tidur" ucap Mayra kesal.

"Sama aja sayang. Cepet kamu mandi ngga malu masa cowok jam segini baru bangun"

"Ini masih pagi baru juga jam 06.54 udah dibangunin aja"

"Aku mau ajak kamu joging aku tunggu di bawah"

****

Kini keduanya sudah sampai di taman dekat kompleks perumahan Mayra. Hanya butuh waktu tujuh menit saja sudah sampai. Adit menggenggam tangan Mayra posesif.

"Kita ke tukang bubur dulu" ucap Adit. Dan tentunya tanpa bantahan.

"Ngapain?" tanya Mayra.

"Kamu belum makan. Kamu harus makan" jawab Adit

"Ngga usah bubur aku pesen pizza aja yah" ucap Mayra.

"Jatah kamu makan junkfood udah habis tunggu bulan depan" ujar Adit

"Yaudah tapi jangan bubur soalnya becek mie ayam aja yah" bujuk Mayra.

"Masih pagi ngga baik buat kesehatan. Nanti siang"

"Yaudah cake kaya kemaren malem aja"

"Ngga ini masih pagi jangan makan yang terlalu manis"

Mayra hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah.

Dengan terpaksa Mayra mengabiskan bubur yang dipesan Adit. Adit yang melihat Mayra menghabiskan buburnya tersenyum senang.

"Udah slesai?" tanya Adit.

"Udah. Kita ke mall dulu yah" ucap Mayra.

"Oke sebentar aku bayar dulu" balas Adit dan langsung menuju tukang buburnya.

****

Kini keduanya sudah sampai di mall yang cukup megah di ibu kota. Mayra memilih baju baju mana yang cocok untuk ia kenakan setiap hari.

"Beli aja semua" ucap Adit ketika melihat Mayra seperti menimang nimang baju yang akan ia beli.

"Jangan lah nanti uang aku abis" ujar Mayra

"Ngga ada penolakan udah bawa aja semua. Nih pegang kartu aku kamu bayar pake itu" ucap Adit.

"Aku masih punya uang kok. Itu kan buat kebutuhan kamu"

"Uang aku uang kamu juga kamu pake aja unlimited kok"

"Waw unlimited. Kalo misalkan aku mau beli mobil yang paling mahal sedunia, terus beli rumah yang mirip istana, sama beli emas batangan yang banyak boleh?" tanya Mayra meledek.

"Boleh kan buat masa depan kita" ucap Adit santai.

Mayra membelalakkan matanya kaget bagaimana bisa Adit setuju dengan penuturan Mayra benar benar sudah gila.

"Heh kok ngelamun aku serius loh. Kamu mau beli mall ini aku bolehin kok" ucap Adit.

"E-nggak tadi aku cuma becanda aja kok"

"Tapi aku serius loh yang"

"Se-rius? Kamu mau beli yang tadi aku sebutin?" tanya Mayra tak percaya dan di jawab anggukan oleh Adit.

"Jangan deh Dit nanti banyak perampok yang masuk kan bahaya" ujar Mayra

"Bisa aja kamu yang. Iyadeh terserah kamu kamu pegang aja kartu aku"

"Ih ngga boleh gitu. Nanti kalau kamu mau beli apa gitu? Kamu susah cariin aku"

"Kan aku selalu pergi bareng sama kamu 24 jam"

"Ih tapi ngga deh aku kan belum jadi istri kamu" ujar Mayra tak sadar apa yang ia katakan.

"Nanti juga bakalan jadi istri aku. Kamu tenang aja"

"Salah ngomong gue" batin Mayra.

"Kok bengong lagi, kamu mau beli apa lagi? Masa cuma baju?" tanya Adit.

"Ngga papa lah udah cukup kok"

"Kamu ikut aku" ajak Adit dan kemudian membawa Mayra ke tempat aksesoris.

"Kok kesini ngapain?" Tanya Mayra

"Kamu suka model yang mana?" tanya Adit sambil menatap cincin dalam kotak itu.

"Ngga mau, aku ngga suka pake cincin, dikira udah nikah kali" ucap Mayra

"Yaudah mba, saya beli kalung itu" ucap Adit yang menghiraukan ucapan Mayra.

"Nih kamu pake itu harus dipake ngga boleh di lepas"

"Iyya" jawab Mayra jengah.

"Kita pulang kamu bayar belanjaan kamu pake kartu aku. Kamu bawa aja" ucap Adit

"Ngga mau aku masih ada uang kok"

"Ngga ada penolakan sayang. Kamu tenang aja kan aku udah bilang ini unlimited"

"Iya iya aku tau Unlimited" pasrah Mayra kesal. Soal kekayaannya Adit nomor satu.

***

Tbc

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang